
kini Alena dan Atalie berada di ruangan kerja milik Alena. wajah Atalie menampakan raut penasaran
" huhhhh. Atalie kau pasti penasaran kenapa aku membawa mu kesini. aku ingin membicarakan tentang tuan Endrick Norren dan Nona Lara Norren. kau pasti juga penasaran kenapa mereka memiliki marga yang sama seperti mu dan kau pasti berfikir jika itu ayah ibu mu bukan" kata Alena. Atalie hanya mengangguk saja. Alena pun menghembuskan nafas kasar lagi
" mereka bukan ayah dan ibu mereka adalah paman dan bibi mu. kenapa mereka ingin menghabisi mu karena mereka takut kau akan kembali dan mengetahui kebenaran yang ada" kata Alena
" kebenaran apa" kata Atalie
" aku akan mengatakan kebenaran itu saat tiba waktunya jika aku memberi tahu mu sekarang kau akan bertindak gegabah nantinya dan bisa jadi nyawa mu taruhannya" kata Alena
" tapi aku berhak atas kebenaran itu" kata Atalie
" aku tau kau berhak atas kebenaran itu tapi tidak kau saja yang berhak atas kebenaran yang aku simpan tapi semua teman teman kita mereka juga berhak atas kebenaran yang aku simpan" kata Alena
" sebenarnya kebenaran apa yang kau simpan Alena dan mengapa kami tidak boleh mengetahuinya" kata Atalie
" kebenaran yang akan mengejutkan kalian,kebenaran yang membuat kalian marah,sedih, dan bahagia" kata Alena
" jika kau ingin segera mengetahui kebenaran tersebut kau bisa membantu ku dengan menjadikan Angel Death mafia yang paling di takuti" kata Alena lagi
" tapi mengapa harus menjadikan Angel Death mafia yang paling di takuti dulu baru kami mengetahui kebenarannya" kata Atalie
" karena itu akan memudahkan kalian nanti setelah mengetahui kebenarannya" kata Alena
" baiklah Al" kata Atalie lesu
" aku tau kau ingin mengetahuinya tapi jika kau mengetahuinya dan bertindak gegabah maka orang lain akan terkena imbasnya, kau jangan mencari informasi apapun kau hanya ikuti apa rencana yang telah aku buat" kata Alena
" baik" kata Atalie lesu. Alena pun langsung memeluk Atalie. mereka pun berpelukan. setelah berpelukan mereka keluar dari ruangan kerja Alena
saat mereka keluar mereka sudah di dikerubungi wartawan. wartawan yang di maksud adalah teman teman mereka. mereka banyak melontarkan pertanyaan namun mereka hanya mendapatkan kedikkan bahu dari kedua perempuan tersebut
_____________________________________
__ADS_1
matahari masih malu malu untuk menampakan diri. bunyi Alarm membangunkan seorang gadis. yah gadis tersebut adalah Alena. Alena bangun dan segera mandi karena hari ini ia akan kembali ke sekolah
setelah kejadian penembakan tersebut Alena di skors selama tiga hari dan selama tiga hari tersebut Alena selalu mendapatkan teror dari Diamond King. namun mereka mengirimnya ke markas Angel Death bukan ke masion bari milik Alena
sudah selesai bersiap Alena turun me bawah untuk sarapan. saat sampai di meja makan Alena melihat wajah bibi Lin yang pucat
" bibi kenapa wajah mu pucat apa kau sakit" kata Alena
" aku tidak apa Al" kata Bibi Lin
" jika bibi sakit bibi istirahat saja nanti aku akan menyuruh anak buah ku untuk mengantikan bibi sementara" kata Alena
" baiklah" kata Bibi Lin
Alena dkk pun sampai di sekolah seperti biasa mereka selalu menjadi bahan omongan ntah itu memuji atau menghina mereka sama sekali tak peduli
Alena dkk masuk kedalam kelasnya dan ia selalu mendapatkan bunga, boneka,coklat, dan surat ntah dari siapa yang pasti penggemarnya
Alena selalu membuang surat dan bunganya. sedangkan coklat dan boneka Alena berikan kepada anak anak jalanan. terkadang Alena memberi coklat dan boneka kepada Siswi lain
" cih membosankan" kata Alena saat melihat meja nya
" wihhh banyak sekali penggemar mu Al" kata Derren
" Derren kau bereskan itu semua dari meja ku, aku muak melihat itu semua" kata Alena
" duh siapa sih yang ngirim beginian kalau aku tau orangnya akan ku bejek bejek. kan aku yang susah harus membereskan semua ini" gerutu Derren
Derren pun mulai mengumpulkan surat dan bunga untuk di buang. saat Derren mengambil surat yang ada di meja Alena. Alena melihat salah satu surat yang berbeda
" tunggu Derren. coba kamu kemarikan kertas itu" kata Alena
" yang ini" kata Derren memperlihatkan salah satu surat. Alena puj mengangguk lau Derren memberikan surat tersebut
__ADS_1
yang lain heran dengan Alena tidak biasanya dia mengambil surat tersebut biasanya ia langsung membuang atau membakarnya
" kenapa Al" tanya Alysa
" ada yang meneror ku" kata Alena pelan karena di kelas tersebut sudah banyak murid yang masuk
" siapa" tanya Derren pelan. Alena hanya mengedikkan bahu. tiba tiba terdengar suara yang tak enak di dengar. apalagi kalau bukan teriakan Bastian yang menggelegar
" yo yo yo I'm come back my class" teriak Bastian. langsung mendapat tatapan tajam dari Alena dkk. Bastian yang di tatap hanya menampakan cengirannya
" lama lama telinga gua pecah gara gara lo teriak" kata Kevan baru masuk di susul oleh Erick dan Alvin
" Wihh kau menerima cinta dari penggemar mu Al" kata Bastian saat melihat surat yang Alena pegang. seketika Bastian mendapat 2 tabokkan dari Kevan dan Erick. Alvin yang mendengar itu pun langsung mengeras kan rahangnya
" suka bener ya mukulin gue" kata Bastian mengusap bahunya yang kena tabokan
Kevan dan Erick melotot ke Bastian. mereka mengisyaratkan untuk melihat Alvin dan Alena melalui bola mata. Bastian pun melihat Alvin dan Alena seketika ia sadar jika ia salah bicara
" ups maap gue salah ngomong" kata Bastian
Erick dan Kevan hanya tepok jidat. kenapa mereka memiliki sahabat seperti Bastian. Alena hanya diam tak menggubris perkataan Bastian ia menyimpan surat tersebut ke dalam kantongnya. itu yang membuat Alvin kesal dan keluar dari kelas
yang lain hanya heran dengan kepergian Alvin. Alena hanya cuek saat melihat Alvin pergi, ia memainkan game online. yang lain pun duduk di kursi masing masing sambil bercerita.
pelajaran pun di mulai guru sibuk menjelaskan tentang Materi sedangkan Alena ia masih fokus dengan game onlinenya. guru yang hampir terbiasa dengan sikap Alena hanya cuek yang penting Alena bisa menjawab pertanyaan yang di berikan
.
.
.
.
__ADS_1
.
thanks yang udah Like, komen dan Vote