Yes,I'M Queen Mafia

Yes,I'M Queen Mafia
eps 52


__ADS_3

" Ntah pokoknya saat aku melihat kak Deon rasanya aku ingin menjahilinya" kata Elena


" Aku merasa Aneh jika kau seceria tadi, namun jika kau terus ceria mungkin rasa aneh ku menghilang" kata Bastian


" Dimana Vika" kata Elena tak menggubris omongan Bastian


" Vika-" kata Alysa terpotong saat melihat berlari ke arah mereka dengan menangis


" Kak Al!!" teriak Vika sambil berlari


" Hei!! jangan berlari nanti terjatuh" kata Elena berdiri membuat Vika berhenti dan memandangi Elena


" Kak Ele, hiks... hikss..hikss" Kata Vika berlari dan memeluk Elena


Alvin the genk dan Bryan heran saat Vika menyebut Alena dengan sebutan 'Ele'


" Vika mengapa kamu menangis?" tanya Elena lembut


" Ricki kak... Ricki"


" Ada apa dengan Ricki" tanya Davino


" Ricki sekarang sedang marah kak, bahkan Bibi Lin di lempar dengan kaca hingga kaki Bibi Lin terluka" kata Vika dengan segukkan


Davino yang mendengar itu langsung berlari ke kamar Ricki


" Alysa lo bawa Vika ke kamar gue dan tolong jaga dia" kata Elena kepada Alysa. Alysa pun mengangguk dan membawa Vika ke kamar Alena


Sedangkan Elena langsung mengejar Davino begitu juga yang lain ikut mengejar Davino. Davino berlari ke kamar Ricki


saat di depan kamar Ricki Davino melihat Bibi Lin keluar dengan langkah yang tertatih dan kakinya mengeluarkan darah segar


Melihat itu pun Emosi Davino membuncah, ia langsung masuk ke dalam kamar Ricki


Saat masuk Davino melihat kamar Ricki sangat berantakan. Kaca pecah, Vas bunga pecah, selimut dan bantal berceceran, Terlihat seperti kapal pecah


Davino melihat Ricki yang sedang meringkuk di pojokan. Davino langsung berjalan ke arah Ricki namun tangannya di tarik oleh seseorang dan membuatnya terhenti


" Lepas Ele!!" bentak Davino. Elena langsung menarik Davino keluar dari kamar Ricki


plakk


Elena langsung menampar pipi Davino membuat Davino merasakan sakit di pipinya karena tamparan Elena sangat kuat. Davino menatap Elena dengan tajam


" Gue tau lo marah sama Ricki tapi lo harus tahan emosi lo karena dia masih kecil"


" Tapi dia sudah melukai Bibi, Elena!!" bentak Davino

__ADS_1


" Gue juga tau itu Davino Gilbert!!" Bentak Elena juga


" Tapi elo harus tahan emosi elo jangan sampai sifat temperamen lo keluar dan melukai Ricki, Gue juga yakin pasti ada sesuatu yang membuat Ricki seperti itu, Kita semua juga sudah tau bagaimana Ricki dan Ricki juga gak mungkin sampai tega melukai Bibi Lin" kata Elena datar dan dingin


" Sebaiknya lo masuk ke kamar lo"


" Tapi-"


" Gue bilang masuk!!, jangan seperti anak kecil Davino" kata Alena. Davino pun menuruti apa yang di katakan Elena


" Kak Deon tolong hubungi dokter Reza untuk kemari secepatnya dan suruh Dokter Reza untuk membawa obat penawar racun, Gue akan masuk ke dalam untuk mengecek keadaan Ricki"


" Tapi kak, Jika Ricki melukai mu bagaimana??" kata Bryan khawatir


" Kalian tenang saja, gue pasti baik baik saja" kata Elena


" Gue ikut" kata Alvin


" Tidak boleh!! Kalian semua tidak boleh ada yabg ikut masuk dengan ku termasuk kau Alvin, aku tidak ingin kalian terluka jadi sebaiknya kalian tidak ikut masuk dengan ku"


" Tapi bagaimana jika kau yang terluka" kata Alvin


" Maka kalian berdoa agar aku tidak terluka"


" Baiklah kami akan selalu mendoakan mu" kata Aretha


" Jangan membuat dia marah" kata Aretha


Langsung membuat Alvin mengurungkan Niatnya untuk menyusul Elena. Elena masuk dan melihat Ricki yang sedang melamun. Elena mendekati Ricki dengan perlahan


" Hei" kata Elena lembut. Ricki langsung menodongkan serpihan kaca kepada Elena dan menatap Elena dengan tatapan musuh


" Heii tenang aku ini Alena" kata Elena sengaja menggunakan nama Alena karena tidak banyak org yang mengetahuinya. Namun Ricki tak merespon


" Alena kakaknya Vika" kata Elena


Saat mendengar nama Vika di sebut tatapan Ricki mulai meluluh namun serpihan kaca masih di todongkan ke arah Elena


" Ricki apa kau tau sekarang Vika sedang menangis" kata Elena sengaja menggunakan nama Vika karena ia merasa hanya Nama Vika lah yang mampu menenangkan Ricki


Dan benar saja, Perlahan Ricki mulai menurunkan serpihan kaca yang ia pegang dan menatap Elena


" Vika menangis karena Ricki" kata Elena


" Dimana Vika, Ricki mau ketemu dengan Vika" kata Ricki Hendak berlari keluar mencari Vika


" Tidak!!! Ricki tidak boleh ketemu Vika karena Vika sedang tidur jika di ganggu Vika akan marah dan tidak ingin bertemu Ricki" kata Elena menahan Ricki yang hendak keluar

__ADS_1


" Sekarang Ricki diam duduk di sini dan jangan membuat keributan seperti tadi karena Vika gak suka keributan" kata Elena menarik Ricki ke kasur dan mendudukan nya


Elena melihat Ricki yang nurut dan malah berbaring di kasur pun memutuskan untuk keluar namun sebelum itu ia mengambil pecahan kaca dan Vas bunga yang besar dan membuangnya ke tong sampah sedangkan yang potongan kecil ia akan menyuruh orang untuk membersihkan


Elena kembali melihat Ricki nampak Ricki tertidur mungkin efek dari racun. Elena sangat yakin jika Ricki sedang terkena racun yang membuatnya seperti ini. Merasa aman Elena keluar dari kamar Ricki dan saat keluar ia melihat wajah cemas teman temannya


" Lo gak kenapa kenapa kan?"


" Apa Ricki melukai mu?"


" Apa ada yang lecet?"


Elena langsung di brondong oleh pertanyaan yang di lontarkan oleh teman temannya


" Wow... tenang.. gue gak papa" jawab Elena tenang


" Kak Deon apa Reza sudah datang" kata Elena


" Belum seperti nya dia akan lama sampai ke sini karena ia sedang bertugas di sebuah desa yang berada di tengah hutan di luar kota dan sekarang ia sedang berjalan ke landasan heli" kata Deon


" Jalan kaki? Apa disana tidak ada lahan luas??"


" Seperti nya tidak karena menurut info yang aku dapat, hutan tempat Reza bertugas adalah hutan yang sangat lebat dan di lindungi pemerintah karena disana terdapat hewan langka"


" Dan orang orang yang tinggal disana merupakan orang suku yang sudah lama menetap di hutan tersebut"


" Ya ya ya" kata Elena


Elena memang berbeda dengan Alena saat di beri informasi yang tidak berkaitan dengan Sains, Rasanya sangat malas. Elena sangat senang dengan Sains sedangkan Alena lebih suka memperhatikan jika seseorang memberi Informasi kepadanya


" Oh iya Bastian, apa kau memiliki ruangan yang tidak terdapat benda tajam seperti kaca atau Vas bunga???" tanya Elena


" Ada, Ruangan kerja bokap yang lama, di sana hanya ada meja kerja dan rak buku saja bahkan jendela di sana hanya di bikin seperti Ventilasi udara" kata Bastian


.


.


.


.


.


Ayolah beri dukungan buat Athor terserah deh mau dukung kek apa yang penting gak cuma baca doang


__ADS_1


# Derrel dan Derren


__ADS_2