Yes,I'M Queen Mafia

Yes,I'M Queen Mafia
eps 22


__ADS_3

Alena dkk sekarang berada di mobil mereka berjalan ke arah masion. namun Alena melihat sebuah mobil yang mengikuti Mobil mereka. Alena yang melihat itupun hanya tersenyum miring


" kak Deon,Derren,Atalie kita semua berpencar saat di persimpangan nanti" kata Alena


" tapi kenapa kita harus berpencar" kata Derren


" ada yang mengikuti kita" kata Alena


" baiklah" kata mereka


" nanti kita akan berkumpul di sebuah kafe nanti aku hubungi lagi" kata Alena


saat tiba di persimpangan Alena dkk pun berpencar dan mobil tadi mengikuti mobil Alena. Alena yang di ikuti pun tersenyum sumrik. Alena melajukan mobil nya masih dengan kecepatan sedang. saat melihat Lampu lalu lintas akan berwarna merah Alena pun melajukan mobil nya. mobil yang mengikuti Alena pun terjebak dalam lampu merah dan kehilangan jejak


sial ternyata dia tau kalau aku mengikutinya. batin orang itu


Alena yang sudah tidak di ikuti pun tersenyum tipis.


" Al dari mana kau bisa mengendarai mobil secepat tadi" kata Alysa


" aku di latih kakek ku" kata Alena datar


" Al jika kita tinggal di masion pasti orang yang mengikuti kita akan tau jika kau adalah seorang Mafia" kata Alysa


" nanti kita pindah ke masion baru agar tidak ada yang curiga" kata Alena


" kak Deon,Derren,Atalie kita berkumpul di kafe xxx di jalan xxxx" kata Alena


" kami sedikit lagi akan sampai" kata Deon


" kami juga" kata Derren


" kayak nya kami akan terlambat kami akan mengurus mobil yang mengikuti kita" kata Atalie


" apa kalian bisa mengurus mereka" kata Alena


" tenang aku ingin menguji kemampuan ku dalam berkendara" kata Atalie


" baiklah kami tunggu" kata Alena


Alena pun melajukan mobilnya ke arah kafe. saat sampai di kafe Alena sudah di tunggu oleh yang lain di parkiran. Alena pun memarkirkan mobilnya dan ia pun turun. saat Alena turun banyak pria yang melihat ke arah nya namun Alena tak memperdulikan


mereka pun masuk mereka memilih kursi di pojok tempat kesukaan Alena. mereka pun duduk memesan minuman


" Al bagaimana jika kita di ikuti lagi pasti akan terbongkar rahasia kita" kata Davino


" kita beli masion baru" kata Alena


" tapi kan membeli masion itu sangat mahal" kata Derrel


" eh dodol apa lu lupa kalau masion yang kita tempati itu punya Alena" kata Derren


" eh iya iya, tapi apa betul kamu yang membelinya sendiri" kata Derrel

__ADS_1


" hmm" kata Alena. percakapan mereka pun terhenti sebentar karena pelayan mengantarkan minuman


" nanti kita akan tinggal dimana" kata Deon


" nanti aku akan beli masion yang tidak jauh dari masion lama karena jika ada masalah kita tidak perlu berjalan jauh jauh" kata Alena


" setuju aja kalau kamu yang beli Al" kata Derren. yang lain pun hanya mengangguk saja. mereka pun mengobrol yang di selingi candaan dari mulut Derrel dan Derren. Alena hanya diam saja sebagai pendengar setia


di jalan


Atalie dan mobil yang mengikuti nya pun terjadi Adu kecepatan. mobil mereka saling menambah kecepatan. Atalie yang bosen beradu kecepatan pun menginjak rem dan memutar mobil nya 90° jadi sekarang mobil Atalie sedang menghadang mobil yang mengejarnya


mobil yang mengejar pun mengerem mendadak dan membanting stir hingga menabrak pembatas jalan untungnya pengemudi itu Ahli jadi tidak ada luka sedikit pun hanya saja bemper nya saja yang peyok peyok


Atalie yang melihat itu pun mulai melajukan mobil nya dan menuju kafe. ia tak peduli dengan keadaaan orang yang ada di dalamnya


"Ais tadi itu kurang seru Atalie" kata Aretha


" kalau ini bukan mobil Alena pasti aku udah menabrak mereka dengan mobil ini" kata Atalie


" andai saja dulu pengasuh kita tidak ganti pasti kita masih latihan mobil lagi, aku kangen dengan pengasuh kita" kata Aretha bersedih


" sudah lah yang penting pengasuh penggantinya tidak lah jahat" kata Atalie


" hmm iya juga sih" kata Aretha


mereka pun sampai di kafe. mereka langsung masuk ke dalam kafe dan menemui Alena dkk


" beres" kata Atalie


" tapi tadi tidak seru karena Atalie menghadang jalan mereka dan mereka menabrak pembatas jalan coba saja aku yang bawa mobilnya ku pastikan mobil yang tadi masuk jurang" kata Aretha cemberut


" hais kalian tu gak berubah kalau soal mobil aja kalian cepet" gerutu Alysa


" elu kalau soal motor gin cepet" kata Aretha. Alysa hanya cengengesan saja


" jadi kalian bisa mengendarai motor dan mobil" kata Davino


" hmm sebenarnya kami bisa mengendarai mobil, tapi Alysa tidak terlalu tertarik dengan Mobil jadi jika ada yang bertanya kepada Alysa apakah dia bisa mengendarai mobil pasti dia jawab tidak karena dia tidak suka mobil. berbeda dengan kami, kami paling suka mobil tapi yang paling jago adalah Aretha bahkan dia tidak sayang dengan nyawa nya sendiri kalau sudah naik mobil" kata Atalie


" tapi siapa yang mengajarkan kalian mengendarai mobil dan motor" tanya Derren


" pengasuh mereka" jawab Alena


" bagaimana kau bisa tau Dek" kata Deon. Alena hanya mengangkat kedua bahu nya


" apa sih yang gak di ketahui Alena. emang benar apa yang dikatakan Alena" kata Derrel


" iya benar yang di katakan Alena pengasuh kami lah yang mengajarkan kami. mereka di kenal sebagai King dan Queen Racing. makannya mereka mengajari kami mengendarai" kata Aretha


" siapa nama mereka" kata Davino


" Marven Lorren dan Prisiliya Lorren" kata Alysa

__ADS_1


" tunggu dulu sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana ya" kata Davino mengingat ingat


" hah iya Marven Lorren itu bukan nya Leader mafia The Bolds " kata Davino


" ntahlah kami juga tidak tau, kami tidak ingin mengetahui identitas pengasuh kami lebih jauh" kata Alysa


" Mereka kakek dan nenek gue" kata Alena


" hah yang bener lu Al" kata Davino terkejut


" tapi kenapa di mana lo gak ada nama marga Lorren" kata Derren


" nama Asli gua Alena Anastasya Smith kenapa gue gak ada marga Lorren karena Anak dari kakek gua itu cuma Mommy gua. sebenarnya gua itu punya saudara kembar namun ia meninggal saat di lahirkan. jika saudara kembar gua selamat dia lah yang menggunakan Marga Lorren dan aset keluarga Lorren jadi miliknya" jelas Alena


" jadi kamu pemilik sekolah dong" kata Alysa


" hmm" kata Alena


" pantas saja kau tau ada kamera tersembunyi, dan kau tidak di keluarkan dari sekolah" kata Aretha


" jadi kamu adalah anak tuan Smith yang termasuk orang terkaya no 8 di dunia" kata Davino


" hm" kata Alena


" pantas saja kau dengan mudah ingin membeli masion baru " kata Davino


"maksudnya masion baru itu apa" kata Atalie


" nanti kita akan pindah ke masion baru yang tidak jauh dari masion lama. karena kita tidak ingin ada seorang pun yang tau identitas kita" kata Derrel


" ohh" kata Atalie


" dek apa kamu tadi tau siapa yang kita" kata Deon


" Alvin dkk" kata Atalie


" bagaimana kau tau mereka" kata Deon


" aku melihat plat kendaraan nya karena plat kendaraan mereka, karena cuma keluarga Wilson yang mempunyai No Plat itu" kata Atalie


" apa sih mau mereka itu selalu menggangu kita saja, padahal kita tidak punya masalah apa apa" gerutu Alysa


" sudahlah sekarang kita kerumah sakit" kata Alena


.


.


.


.


maaf kakak baru bisa up

__ADS_1


__ADS_2