
pagi cerah pun tiba. Alena bangun dan mengumpulkan nyawa nya sebenarnya Alena sangat malas bangun jika bukan janji nya terhadap Vika karena tadi malam Alena sedang membereskan masalah yang ada di cabang perusahaan jadi Alena tidur hingga menjelang pagi
Alena pun membangunkan Vika untuk mandi
"Vika bangun.." kata Alena menepuk nepuk pipi Vika. Vika yang terusik menggeliat kan tubuhnya
" emh kak Vika masih ngantukk" kata Vika
" emm ya udah deh kakak main sama Michel dan Sena sendiri aja deh" kata Alena
" Vika udah bangun kok kak" kata Vika telonjak saat mendengar Michel dan Sena Vika akhirnya bangun dan duduk tegap. Alena hanya terkekeh melihat Vika
" iya sudah sekarang Vika mandi sarapan baru bermain dengan Michel dan Sena" kata Alena
" oke" kata Vika berjalan ke luar dan menuju kamarnya
Alena pun segera bergegas mandi. setelah mandi Alena pun memakai baju santai ia memakai celana pendek selutut dan kaos oblong warna putih. rambut di ikat seperti buntut kuda. karena Alena lebih suka jika rambutnya di ikat
Alena keluar kamar dan masuk ke kamar Vika. namun saat masuk ia di kejutkan dengan kamar Vika yang berantakan karena baju yang berserakan
" astaga Vika ini kenapa kamarnya berantakan seperti ini" tanya Alena terkejut
" eh kak Al, tadi Vika mau cari baju yang sama kayak kak Al pake tapi Vika gak tau kak Al pakek baju kayak apa jadi Vika ngambil baju mau tanya sama kak Al" kata Vika
" Astaga Vika Vika, sekarang lihatkan kamarnya jadi berantakan seperti ini. sekarang Vika pakai baju ini dan habis pakai baju Vika bantu kakak beresin kamar" kata Alena
" kenapa gak nyuruh bibi Lin" tanya Vika
" yang bikin kamar berantakan siapa" kata Alena
"Vika" kata Vika
" nah jadi Vika yang harus membersihkan kamar Vika. Vika tidak boleh tergantung dengan orang lain terus. jika kita bisa mengerjakan sesuatu sendiri maka kerjakan, tapi jika kita tidak bisa mengerjakan sesuatu sendiri kita baru meminta bantuan orang lain. kita harus belajar mandiri sejak dini" kata Alena
" yah jadi Vika harus membersihkan sendiri dong" kata Vika
" kakak Akan bantu Vika, sekarang Vika pakai baju dulu" kata Alena
" oke kak Al" kata Vika. Vika pun berjalan ke kamar mandi untuk memakai baju. Alena pun memunguti baju di lantai dan mulai menyusun ke dalam lemari
" sini kak aku bantu" kata Vika berada di belakang Alena
" eh kunti,, astaga Vika bikin kaget aja sih" kata Alena saat mendengar suara Vika
" hehehe maaf kak, ya udah kak aku bantu" kata Vika. Vika pun membantu Alena. setelah semuanya beres Alena membantu Vika menyisir rambut. sama seperti Rambut Alena,rambut Vika pun di ikat seperti buntut kuda
setelah menyisir rambut, Alena dan Vika turun untuk sarapan. saat di ruang makan sudah terdapat yang lainnya
__ADS_1
" Al" kata Aretha
" hmm"
" tadi kita dapat sebuah teror yang berupa boneka yang hancur dan di tusuk dengan pisau" kata Aretha
" kau tau siapa pelaku nya" kata Alena
" aku masih menyelidiki tapi dugaan ku tertuju pada Mafia Diamond King" kata Aretha
" bagaimana kau bisa tau" tanya Davino
" Aku menyuruh Alysa untuk melihat CCTV siapa yang mengirimnya saat di liat dari Cctv memang kurir yang mengantarkannya namun saat di lihat lebih teliti terdapat tato dan anting yang berbentuk Diamond dan mahkota. bentuk itu hanya di miliki Oleh Diamond King" kata Aretha
" tunggu dulu Diamond King itu bukannya mafia terkuat no 5" kata Derrel
" iya betul" kata Aretha
" Kita harus waspada dan mengetatkan keamanan" kata Alena
" kak Bibi Lin masak nya lama ya aku udah laper ni" celetuk Vika
" makanannya sudah jadi Nona kecil" kata Bibi Lin sambil menyajikan hidangan
" ih bibi Lin kok lama betul sih bikin makanannya Vika udah laper nihh" kata Vika
" maaf Non bibi tadi kesiangan bangunnya " kata Bibi Lin
" sudah sekarang makan" kata sang empu
seketika ruangan menjadi sunyi dan hanya terdengar dentingan sendok mereka makan dalam diam. setelah makan mereka bermain bersama Michel dan Sena.
mereka pun berjalan ke kandang Michel dan Sena. saat melihat Alena Michel dan Sena pun berjalan ke arah Alena. namun saat mereka melihat Alysa dkk mereka mengaung dan tatapan mereka pun menjadi tajam
" tenang mereka teman teman ku jadi tidak berbahaya" kata Alena menenangkan Michel dan Sena
Michel dan Sena pun tenang. sekarang mereka bermain dengan Vika sedangkan yang lainnya hanya mengawasi saja
"Dek apa kita jadi pindah rumah" kata Deon
" jadi lusa kita akan pindah" kata Alena
" hah kau sudah membelinya" kata Davino terkejut
" sudah" kata Alena
" apa masionnya dekat dari sini" tanya Alysa
__ADS_1
" ya dekat sekitar 2-3 km dari sini, namun masion kita nanti tidak sebesar masion yang kita tempati masionnya hanya terdiri dari tiga lantai saja" kata Alena
" tidak masalah bagi kita lagi pula masion itu pasti muat kan menampung kita" kata Atalie
" tapi Al nanti siapa yang akan menempati Masion ini sedangkan para mafioso kau taruh di masion lain" tanya Aretha
" masion ini akan di tempati oleh para mafioso wanita" kata Alena
" kenapa hanya para mafioso perempuan saja" tanya Derrel
"pikir aja sendiri" kata Alena acuh
" saelah gini amat punya teman yak" kata Derrel
" emang lu teman gua" kata Alena sontak membuat yang lain tertawa terbahak bahak
" hahaha lu lawan Alena ya pasti kalah lah bang" kata Derren
" adek kagak ada akhlak lu ya" kata Derrel
" gini gini juga adek lu bang" kata Derren
" ya bagaimana pun lu tetap adik gua dan keluarga yang gua punya" kata Derrel menepuk pundak Derren. namun berbeda dengan yang lain mereka terlihat murung karena mereka tak memiliki keluarga.
Alena yang melihat itu pun teringat pada Elena. jika saja Elena masih hidup pasti dia masih memiliki keluarga yang mendukungnya. ya walaupun sebenarnya Elena berada di tubuhnya tapi Alena ingin Elena mempunyai tubuhnya sendiri
namun Alena hanya bisa pasrah apa yang sudah di rencanakan Tuhan kepada nya. Derrel yang melihat lainnya menjadi murung ia pun bersuara
" tapi sekarang bukan hanya Derren keluarga yang gue punya tapi kalian semua adalah keluarga yang gue punya" kata Derrel
" kita semua keluarga" kata Derren. akhirnya mereka pun tersenyum kembali. hanya Alena yang tetap memasang wajah datarnya. tapi di hatinya sangat lah senang memiliki mereka semua
" eh tunggu dulu bukannya Kalian bertiga hebat dalam bela diri tapi kenapa kalian tidak mencoba melawan Abel saat melabrak kalian" tanya Deon
" sebenarnya kami bisa melawan mereka namun kami tidak ingin di keluarkan dari sekolah" kata Alysa
" oh begitu" kata Deon
" eh Al kapan kita menjenguk adik Fabian" tanya Davino
" kenapa lu pingin jenguk adik Fabian, lu suka sama adik Fabian " kata Deon sinis
" yaelah elu posesif amat sih lu gua kan cuma nanya apa salah nya coba" kata Davino
" nanti siang kita kerumah sakit" kata Alena. Deon yang mendengar pun bersorak
" jangan senang dulu sapa tau adik Fabian udah punya pacar" kata Derren
__ADS_1
" gak ada pria yany boleh jadi pacarnya kecuali aku" kata Deon
" kita boleh mencintai seseorang tapi jangan pernah memaksa seseorang mencintai kita, karena cinta yang sebenarnya itu adalah cinta yang tulus dan bukan paksaan. Cinta juga tidak harus memiliki. Tuhan sudah menentukan pasangan kita jika kalian berjodoh pasti kalian akan di satukan" kata Alena