
Mereka semua sampai di pasar malam. Mata Vika berbinar saat melihat banyak permainan di sana dan tentunya banyak penjual makanan yang membuat perut pengunjung keroncongan
" Wow!!" kata Vika
" Ayo Ricki" kata Vika menarik Ricki namun di tahan oleh Ricki
" Kenapa??" tanya Vika heran
" Kita gak boleh main sendirian Vika,, harus ada orang dewasa yang menemani kita" kata Ricki dengan lembut
" ohhh!! Ya Sudah kak Al ayooo temani Vika sama Ricki bermain" kata Vika bersemangat
" Baiklah baiklah" kata Alena
mereka semua pun mengikuti Vika dan Ricki. Vika membeli sebuah gulali karena Vika sangat menyukai gulali. Vika membaginya dengan Ricki karena gulali nya sangatlah besar
" Apa kau ingin" tanya Deon kepada Adel
" Tidak, aku tidak suka yang terlalu manis" kata Adel
" Apa kau ingin juga sayang" kata Derrel membuat Atalie merinding
" Apa apaan si lo jijik tau lah" kata Atalie ketus tapi malah membuat senyum Derrel merekah
" mau tidak" kata Derrel
" Tidak" ketus Atalie. Derrel pun tersenyum dan merangkul bahu Atalie
" Kakak ayo kita main ke rumah hantu" kata Vika
" Apa kau berani Vika" kata Derren
" Berani kan ada kalian dan Ricki" kata Vika
" ayoo kak" imbuh nya lagi
" Iya iya kita beli tiket dulu" kata Alena. Mereka semua membeli tiket dan masuk dalam wahana rumah hantu
__ADS_1
Mereka semua berjalan dengan santai dan nampak tak takut sama sekali berbeda dengan Adel dan Vika yang nampak ketakutan bahkan Vika sampai menangis karena terkejut
" Aaaaaaa!!!!!!!!..... hiks.... hiks.... hiks" kata Vika langsung memeluk Ricki membuat mereka mengelengkan kepala
" Jangan takut mereka semua palsu, lagi pula Vika kan pemberani jadi jangan takut,, ayo" kata Ricki menenangkan Vika. Vika mengangguk dan bersembunyi di lengan Ricki
" Apa kau tak takut??" tanya Alvin
" Yang ku takutkan jika orang yang ku sayangi meninggalkan ku" kata Alena
" Aku tak akan meninggalkan mu" kata Alvin meraih pinggang Alena
Mereka melanjutkan berjalan dan keluar dari rumah hantu tersebut. Vika nampak sangat ketakutan membuat Alena menjadi kasihan. Alena lansung mendatangi Vika dan berjongkok
" Vika apa kau masih takut" kata Alena lembut di balas anggukan oleh Vika
" Sekarang kita sudah keluar jadi jangan takut lagi okey,, katanya Vika ingin seperti kakak jadi buktikan ucapan Vika" kata Alena membuat Vika menghapus air mata nya dengan kasar dan mengangguk
" Good" kata Alena
" Aku mau main itu" kata Vika menunjuk salah Satu tempat permainan
" Vika bermainnya sama yang lain ya??? kakak mau bermain panah disitu" kata Alena menunjuk tempat bermain memanah
" Oke" kata Vika
Yang lain pun ikut dengan Vika sedangkan Alena pergi ke tempat bermain memanah di ikuti oleh Alvin
Alena membayar tiket nya dan langsung mengambil busur beserta anak panahnya. Begitu juga dengan Alvin yang ikut bermain memanah
" Aku menantang mu,, jika aku menang kau harus menuruti apa yang aku inginkan dan jika kau yang menang maka aku akan menuruti apa yang kau ingin kan,, Bagaimana??" kata Alvin
" Oke sapa takut?!!, siapa yang mulai duluan??" kata Alena tenang
" Bagaimana kita suit jepang??" tanya Alvin
" Yang kalah mulai duluan" kata Alena, Alvin pun setuju
__ADS_1
Suit pun dimulai untuk suit pertama Alena memang, Suit kedua di menangkan Alvin, Dan suit ketiga di menangkan oleh Alena jadi yang kalah adalah Alvin
Alvin mulai memanah, Mereka berdua masing masing memiliki Lima anak panah. Alvin berhasil menembakan 4 anak panah ke lingkaran merah yang berada di tengah sedang kan 1 anak panah lainnya sedikit dari lingkaran merah
Sekarang giliran Alena, Alena menembakan anak panahnya dan ke 5 anak panah tersebut mengenai lingkaran merah tersebut
Alena merasa puas dengan hal tersebut berbeda dengan Alvin, ia malah cemberut, Sebenarnya Alvin menantang Alena karena ia percaya jika dia akan menang dan meminta Alena untuk menjadi pacarnya namun ternyata Alvin terlalu meremeh kan Alena
" Apa yang kau inginkan??" kata Alvin
" Ntah lah, aku tak tau apa yang ku inginkan dari mu" kata Alena acuh tak acuh
" Hei mana boleh begitu!!" kata Alvin
" Baiklah jika nanti aku menginginkan sesuatu dari mu maka aku akan meminta nya" kata Alena meninggalkan Alvin
" Hei!! tunggu!!" kata Alvin mengejar Alena yang sedang berjalan ke arah penjual Es krim
" nih" Alena menyodorkan Es krim ke Alvin dan langsung di sambut Alvin dengan bahagia
" Terima kasih" kata Alvin
Alena mengangguk dan mencari tempat untuk duduk. Setelah mendapatkan tempat duduk mereka berdua memakan Es krim dengan santai
Sedangkan yang lainnya asik bermain wahana. Setelah mereka puas bermain mereka pun pulang ke rumah masing masing sedangkan Vika dan Ricki sudah terlelap saat masuk kedalam mobil
.
.
.
.
.
.
__ADS_1