
Alena dan anak tersebut menghampiri Bibi Lin dengan khawatir
" Apa yang terjadi" kata Derrel karena sempat mendengar suara Alena yang sedikit berteriak
" Derrel ambilkan kotak P3K dan Davino tolong angkat Bibi" kata Alena
" Hati hati!! ada pecahan piring" kata Alena memperingati
Derrel mengambilkan kotak P3K dan Davino menggendong Bibi Lin lalu mendudukan Bibi Lin di kursi meja makan
Derrel memberikan kotak P3K kepada Alena, Alena langsung mengobati kaki Bibi Lin yang terluka dan mencabut serpihan kaca yang menancap di kaki Bibi Lin
" Apa yang terjadi" kata Deon dan yang lain saat mereka melihat Derrel mengambil kotak P3K
" Bibi terkena pecahan piring karena terkejut" kata Alena
" Aku sudah selesai Bibi, mulai sekarang Bibi tidak perlu berkerja biar kami saja yang bekerja, Bibi harus istirahat"
" Tapi-"
" Tidak perlu melakukan apapun Bibi cukup beristirahat, Untuk memasak dan membersihkan rumah biar kami" kata Alena tegas
" Baiklah" kata Bibi Lin
Bibi Lin beralih melihat ke arah anak perempuan yang menangis dengan posisi meringkuk
" Kakak Dia siapa?" kata Vika yg baru saja datang
Alena menyuruh Vika diam dengan isyarat
" Liora" kata Bibi Lin dengan bibir bergetar
" Liora sini Nak ibu kangen" kata Bibi Lin merentangkan tangannya
" Gak bu!!, Liora gak mau dekat dekat ibu, nanti ibu terluka jika Liora berada di dekat ibu" kata Liora
" Apa Liora tidak Rindu dengan Ibu?"
" Liora kangen bu, tapi Liora hanya anak pembawa sial bagi ibu"
Bibi Lin tak kuasa menahan tangisnya. Ia mencoba berdiri dan mendekati Liora dengan langkah tertatih
" Liora"
Liora mendongak dan melihat ibunya sedang menghampirinya ia langsung berdiri dan memundurkan langkahnya
" Ibu jangan mendekat, buu!!"
Liora terus memundurkan langkahnya dan terhenti karena terbentur Dinding
" Ibu jangan mendekat nanti ibu terluka!!" kata Liora
" Liora ibu Rindu" kata Bibi Lin langsung memeluk Liora
Sontak membuat Liora menangis keras dan membalas pelukan ibunya
__ADS_1
Semua orang yang menyaksikan drama anak ibu tersebut terharu mereka harus menahan rindu terhadap orang tua mereka
Vika yang melihat kejadian itu juga menangis di pelukan Alena
" Liora juga Rindu ibu" kata Liora di sela sela segukkannya
" Ssstt,, Jangan menangis lagi, sekarang tidak ada yang memisahkan kita" kata Bibi Lin melerai pelukan dan menghapus air mata Liora
Bibi Lin sengaja memberhentikan adegan ini karena ia mendengar Vika menangis
" Bibi dan Liora sekarang istirahat" kata Alena
Alena membawa Vika ke kamar begitu juga yang lain saat melihat drama ini mereka butuh ketenangan
Bibi Lin membawa Liora kedalam kamarnya, sekali lagi mereka melepas rindi dengan berpelukan. Sesekali Bibi Lin mengecup kepala Liora
Bibi Lin melerai pelukan dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Liora
Bibi Lin mengamati wajah Liora, ia melihat ada Lebam di pipi Liora
" Liora apa ibu boleh bertanya"
" Apa bu?"
" Apa ayah mu memperlakukan mu dengan baik??"
Liora menunduk tidak berani menjawab. Bibi Lin mulai curiga karena mengetahui sifat suaminya ralat mantan suaminya yang temperamental
" Liora jawab ibu nak" desak Bibi Lin
Bibi Lin sedikit terkejut karena ia sudah mengenal mantan suaminya yang temperamen. Bibi Lin kembali memeluk Liora
" Apa tubuh bagian lain juga sering terkena pukulan" kata Bibi Lin
Liora kembali menundukkan kepala nya, ia tak berani menjawab pertanyaan ibunya
Bibi Lin semakin curiga. Bibi Lin langsung mengangkat baju yang di kenakan Liora dan melihat punggung Liora yang habis terkena cambukan dan terdapat kulit yang melepuh
Bibi Lin sangat terkejut karena anaknya mendapatkan tindakan yang tidak wajar
" Liora apa mereka selalu melakukan ini terhadap mu"
" Jika aku melakukan kesalahan yang berulang kali aku akan di pukul pelan dengan besi panas" kata Liora menunduk tidak berani melihat ekspresi ibunya
" Astaga" Bibi Lin menutup mulut nya dengan telapak tangan ia kembali memeluk Liora
Tok tok tok tok
" Bibi " panggil Alena
Bibi Lin melepas pelukan dan membukan pintu
" Ada apa Alena?"
" Apa aku sedang menganggu bibi"
__ADS_1
" Tidak"
" Kalau begitu bisakah kita bicara berdua saja"
" Tentu saja"
" Aku tunggu di ruangan kerja ku" kata Alena meninggal kan Bibi Lin
" Siapa bu?"
" Alena menyuruh ibu menemuinya, Liora kamu istirahat lah"
" Baik bu"
Bibi Lin turun untuk menemui Alena di ruang kerjanya
tok tok tok
" Masuk"
" Duduklah Bi!"
" Apa yang ingin kau bicarakan Alena" kata Bibi Lin
" Bibi Aku minta maaf" kata Alena
" Untuk apa kau minta maaf"
" Maaf kan aku Bibi, Aku telah membunuh suami mu" kata Alena
Alena melihat Bibi Lin yang terdiam, ia bisa menebak jika bibi Lin sangat terkejut
" Bibi Maafkan aku" kata Alena sekali lagi
" Tidak perlu meminta maaf, Dia pantas untuk mati, lagi pula dia sekarang bukan suami ku lagi, kami sudah resmi bercerai 1 bulan yang lalu" kata Bibi Lin
" Apa kau juga membunuh istrinya juga" tanya Bibi Lin
" Ya, aku membunuh keduanya"
.
.
.
.
.
.
# Kevan
__ADS_1