
" kita boleh mencintai seseorang tapi jangan pernah memaksa seseorang mencintai kita,karena cinta sebenarnya itu adalah cinta yang tulus dan bukan paksaan. Cinta juga tidak harus memiliki. Tuhan sudah menentukan pasangan kita jika kalian berjodoh pasti kalian akan di satukan" kata Alena
" memangnya kamu pernah Jatuh Cinta Al" tanya Davino
" gak" kata Alena
" tu Deon dengari adek lo" kata Derrel
" tapi bukannya kita harus memperjuangkan cinta " kata Deon
" kita memang harus memperjuangan Cinta tapi jika kalian saling mencintai dalam suatu hubungan yang pasti" kata Alena
" jadi pacaran itu hubungan yang gak pasti gitu" kata Atalie
" hmm" kata Alena
" kakak boleh berjuang mendapatkan Cintanya namun jangan memaksanya. karena hubungan yang terpaksa itu akan menyakitkan" kata Alena
" iya dek" kata Deon murung
" nanti siang kita akan ke Mall kalian puasin diri di sana" kata Alena
" yes yuhuuuuu kita di traktir" kata Derren kesenangan
" bayar sendiri" ketus Alena. hingga membuat yang lain ketawa terbahak bahak
" ya udah aku gak ikut" kata Derren merajuk
" silahkan saja kalau berani" kata Alena santai
" ais tauk ah aku mau masuk" kata Derren berjalan meninggalkan yang lainnya
" siapa yang suruh kau masuk" kata Alena
" aku sendiri" kata Derren
"kembali" kata Alena
Derren pun kembali dengan wajah cemberut. yang lain hanya bisa tertawa dengan ekspresi Derren. Mereka tau jika Alena tidak serius dengan omongannya. ia hanya mengerjai Derren saja. Alena yang berhasil mengerjai Derren pun tersenyum kecil dan terlintas satu ide lagi untuk mengerjai Derren
" Michel" panggil Alena kepada Michel. Michel yang di panggil pun menghampiri Alena. Alena pun membisikkan sesuatu. saat selesai membisikkan sesuatu tatapan Michel kepada Derren pun berubah menjadi tajam
perasaan ku gak enak ini. batin Derren
__ADS_1
" sekarang" kata Alena
Michel pun mulai mendekati Derren. Derren yang di dekati pun mulai mundur menjauhi Michel. saat Michel melihat Derren yang menjauh pun berlari menuju ke arah Derren. Derren yang melihat Michel berlari ke arah nya, ia pun berlari menghindar dari kejaran Michel
terjadi lah aksi kejar kejaran. sebenarnya Michel mampu menangkap Derren karena ia seekor harimau tidak mungkin manusia bisa lari dari kejaran harimau toh.
Michel hanya mengejar Derren sesuai dengan apa yang Alena bisikan tadi
" kakak kenapa Michel mengejar kak Derren" kata Vika yang melihat Derren di kejar oleh Michel
" Michel hanya ingin bermain dengan Derren" kata Alena. Vika pun hanya ber o ria saja. ia pun melanjutkan bermain dengan Sena
Derren pun mulai kelelahan karena di kejar Michel, ia pun mendudukan dirinya ke tanah dengan nafas terengah engah
" hah hah capek" kata Derren. Michel pun mulai mengurangi kecepatannya dan berjala mendekati Derren
" ampun Michel, gua gak ada salah sama lu jadi jangan makan aku" kata Derren
" Al lo jahat banget sih. ampun Michel jangan makan aku makan noh si Derrel" kata Derren
" napa jadi gua" kata Derrel
" ampun Michel" kata Derren memejamkan karena Michel sudah di depan nya ia terus memejamkan mata Namun tidak ada reaksi apa pun termasuk Aungan dari Michel. ia pun mulai membuka matanya dengan perlahan
" puas kalian ngerjai gue puas kalian" kata Derren ketus. ia pun meninggalkan yang lainnya tanpa memperdulikan teriakan teman teman nya
" Dek kamu kalau ngerjai orang jangan ke bangetan liat noh Derren jadi merajuk seperti itu" kata Deon
"alah biasa aja kali dia memang begitu kalau lagi di kerjain sama orang lain selalu marah. tapi ia marahnya cuma sebentar" kata Derrel
" Al lo mau ke mana" tanya Derrel saat melihat Alena pergi
" bentar doang. kalian jaga Vika" kata Alena. Alena pun masuk kedalam masion mencari keberadaan Derren. yang lain pun hanya bisa menuruti apa yang di katakan Alena
"Biyu dimana Derren" kata Alena
Darren sedang berada di balkon kamarnya Lady
" baiklah terima kasih Biyu" kata Alena
Alena pun berjalan ke kamar Derren. Alena pun masuk ke dalam kamar Derren karena pintu kamarnya terbuka sedikit. Alena melihat Derren yang berdiri memegang pembatas Balkon
" i'm sorry" kata Alena. Derren pun terkejut karena Alena berada di sampingnya sekarang
__ADS_1
" lo gak salah" kata Derren
" maaf kalau gua keterlaluan. sebenarnya gua tadi cuma mau buat Lo gak sedih lagi karena mikiri keluarga lo yang di panti tapi gua salah gua malah bikin lo marah dan teringat dengan keluarga lo yang di panti. tapi sebenarnya lo masih beruntung lo bisa mempunyai keluarga yaitu Derrel yang selalu ada saat Lo susah dan senang sedangkan yang lainya mereka tidak mempunyai satu pun keluarga mereka. jadi kamu harus bersyukur bisa mempunyai saudara. gua sebenernya juga sama kaya lo punya saudara kembar yang ada di sisi gua tapi dia berbeda dengan Derrel yang terlihat Wujudnya" kata Alena
" maksud lo saudara lo sudah tiada" kata Derren
" iya dia sudah tiada saat dia dilahirkan namun ia tumbuh sama sama gua namun hanya berbeda Wujud. dia selalu mengambil Alih tubuh gua saat gua sedih dan marah. dia selalu ingin aku hidup senang" kata Alena. tatapan matanya menjadi kosong
" jadi curhat " kata Alena
" tidak masalah" kata Derren
" suatu saat nanti gua akan membuat kejutan buat kalian" kata Alena
" apa itu"kata Derren
" kejutan" kata Alena
" hm terserah lah" kata Derren
" aku minta maaf" kata Alena
" gua udah maafin kok. Btw kok lo bisa minta minta maaf sama gua" kata Derren
" ya bisalah kan gua manusia" kata Alena
" aku kira orang sedingin kamu tidak bisa minta maaf" kata Derren
" gua selalu di ajarkan Mommy gua selalu minta maaf jika kita berbuat salah" kata Alena dengan raut wajah sedih dan di saat itu juga Elena mengambil alih tubuh Alena
" maaf kan gua jadi buat lo sedih" kata Derren
" tidak masalah. Alena hanya belum bisa melupakan Mommynya" kata Elena
" maksud mu apa sih Al kok bicara mu kayak gitu" kata Derren kebingungan
" gua Elena" kata Elena
" hah jadi lu bener bener ada" kata Derren terkejut
" hm. ya sudah gua keluar dulu" kata Elena. pergi meninggalkan Derren
maaf ya Al gua harus lama di tubuh lo sampai lo betul betul tenang. batin Elena
__ADS_1