
sesampainya di kamar Alena langsung merebahkan dirinya ke kasur
"apakah aku harus mendirikan perusahaan ku sendiri juga" tanya Alena pada dirinya sendiri
"tapi kan tidak masalah bila aku mendirikan perusahaan ku dan mengambil alih perusahaaan Mommy, ah sudah lah aku nanti akan ke perusahaan Mommy dan melihat apakah karyawan mommy ada yang berkhianat" kata Alena. Alena pun bosan dan memainkan game di hpnya. tak terasa waktu telah menunjukan bila sudah siang hari Alena pun turun. saat turun ia sudah melihat Vika dengan mainan baru nya semalam Alena membelikan mainan untuk Vika agar tidak bosan
" Vika sudah dulu mainannya sekarang kita makan" kata Alena
"baiklah kakak" kata Vika
mereka pun menuju ke meja makan di sana sudah tersaji makanan yang di masak bibi Lin
"bibi Lin juga makan bersama kita" kata Alena
"tapi non.." kata bibi Lin sebelum melanjutkan ucapan nya sudah di potong Alena
"tidak ada penolakan" kata Alena
sekali lagi bibi Lin hanya pasrah mengikuti ucapan Alena. akhirnya bibi Lin ikut makan di meja makan
"kak Al terima kasih ya sudah membelikan Vika banyak mainan dan barang" kata Vika di sela makan nya
"iya sama sama,oh iya nanti Vika di rumah sama bibi Lin aja ya kakak mau ke mau keluar ada urusan" kata Alena
"baiklah kak" kata Vika
" bibi Lin tolong jaga Vika ya" kata Alena berpesan kepada bibi Lin
__ADS_1
"siap non bibi akan menjaga nona Vika dengan baik" ucap bibi Lin. Mereka pun melanjutkan makan yang tertunda selesai makan Alena segera berangkat ke perusahaan sebelum berangkat Alena berpesan ke pada Vika dan Bibi Lin
"Vika jangan nakal ya dengar omongan bibi" kata Alena
"bibi Lin aku titip Vika ya bila Vika menginginkan sesuatu pakai aja uang ini" kata Vika sambil memberi Bibi Lin beberapa uang
"baik nona" kata bibi Lin
"ya sudah aku berangkat dulu bi, Vika kakak berangkat dulu inget jangan nakal" kata Alena seraya pergi meninggalkan mereka
" iya kak" jawab Vika
Alena pun menaiki mobil nya dan melesat membelah macetnya jalanan sesampainya di perusahaan Mommy nya ia turun menggunakan masker dan topi agar tidak ada yang melihatnya karena ia akan mengambil alih perusahaaan tanpa ada yang mengetahui identitas nya. Alena pun masuk dan bertanya kepada resepsionis perusahaan namun saat melihat resepsionis tersebut seperti orang yang memperlihatkan tubuhnya bagaimana tidak rok span yang kelihatan ketat dan pendek kemeja dengan kancing yang sedikit di buka agar melihat kan belahan dadanya bagaimana Mommy dan tante Tessa mempekerjakan karyawan seperti ini
" apakah direktur Tessa ada" tanya Alena dingin dan datar
" sudah aku bilang Direktur nya tidak ada, sudahlah kau anak kecil tak tahu malu sekarang pulang saja " kata Frenya
"bukan nya kau yang tak tau malu karena penampilan mu ini yang kekurangan bahan" balas Alena dengan santai
" heh anak kecil jaga ucapan mu ya" kata Frenya dengan emosi. Alena yang malas meladeni langsung memutuskan untuk menelepon Tante Tessa
"aku di bawah" kata Alena langsung memutus sambungan telepon tanpa menunggu jawaban tante Tessa
tak lama lift direktur pun terbuka dan melihatkan sosok tante Tessa. resepsionis tersebut pun terkejut dengan kedatangan Direktur
" kenapa kau tidak langsung naik ke atas" kata tante Tessa dengan kesal bagaimana tidak ia belum memberi jawaban malah langsung di putus sambungannya
__ADS_1
"kata resepsionis ini tante tak ada jadi aku tak naik" kata Alena. tante Tessa yang mendengar itu pun langsung melihat ke Frenya
"apa apaan ini Frenya kau bilang aku tak ada di kantor jelas jelas seharian ini aku di kantor kenapa kau bilang tak ada" kata tante Tessa
" maaf nyonya maksud saya..." kata resepsionis namun sudah di potong oleh Alena
"sudah lah tan pecat dia saja aku tak ingin jika di perusahaan ku ini memiliki karyawan seperti ini" kata Alena datar. resepsionis tersebut pun terkejut karena ia di pecat. Tante Tessa pun hanya mengikuti keinginan Alena
"mulai sekarang aku lah direktur kalian yang baru panggil aku nona Le" kata Alena pada semua karyawan yang ada disana. Alena pun masuk ke dalam lift bersama tante Tessa meninggalkan resepsionis tersebut
sesampainya nya di ruangan direktur Alena langsung memeriksa berkas berkas yang di beri tante Tessa. saat memeriksa berkas keuangan ada yang aneh karena terdapat penurunan yah memang penurunan nya tidak terlalu besar hanya 0,5% saja namun ini terjadi setiap bulannya
"adakan rapat anggota dewan direksi" kata Alena
" baiklah Alena" kata tante Tessa. tante Tessa pun menyuruh sekretaris untuk memberi tahu jika ada rapat anggota dewan direksi.
Alena masih sibuk dengan berkas berkas nya ia dengan teliti membaca berkas tersebut agar tidak ada masalah yang akan menghancurkan perusahaan Mommy nya ini setelah selesai memeriksa berkas Alena pun menuju ruang rapat karena ia sudah di beri tahu jika semuanya sudah berkumpul di ruang rapat
di ruang rapat
para anggota dewan bingung karena di adakan rapat yang dadakan mereka bertanya tanya karena mereka tak tahu apa yang terjadi. suasana yang tadi nya ramai pun menjadi hening saat tante Tessa masuk ke dalam ruangan rapat
" maaf nyonya kenapa anda menyuruh kami berkumpul" tanya salah satu anggota dewan saat tante Tessa duduk
"maaf sebelumnya saya mengganggu pekerjaan kalian saya hanya ini memperkenalkan sesesorang dan ia lah yang menyuruh kalian untuk berkumpul di sini" jawab tante Tessa.
ruang rapat pun menjadi ramai banyak yang bertanya tanya siapa orang tersebut dan mengapa ia mengumpul kan mereka
__ADS_1