Yes,I'M Queen Mafia

Yes,I'M Queen Mafia
eps 32


__ADS_3

setelah pulang sekolah Alena berganti baju dan langsung menuju ke perusahaan karena ia sudah membiarkan benalu tumbuh di perusahaan. sebelum masuk Alena harus periksa sidik jari memang Alena yang menyuruh karena ia menggunakan kan masker jadi banyak orang bisa meniru nya


tak lupa ia juga memeriksa lencana perusahaan karena Alena merancang sebuah alat untuk mendeteksi pin nya


Alena masuk ke perusahaan saat melewati meja resepsionis Alena melihat resepsionis yang baru. Alena langsung menuju ke lantai atas dan langsung menemui tante Tessa


" adakan rapat untuk dewan yang mengurus proyek pembangunan Mall" kata Alena di ambang pintu membuat tante Tessa kaget. Alena langsung pergi tanpa mendengar jawaban Alena


" tuh dulu Alana nyidam apa yak kok punya anak gitu amat sih" gerutu Tante Tessa. tante Tessa pun menyuruh sekretaris untuk memberi tahu jika akan di adakan rapat


di ruangan Alena


sekrang Alena berada di depan cermin. ia bercermin bukan ingin bermake up namun, ia ingin berkomunikasi dengan Elena


" El muncul" kata Alena


" ada apa" kata Elena


" kamu ambil Alih tubuh ku, ntah mengapa hari ini aku sangat haus darah. aku tidak ingin jika orang lain terluka karena aku" kata Alena


" baiklah tapi sampai berapa lama" kata Elena


" kau ambil alih tubuhku selama berada di perusahaan" kata Alena


" ok baik" kata Elena. Elena langsung mengambil Alih tubuh Alena


tok tok tok


" masuk" kata Elena


" rapat sudah siap" kata Tante Tessa


" baik" kata Elena


Elena pun keluar dari ruangannya. ia berjalan dengan santai di ikuti oleh tante Tessa dan Sekretaris nya


klekkkk


pintu ruang rapat terbuka Elena masuk dengan wibawa sorot matanya tajam mengintimidasi setiap orang yang berada di ruangan


" saya gak ingin basa basi. pak Aria anda di pecat"kata Elena

__ADS_1


" apa maksud ada memecat saya begitu saja"protes pak Aria. ia tidak terima di pecat dari perusahaan ini


" saya bukan orang yang gampang memecat orang. saya memecat orang karena orang itu telah membuat kesalahan" kata Elena datar


" saya tidak membuat kesalahan nona" bela Aria


" maaf Nona apa kesalahan pak Aria hingga nona memecatnya" kata salah satu anggota


" oh masih belum mau ngaku. dan kalau kalian mau tau kenapa saya memecat dia, kalian lihat video ini baik baik" kata Elena. Elena menyuruh sekretaris tante Tessa untuk memutar sebuah Video. layar proyektor menyala menampakan sebuah bukti bukti kesalahan Aria


orang orang yang berada di ruangan tersebut berbisik bisik tentang keburukan Aria. Aria menahan rasa kesal dan malunya. Elena yang melihat itu pun tersenyum miring


" oh iya tuan Aria jika anda ingin balas dendam kepada saya silahkan tapi jangan salahkan saya jika istri dan anak anda yang di kandungan tidak akan hidup lagi" kata Elena santai sambil memainkan pisau lipatnya


" untuk kalian semua jangan pernah macam macam dengan ku atau orang tersayang kalian kena akibatnya" kata Elena berdiri lalu meninggalkan ruangan


Elena memang ceria namun jika dia marah dia lebih sadis dari pada Alena. terkadang Alena kesulitan jika Elena marah dan mengambil Alih tubuhnya


" ah sepertinya aku langsung pulang saja" kata Elena


" tunggu dulu Alena kau harus tanda tangan berkas penting" kata tante Tessa. Elena hanya bisa menghela nafas


duh mana tanda tangan gue beda sama Alena lagi. gue pergi aja deh dari pada gue pusing. batin Elena.


" taruh di meja nanti akan ku tanda tangani dan kau boleh keluar" kata Elena


" baik saya permisi Nona" kata Sekretaris yang bernama Yuna


setelah Yuna pergi Elena langsung keluar dari tubuh Alena. karena Elena mendadak keluar dari tubuh Alena. Alena pun menjadi pingsan. Namun tak beberapa lama ia pun sadar


" El elu kalo mau keluar ngomong dong asal keluar aja" gerutu Alena


" ya maap. tuh kau di suruh tante Tessa untuk tanda tangan berkas, tanda tangan ku kan beda sama kamu" kata Elena saat di cermin


" untung adik" kata Alena


" untung kakak" kata Elena


" hus hus bikin pusing aja" kata Alena. Elena terkekeh ia pun pergi dari cermin. Alena segera menandatangi berkas tersebut tak lupa ia membacanya karena ia tak ingin terjadi masalah di perusahaannya


setelah selesai dengan berkas berkasnya Alena keluar dari perusahaannya menuju ke masion lamanya

__ADS_1


Alena sampai di masionnya di sambut oleh mafioso yang berjaga di sana. Alena melihat mobil teman temannya sudah berada di sana


Alena masuk ke masion lalu menuju ke ruang penyiksaan. sampai di ruang penyiksaan, Alena melihat seseorang yang sedang di siksa oleh 3A ( Alysa,Atalie,Aretha). mereka tak membunuh orang tersebut karena mereka mereka tidak boleh membunuh seseorang tanpa perintah Alena. kecuali mendesak


" kau dapat info" kata Alena


" kami mendapatkannya, dia adalah seorang preman biasa yang di bayar untuk membunuh Atalie" kata Alysa


" siapa" kata Alena


" tuan Endrick Norren dan Nona Lara Norren" kata Kenan


Alena hanya tersenyum sinis saat mendengar nama Marga Norren berarti paman dan bibi Atalie sudah mengetahui keberadaan Atalie dan Aretha. Paman dan bibi Atalie mengira Atalie dan Aretha sudah di bunuh oleh para penculik. karena penculik tersebut mengaku jika mereka sudah membunuh Atalie dan Aretha. namun kenyataannya tidak para penculik itu tidak tega membunuh bayi yang baru lahir


namun di sisi lain Alena memikirkan Atalie. Atalie pasti mengetahui mereka karena ia juga memiliki marga Norren. dan pasti Alena harus menjelaskan nantinya


" Ata kau boleh bermain dengannya, sedangkan Aret dan Aly kalian mundur biar Ata bermain dengannya" kata Alena. Alena memang sengaja memanggil mereka dengan nama singkatan. untuk apa? hanya Alena dan tuhan saja yang tau


" baik Queen" kata Alysa dkk. Alysa dan Aretha mundur membiarkan Atalie bermain main


" jangan sampai mati karena ia akan mati di tangan ku" kata Alena


" baik" kata Atalie


Alena menyuruh Atalie tidak membunuhnya karena ia ingin sekali membunuh seseorang hari ini. Atalie pun bermain main dengan orang tersebut hingga membuat orang tersebut menjerit ke sakitan. Atalie pun selesai bermain main dengan orang tersebut karena orang tersebut sudah sangat lemah


" sudah Queen" kata Atalie


Alena pun mengambil katana kesayangannya. ia berjalan ke arah orang tersebut dan berjongkok di hadapannya


" ini akibatnya jika bermain dengan anak kecil tuan" kata Alena. pria tersebut heran apa yang diucapkan oleh Alena


sebenarnya siapa dia. batin pria tersebut


" kau ingin melihat wajah ku sebelum ajal menjemputmu. baiklah akan ku turuti" kata Alena membuka topengnya. pria tersebut kaget saat melihat wajah Alena. pria tersebut hanya pasrah karena ia sudah masuk ke dalam kandang singa


Alena langsung menebas kepala pria tersebut hingga darah muncrat ke jubah yang ia kenakan


" bereskan dia" kata Alena


Alena segera keluar dari ruangan tersebut dan melepas jubahnya lalu diberikan kepada mafioso untuk di cuci

__ADS_1


" Atalie nanti setelah kita pulang ke masion kau langsung menemui ku" kata Alena


" baik" kata Atalie


__ADS_2