
klek
saat pintu ruang rapat di buka semua mata menuju ke arah gadis yang masuk dengan menggunakan masker
Alena berjalan dengan anggun dan berwibawa
"maaf saya telah mengumpulkan kalian semua di sini perkenalkan saya Alena Anastasya Loreen anak dari Alana Prisiliya Lorren saya akan mengambil alih perusahaaan ini" kata Alena dingin
sorot mata nya tajam mengintimidasi setiap orang yang ada di ruang tersebut semua orang terkejut jika gadis tersebut adalah pemilik perusahaan
Alena sengaja menggunakan marga Mommy nya karena Mommy nya pun menggunakan marganya bukan marga Smith tapi Alena hanya menggunakan marganya saat di kantor saya bila di luar ia tak memakai marga siapapun
" mengapa anda mengumpulkan kami nona" tanya salah satu anggota dewan
"saya ingin bertanya siapa diantara kalian manajemen keuangan" kata Alena
"saya nona" kata salah satu anggota dewan dengan tag name nya Prans
"bisa anda jelaskan kenapa disini ada penurunan" kata Alena
" tapi nona penurunan nya hanya 0,5% saja nona itu tak akan membuat perusahaan ini hancur" kata Prans
" aku tau kalau di sini penurunan nya hanya sedikit tapi ini di lakukan dengan berbulan bulan jika ini terus di lakukan maka akan hancur perusahaan saya dan saya tau jika anda dalang semua ini anda mengambil uang perusahaan dengan sedikit demi sedikit agar tidak ketahuan" kata Alena dingin dan datar
aura di ruangan pun menjadi mencekam mareka tidak tau jika anak dari pemilik perusahaan ini sangat lah kejam dan detail
Prans yang sedari tadi diam karena terbongkar semua rencana nya yang ia jalankan ini
" sekarang anda boleh keluar dari perusahaan ini atau di keluarkan secara tidak hormat dan masuk ke penjara karena saya tidak ingin ada benalu di perusahaan Mommy ku " kata Alena
semua di ruangan tersebut tahu bagaimana di keluarkan secara tidak hormat, mereka akan di paksa keluar, tidak mendapatkan pesangon dan akan di tolak di seluruh perusahaan
Prans diam menahan marah dan malu nya karena rencana nya telah di gagalkan oleh gadis tersebut ia berniat membalas apa yang terjadi pada nya
awas kau akan ku balas. batin prans
" owh ya jika anda ingin balas dendam ingat keluarga anda dan orang terdekat anda akan terkena imbasnya" kata Alena
__ADS_1
Alena bisa membaca pikirkan orang lain ia bisa membaca pikirkan orang saat Elena memasuki tubuhnya saat itu lah Alena bisa membaca pikiran orang lain yah bisa di bilang indigo
Prans yang mendengar itu pun terkejut bagaimana gadis ini bisa membaca pikirannya. ia pun tak mungkin melakukan pembalasan karena takut jika anak dan istrinya terkena imbasnya
Prans pun keluar dari ruang rapat dengan raut muka sedih karena ia telah kehilangan pekerjaan yang ia banggakan tapi masih untung jika dia keluar masih dapat pesangon dan bisa mendaftar lagi ke perusahaaan lain
" kalian semua yang masih di sini saya harap kalian bisa bekerja dengan baik karena saya tidak mempekerjakan kalian dengan gaji buta jika ada yang membuat kesalahan fatal saya tak segan segan mengeluarkan kalian dengan cara tidak terhormat " kata Alena tegas aura pemimpin nya sangat melekat pada tubuh nya
semua orang pun meneguk ludah dengan kasar bahkan Tante Tessa pun tak mengira jika anak sahabat nya sekaligus pemilik perusahaan ini sangat lah kejam dan tegas
"ada yang ingin di tanyakan"kata Alena
mereka pun menggelengkan kepala rapat pun di bubarkan oleh Alena. Alena pun kembali ke ruangannya di sana ia melihat ke arah jendela yang langsung mengarah ke kota
Alena merenung apakah Mommy bakal setuju apa yang dilakukannya nanti tapi tekad untuk membalaskan dendam sudah bulat
Alena pun bergegas untuk kembali karena ini sudah sore pasti Vika sedang menunggu nya. ia pun melesat membelah jalan raya
saat di jalan Alena melihat seorang laki yang di hajar 3 preman. para warga di situ tak ada yang membantu karena takut mereka terkena imbasnya
Alena pun turun dan mendekat ke para preman. kelihatan dari mereka itu masih seumuran Alena tapi ada yang sedikit tua dari nya
sontak membuat para preman tersebut menoleh Alena
"apa maksud lo kami gak ada urusan sama lo jadi jangan ikut campur" kata salah satu preman
" karena kalian hanya menghajar orang yang lemah tak sepadan dengan kalian" kata Alena
Alena melihat orang yang di hajar itu pun berbaring tak berdaya tapi jika lihat orang ini pandai bela diri tapi kondisi fisiknya sangat lah tak stabil badannya kurus
"banyak ba**t kamu" kata preman ingin memukul Alena dengan sigap Alena menghindar dan menghajar balik lawannya
bugh
ahhh
bugh
__ADS_1
ahh
preman tersebut pun jatuh dengan luka lebam di wajah
Alena langsung mengeluarkan pistol dan menembakan ke langit
dorr
" kalian jangan lari jika kalian lari akan ku cari kalian sekarang kalian ku aku dan bawa mereka" Kata Alena
para preman pun hanya mengikuti apa yang di katakan Alena dari pada mendapat amukan dari Alena. mereka pun masuk ke dalam mobil Alena. Alena pun membawa mereka ke masion
para preman itu bingung sekaligus kagum dengan masion milik Alena mereka pikir Alena adalah polisi yang akan membawa ke penjara
"masuk" kata Alena
saat masuk pun mereka di buat kagum karena mewah sekali
" kalian ikut aku"kata Alena
Alena membawa mereka ke lantai 4. sesampainya di kamar Alena menyuruh untuk menaruh mereka di atas kasur dan mengobati luka
"obati luka mereka" kata Alena
para preman pun menuruti saja mereka lebih baik cari aman saat mengobati dua orang tadi bangun
" dimana aku" tanya kedua orang itu bersamaan
" sudah sadar" tanya Alena. lantas kedua pria itu menoleh
"bella" kata salah satu orang tersebut orang itu yang di hajar para preman tadi. pria tersebut langsung bangun dan memeluk Alena
" Bella kakak rindu kamu,kakak mohon kamu jangan tinggalkan kakak lagi" kata pria tersebut dengan tangisan
"siapa Bella aku bukan Bella aku Alena enak saja ganti nama orang" kata Alena dengan ketus ia berusaha mendorong pria itu
"jadi kamu bukan Bella maaf kan aku aku kira kamu adik ku" kata pria tersebut
__ADS_1
"hmm" jawab Alena "ceritakan kisah hidup kalian dan perkenalkan diri kalian" kata Alena
" nama aku Deon Elvano, aku dulunya hidup serba kecukupan dan orang tua ku termasuk orang terpandang dari negara N namun di balik kesuksesan orang tua aku banyak mereka yang iri dan mencoba membunuh kami semua, suatu hari ada segerombolan orang yang ingin membunuh kami semua saat itu aku dan adik ku selamat namun tidak kedua orang tua kami mereka meninggal akhirnya kami pergi dari negara itu dengan menjual cicin berlian adik ku kami sampai di sini saat kami ingin mencari tempat tinggal taksi kami mengalami kecelakan aku selamat namun tidak dengan adik ku dia meninggal di tempat dan saat itu lah aku hidup tanpa tujuan" cerita Deon