
"Al" seru Aretha yang sedang memakan camilannya sontak membuat Alena mengalihkan pandangannya ke Aretha
Ya mereka sekarang berada di rumah Alena atas kejadian tersebut kegiatan berkemah pun di bubarkan. Alena juga menceritakan apa yang terjadi sebenarnya dan mendapatkan perlawanan dari Sindi namun panitia menengahi
" apa" kata Alena
" gue yakin Sindi akan mengadu kepada orang tuanya dan akan kembali mencelakai lo lagi" kata Aretha
" sebelum mereka mencelakai Alena mereka akan ku buat hancur terlebih dahulu" celetuk Alvin yang baru saja tiba
" cih pahlawan kesiangan" kata Aretha. Alvin diam tak menanggapi perkataan Aretha ia sibuk mencari seseorang
" Vika di taman belakang sedang bermain dengan Cici" kata Alena yang sedang asik menonton tv
" oh"
" gimana kita ke taman aja" usul Atalie
" boleh deh" All
Mereka semua berjalan ke taman belakang milik Alena. Saat sampai di taman Alvin dkk terpesona dengan keindahan taman tersebut namun mereka tidak menemukan Vika di taman tersebut
" kemana Vika" tanya Alvin
" ikutin aja" kata Derrel
Alvin dkk pun mengikuti yang lain. Langkah mereka terhenti saat berada di depan tembok yang menjulang tinggi. Alena menekan tombol yang berada di tembok tersebut seketika tembok tersebut berputar 90°. Mereka langsung masuk kedalam taman tersebut
Alvin dkk melihat Vika sedang bercengkrama dengan 3 harimau putih 2 di antaranya sudah dewasa. Vika menoleh ke arah mereka dan berlari ke arah mereka. Berbeda dengan ekspresi Vika yang senang 2 harimau dewasa itu mengaung membuat semua berkidik bahkan sahabat sahabat Alena yang sudah terbiasa dengan 2 harimau dewasa tersebut
" kakak!!" kata Vika berlari kearah Alena dkk begitu juga dengan Cici. Harimau kecil itu nampak senang saat melihat Alvin membuat yang lain terkejut dengan Sikap Cici kepada Alvin. Bahkan kepada sahabat Alena saja Cici sering terlihat garang
Alvin yang melihat Cici mendekat langsung merentangkan tangannya dan Cici melompat masuk dalan delapan Alvin. Alvin mengelus ngelus kepala Cici. Perlakuan Alvin terhadap Cici membuat Michel dan Sena menjadi diam dan tidak mengaung
" Vika kau sedang apa" kata Alena berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Vika yang masih pendek
" Sedang menggambar di temani sama Cici, Michel, Sena, dan Bibi Lin" kata Vika
__ADS_1
" oh ya apa kakak boleh liat apa yang sedang di gambar Vika kecil kakak ini" kata Alena
" boleh"
Mereka pun berjalan untuk melihat apa yang di gambar oleh Vika
" Lihat kak, Vika gambar Papa, Mami, dan Vika " kata Vika dengan seyum di wajahnya. Membuat Alena diam memandangi gambar yang Vika buat
" Vika kenapa papa dan mami Vika tidak di beri warna" tanya Erick
" Karena papa dan Mami Vika sudah tiada" kata Vika sedih " Tapi Vika tau jika papa dan mami selalu ada di samping Vika walau mereka sudah tiada" kata Vika sambil tersenyum
semua di bikin terharu dengan Vika bahkan Aretha, Atalie, dan Alysa memeluk Vika mereka menangis. Alvin melihat ke arah Alena ia melihat Alena sedang mengepalkan tangannya meremas kertas yang ia pegang. Alvin langsung menarik Alena ke dalam pelukannya. Alena mengeratkan pelukannya
Semua terkejut karena Alena di peluk Alvin dan tidak marah. Derren memberi isyarat untuk Diam dan memberitau jika Alena sedang menangis. Lagi lagi mereka terkejut dengan penuturan Derren karena mereka tidak sadar jika Alena menangis bahkan mereka tidak mendengar isak tangis Alena
Alvin mengusap punggung Alena agar Alena tenang. Alena melepaskan pelukannya ia sudah merasa tenang. Matanya menjadi sebab karena menangis. Alvin menghapus air matanya dengan lembut
" kakak maafin Vika karena Vika, kakak dan teman teman kakak menangis" kata Vika tertunduk sedih. Cici mengelus ngelus kan kepalanya ke tubuh Vika agar tidak sedih
Alena berjongkok. " Vika gak salah kok, kakak dan teman teman kakak hanya merindukan orang tua kami" kata Alena
" Vika dengerin kakak, Vika gak salah. Vika gambar orang tua Vika karena Vika rindu mereka kan?" kata Elena. Vika pun mengangguk
" tapi Vika gak mau sedih gara gara Vika" kata Vika
" Kakak akan sedih jika Vika sedih" kata Elena
" Vika gak bakal sedih lagi, Vika gak mau kakak sedih gara gara Vika" kata Vika
" gadis pintar" kata Elena. Vika tersenyum dan membisikan sesuatu kepada Elena. Seyum Elena mengembang saat Vika membisikkan sesuatu
" Kalian harus kuat aku tau apa yang kalian" kata Elena. Semua terkejut kecuali Alvin the geng karena Elena mengambil alih tubuh Alena. Mereka tersenyum dan mengangguk. Mereka semua kembali ceria apalagi kelakuan Michel ke Bastian yang membuat mereka tertawa. Namun tawa mereka terhenti karena Ponsel Kevan berbunyi
Drttt Drttt Drttt
" halo pah"
__ADS_1
"............."
" Apa?" seru Kevan membuat semua terkejut dan menatapnya
"..........."
" baik sekarang papa kasi tau dimana rumah sakitnya aku akan kesana"
" ......"
" baik pa" Kevan
" siapa yang sakit" tanya Erick
" Mama gue masuk rumah sakit penyakitnya kambuh lagi dan sekarang mama gue koma. Gue balik duluan ya guys" kata Kevan khawatir
" Gue ikut" kata Alena saat kembali ke tubuhnya
" Kami semua ikut" kata Alvin. Kevan mengangguk ia bergegas menuju kerumah sakit
" Vika kakak pergi dulu, jadi anak yang baik oke" kata Alena. Vika mengangguk paham. Mereka menyusul Kevan ke rumah sakit
Di sisi lain
Kenan sedang ada di aula latihan ia meninju samsak dengan kuat ntah mengapa hari ini ia merasa ada yang aneh dalam dirinya namun ia menepis semua itu dan memutuskan untuk latihan
Drtttt Drttt Drttt
bunyi ponsel membuat Kevan memberhentikan aktifitasnya dan mengatur nafas nya. Ia mengambil Ponsel tersebut dan tertera nama Alena
" halo ada Lena"
".........."
" Siapa yang Sak..." Tut tut tut
Sambungan Telepon di putus oleh Alena membuat Kevan Khawatir. Ia pun langsung bergegas untuk mengganti pakaian dan langsung ke rumah sakit
__ADS_1
Sesampainya Di rumah sakit Kenan mecari dimana Alena Berada. Ia berlari agar cepat menemukan Alena. Akhirnya Kenan menemukan Alena namun langkah nya terhenti saat melihat sosok yang tak asing bagi nya