
" nama aku Derrel Ansanio dan ini adik aku Derren Ansanio kami berdua kembar kami dari bayi sudah berada di panti asuhan, saat umur kamu 10 tahun panti asuhan tersebut terbakar dari sebagian anak yang ada di panti asuhan itu ada yang selamat namun terdapat luka bakar ringan namun tidak dengan ibu panti kami dia meninggal karena menyelamatkan kami akhirnya kami semua berpisah dan mencari jalan hidup kami, kami berdua memang memiliki ilmu bela diri jadi kami memakai ilmu itu untuk menjadi preman tapi walau bagaimana pun kami sempat sekolah tapi beberapa hari lalu kami dikeluarkan dari sekolah akibat ikut dalam tauran" kata Derrel
" Nama aku Davino Gilbert aku di pisahkan dengan orang tua ku saat aku umur 5 tahun dan aku menemukan keluarga baru dan mereka mengajari aku berbagai hal dan aku juga mendapat kasih sayang, namun kasih sayang itu tidak bertahan lama, kedua orang tua baru meninggal karena terjadi tabrakan saat itu aku berumur 9 tahun saat itu aku gak tau mau hidup bagaimana pun, tapi di saat itu aku ketemu para preman mengajak aku untuk bergabung aku pun bergabung tapi jika aku masih di ijinkan sekolah karena orang tua aku bilang jika sekolah itu penting, aku pun satu sekolah dengan mereka tapi beda kelas saja aku pun di keluarkan karena terlibat tauran" kata Davino
"baiklah nama aku Alena Anastasya aku membawa kalian untuk menjadi salah satu anggota mafia ku nanti" kata Alena dingin, matanya menunjukan betapa marah nya dia
"apakah kau ingin mendirikan sebuah gangster mafia hanya untuk balas dendam" tanya Deon
" balas dendam adalah tujuan utama ku, tapi aku juga ingin membantu pihak polisi dan militer, aku juga ingin membuktikan bahwa aku tidak lemah, dan aku akan mengambil alih mafia yang dia dirikan kakek ku karena saat kakek ku tidak ada mafia tersebut menjadi lemah tapi anak buah kakek ku tidak ada yang berkhianat walau pun gangster mereka sudah tak termasuk 10 jajaran mafia terkuat" kata Alena santai
" baiklah aku juga ingin ikut karena ingin membalas dendam ku, tapi Alena bisa kah aku menganggap mu sebagai adik ku" tanya Deon dengan ragu
" hm tak masalah karena aku juga ingin merasakan bagaimana mempunyai kakak laki laki dan umur mu juga lebih tua dari aku" kata Alena
"baiklah" kata Deon
" sekarang kalian istirahat dan kalian bisa pilih kamar yang ada di lantai ini, aku tadi sudah memesankan pakaian untuk kalian nanti bibi Lin akan memberikan kepada kalian" kata Alena
" terima kasih Alena" kata mereka serempak. Alena hanya mengangguk saja dan meninggal kan mereka
Alena turun ia mencari keberadaan Vika karena saat pulang ia tak menyambutnya
"Biyu katakan di mana Vika" kata Alena pada Biyu
Lady Le nona Vika ada di taman bersama bibi Lin kata Biyu
__ADS_1
"baiklah" kata Alena. Alena pun berjalan ketaman untuk mencari Vika. benar saja Vika dan Bibi Lin sedang ada di taman mereka sedang menanam pohon
" Vika " panggil Alena
"kak Al" teriak Vika dan berlari menuju kearah Alena
Alena yang melihat Vika berlari ke arahnya. ia pun langsung berlutut dan mensejajarkan tubuhnya. Vika pun langsung memeluk tapi di cegah oleh Alena
" eisttt tunggu dulu tangan Vika kotor jadi gak boleh peluk peluk kakak" kata Alena. Vika hanya nyengir kuda saja
" baiklah sekarang Vika mandi dan berganti baju" kata Alena
"baiklah kakak, tapi setelah mandi aku boleh memeluk kakak ya" kata Vika dengan Puppy eyes nya. Alena yang melihat itu gemas dan mencubit pelan pipi Vika
"hmm baiklah sekarang Vika mandi" kata Alena mengajak Vika untuk mandi
" baik Nona" kata Bibi Lin
Alena dan Vika pun masuk kedalam rumah dan naik ke lantai atas untuk mandi. oh ya Alena naik ke lantai menggunakan lift. ia sangat malas menggunakan tangga. lift di rumag ini hanya di pakai untuk lantai 3 4 5 saja dan rumah ini mempunyai 2 Lift satu Lift khusus hanya untuk nya dan orang orang terdekatnya.
Alena mengantar Vika sampai kedepan pintu kamarnya. memang Vika tak ingin di mandikan karena ia sudah bisa mandi sendiri. setelah Mengantar Vika, Alena pun masuk ke kamarnya dan mandi karena ia sudah merasa lengket pada tubuhnya
selesai mandi Alena memakai pakaiannya Alena memakai baju santai ia menggunakan celana santai di bawah lutut
setelah selesai memakai baju Alena keluar dan menuju kamar Vika tapi ia tak menemukan Vika dan tak ada bunyi gemericik air di dalam kamar mandi
__ADS_1
" mungkin sudah turun kebawah" gumam Alena
yah benar apa yang di katakan Alena di sana ia melihat Vika bermain dengan 4 pria laki laki yang ia bawa tadi
" sudah akrab ni ceritanya" kata Alena
semua pun kaget dan menoleh ke arah Alena. Vika yang melihat Alena pun tersenyum dan menghampiri Alena
" kak Al teman teman kakak sangat baik sama Vika, Vika suka sama mereka, Vika juga sayang sama mereka" kata Vika dengan antusias
" jadi cuma mereka yang di sayang kak enggak ni" kata Alena pura pura ngambek
" no no no tentu Vika sangat sayang sama kak Al" kata Vika
Alena yang mendengar itu pun langsung tersenyum. 4 lelaki itu terpana dengan senyum manis Alena
" hm baiklah sini kakak peluk tadikan Vika minta peluk sama kakak" kata Alena seraya membawa Vika kedalam pelukan
" Vika sayang sama kakak" kata Vika
" Kakak jua sayang sama Vika"kata Alena
4 pria itu pun tersenyum. ternyata mereka bisa melihat sisi lain dari Alena. Alena pun melepaskan pelukan dan mengajak mereka semua untuk makan. tak lupa ia juga untuk menyuruh bibi Lin bergabung dengan mereka
4 pria itu pun terperangah karena sebenarnya Alena adalah sosok yang baik jika sudah dekat dengan nya namun jika di luar ia menjadi dingin dan cuek
__ADS_1
mereka makan dengan heng tak ada satu pun yang berbicara cuma terdengar dentingan sendok saja
setelah makan Alena mengajak mereka ke ruang keluarga. bibi Lin pun ikut setelah ia mencuci piring