
Setelah berganti baju mereka berdua ikut gabung dengan yang lainnya. Mereka semua mencoba menggoda keduanya sayangnya tidak berhasil karena mereka nampak tidak perduli dengan omongan mereka
" Apa kalian menikmati dingin nya air" kata Bastian menggoda namun tak di perdulikan oleh kedua manusia tersebut
" Guys gimana kalau Lusa kita ke pantai dekat Villa gue mumpung kita masih ada waktu libur" Kata Bastian
" Sejak kapan lo punya Villa sendiri" kata Kevan
" Villa bokap sih tapi nanti kan jadi Villa gue juga, Gimana kalian mau tidak??" kata Bastian
" Gimana Al?" tanya Derrel
" oke tiga hari doang" kata Alena yang merebahkan dirinya dan menjadikan kaki Deon bantal, Alvin mendengus kesal ia cemburu dengan Kejadian Bryan tadi dan di tambah pemandangan yang tak mengenakkan
" Gue juga mengajak Vika, Ricki, dan Bibi Lin" kata Alena
" No Problem lagi pula Villa nya luas" kata Bastian
" Guys gimana kalau nanti malam kita ke pasar di sana ada beberapa wahana seru" kata Kevan
" Bagus tu gue udah lama gak ke pasar malam, Gimana Al??" kata Alysa
" Terserah!!" kata Alena
" Kakak mau kemana" kata Vika muncul dengan Cici
" Nanti malam kami mau ke pasar malam dan lusa kita ke pantai" kata Deon menyela sebelum Alena menjawab
" Apa aku boleh ikut" kata Vika dengan mata berbinar
" Tentu" kata Alena
" Apa Vika boleh mengajak Ricki" tanya Vika di balas anggukan oleh Alena
" Terima kasih kakak" kata Vika menghampiri Alena dan mencium pipi Alena
" Dek??" panggil Deon
" hmm" jawab Alena
" Apa kakak boleh membawanya"
" Siapa???" kata Alena pura pura tidak tau
" Ck!! jangan pura pura pura tidak tau" kata Deon kesal
" Memang aku tidak tau" kata Alena acuh tak acuh
" Ck!! apa aku boleh membawa Adel" kata Deon kesal membuat Alena puas
__ADS_1
" Tentu, bukannya ini kencan pertama kalian"
" emm..... ya" kata Deon sedikit kikuk
" Kevan bagaimana keadaan Bibi" tanya Alena
" Kemarin ibu ku sudah melewati masa Komanya dan Tadi malam ibu ku sudah siuman" kata Kevan
" Syukurlah"
" Al boleh aku bertanya sesuatu" kata Kevan
" apa??"
" Kenapa kak Kenan selalu melakukan perintah mu dan tunduk terhadap mu??" kata Kevan membuat Alena menjadi bungkam memikirkan kata yang tepat
" Kakak mu sendiri yang patuh dan tunduk kepada ku padahal aku cuma membantu nya dari orang-orang yang mengejarnya" kata Alena berbohong
" Siapa yang mengejar kakak ku"
" ntahlah padahal hari itu aku langsung memberi uang dan meninggalkannya karena aku melihatnya dalam keadaan baik baik saja hanya saja ia sedikit kehausan namun ia mencari ku dan ingin selalu di samping ku ya sudah aku suruh dia menjaga kucing kesayangan ku"
" Terima kasih Al karena mu kakak ku kembali"
" tak perlu berterima kasih karena ini sudah takdir tuhan" kata Alena di balas anggukan Oleh Kevan
Mereka semua sepakat untuk berkumpul di rumah Alena karena jarak rumah Alena dekat dengan pasar Malam
Alena menambah pasukan bayangannya karena mereka semua akan keluar membawa Vika dan Ricki
Alena perlu waspada karena mereka tak tau jika musuh tiba tiba menyerang ditambah lagi Sindi akan memulai permainan nya
Mereka semua sudah berkumpul begitu pula dengan Adel yang diantar oleh Fabian
" Jaga Adik gue jangan sampai lecet" kata Fabian tegas
" Tenang gue bakal jaga dia dengan nyawa gue" kata Deon percaya diri
" baiklah aku percaya pada mu" kata Fabian lalu memandang ke arah Adel
" Berhati hatilah disana kau harus jaga diri" kata Fabian
" Iya kakak aku bukan anak kecil lagi, lagi pula ada Kak Deon yang menjaga ku" kata Adel
" Ya ya kakak percaya pada nya, kakak pergi dulu" kata Fabian mencium kening Adel membuat Deon cemburu dan memajukan bibirnya. Fabian pun pergi meninggal kan Adel dan yang lain
" Jika kau merajuk seperti itu kau jelek dan aku tidak suka laki laki jelek" kata Adel bercanda Namun tanpa ia duga Deon mencium kening nya membuatnya mematung
" Aku tampan jika aku tidak tampan mana mungkin kau mau dengan ku" kata Deon tersenyum manis
__ADS_1
" Ekhemm... dunia serasa milik berdua" kata Atalie menyindir membuat Adel menjadi malu. Derrel langsung menarik pinggang Atalie
" Kita juga memiliki dunia sendiri sayang" kata Derren gombal membuat Atalie salah tingkah dan memalingkan wajah
" Sejak kapan kau pandai ngegombal" kata Derren
" Sejak namanya berada di hati ku" kata Derrel. membuat semua orang ingin muntah
" Apa sudah berkumpul semua" tanya Kevan
" belum Vika belum kemari" kata Alysa
" Itu Vika" kata Ricki
" ya sudah ayo kita berangkat" kata Bastian mereka pun masuk ke mobil masing masing
Alena ingin masuk ke dalam mobil namun tangan nya di tarik oleh Alvin. Alena mencoba memberontak namun cengkeraman Alvin semakin kuat
" Alvin lepas!!!" kata Alena memberontak
" Tidak, kau ikut dengan ku" kata Alvin
" Bagaimana dengan Vika dan Alysa" tanya Alena saat di samping mobil Alvin
" Biar Kevan yang mengurus" kata Alvin merebut kunci mobil Alena dan melemparkan ke arah Kevan
" Masuklah" Alvin membukakan pintu buat Alena. Alena mau tak mau masuk ke dalam mobil Alvin dengan wajah dinginnya
Alvin langsung masuk ke mobil dan mereka semua berangkat ke pasar malam. Di dalam mobil Alvin merasakan udara yang sangat dingin
" Maafkan aku, aku hanya ingin berdua dengan mu" kata Alvin memandang Alena sejenak. Alena diam saja tak bergeming
" Oke aku salah, tapi tolong maafkan aku" kata Alvin meraih tangan Alena dan mengelusnya
" lupakan" kata Alena dingin menarik tangannya. Membuat Alvin diam dan ia kembali fokus menyetir
.
.
.
.
.
.
Komen dong kakak jadi Athor biar semangat nulisnya:v
__ADS_1