
" kondisi keluarga Gilbert " kata Alena
" sekarang mereka sudah pindah ke negara B dan berkerja sebagai direktur cabang dari perusahaan Smith ayah kamu Al" kata Kenan
" Kecelakaan itu" kata. Alena
" kecelakaan itu di sengaja karena mobil. yang di kendarai tuan Lohan sengaja ditabrak namun orang yang menabrak ikut tewas agar polisi tidak mendapatkan bukti kasus ini" kata Kenan
" apa kau mendapatkan bukti" kata Alena
" dapat" kata Kenan
" bagus, sekarang kau boleh pergi karena sebentar lagi makan malam" kata Alena. Kenan pun keluar dari ruangan Alena
Alena sekarang sedang mengecek perusahaan nya. saat mengecek data perusahaan Alena tersenyum miring
ternyata aku sudah lama membiarkan benalu tumbuh di perusahaan, baiklah aku akan membasmi kalian. batin Alena
Alena pun segera menuju ke ruang makan karena pasti mereka sudah menunggunya
" Bibi Lin habis makan bibi langsung kemasi barang bibi karena kita akan pindah masion" kata Alena
" baik Al"
" kita kenapa pindah kakak" kata Vika murung
" memangnya Vika tidak senang kalau kita pindah rumah" kata Alena
" aku nanti gak bisa main sama Michel dan Sena lagi" kata Vika
" nanti kakak akan kasih kamu hewan peliharaan" kata Alena. Alena tidak mungkin membawa Michel dan Sena karena di masion baru nya itu tidak ada tempat untuk membuat kandang Michel dan Sena. Karena Michel dan Sena harus memiliki kandang yang luas
" yang bener kak, kalo gitu Vika mau baby harimau. boleh kan kak" kata Vika
" astaga Vika hewan peliharaan tu kayak kucing,kelinci,kura kura dan masih banyak lagi yang lucu lucu gitu. kamu kok malah milih harimau kan itu bikin serem" kata Derren
" ih kak Ren Ren baby harimau tu lucu tau, Michel dan Sena aja lucu. pokoknya Vika mau baby harimau" kata Vika Cemberut
" sudah lah Ren biarkan aja nama nya juga anak kecil" kata Derrel
" kak Al Vika maunya baby harimau" kata Vika
" iya nanti kak carikan" kata Alena
" yei yei yei. nanti kalau udah ada baby harimau nya aku kasih ke kak Ren Ren biar di cakar cakar" kata Vika. Derren yang mendengar itu melolot ke Vika. Vika yang di pelototi hanya menjulurkan Lidah ke Derren. yang lain hanya geleng geleng melihat interaksi Derren Dan Vika
__ADS_1
" sudah makan" kata sang Empu. yang lain pun menjadi diam karena sang empu sudah bicara
Setelah makan mereka berlatih termasuk Vika. ia ikut berlatih. Vika memang anak yang pintar, ia sering mendapatkan nilai terbaik saat ulangan harian dan dalam berlatih pun Vika dengan cepat menguasai jurus yangdi berikan Alena
_________________________
sekarang Alena berada di kantin bersama teman teman yang lain tak lupa Alvin dkk ikut bergabung
" siapa yang mau pesen sekalian gue peseni" kata Atalie
" gue nasi goreng aja gin sama jus jeruk" kata Derren
" aku sama'in kayak Derren" kata Deon,Kevan,dan Erick
" aku bakso jus jeruk" kata Bastian
" aku juga sama'in kayak bastian" kata Aretha dan Alysa
" al,rel,vin kalian pesen apa" kata Atalie
" camilan" kata Alena
" gue bantu lu kasian lah lu masa bawa banyak gitu" kata Derrel
" gua juga deh" kata Alvin
" apaan sih gaje tau lah kalian, lagian gua cuma mau bli minuman aja" kata Alvin
" ya udah ayo" kata Atalie
mereka bertiga pun memesan makanan. yang lain hanya menunggu mereka dengan menonton pertengkaran absrud Derren dan bastian. Alena yang melihat pertengkaran absrud itu hanya memutar mata jengah. tiba tiba Alena melihat sesuatu dan memicingkan matanya
" MENUNDUK SEMUA" teriak Alena. seketika semua menunduk
prangg
seketika kaca pemilik kantin pecah karena tembakan peluru. Atalie yang melihat itu langsung terkejut karena jika ia tidak menunduk pasti akan terkena dirinya
Dorr
Aghhh
" berhenti" kata Alena. Alena pun mengejar pelaku penembakan tersebut. penembak itu menggukan peredam suara agar tidak ketahuan. Alena mengejar dan menendang pelaku tersebut hingga tersungkur. pelaku kesulitan berlari karena kakinya tertembak
para siswa pub kaget atas kejadian tersebut dan lebih kagetnya lagi Alena menembak sesorang dengan tepat sasaran
__ADS_1
" apa urusan mu" kata Alena dingin
" aku tak akan memberi tahu mu anak kecil" kata pria tersebut
" kau akan tau sebenarnya siapa aku yang kau panggil anak kecil" kata Alena berbisik ke telinga pria tersebut
" Al kamu gak papa" tanya Alvin saat baru datang dan di susul yang lain
" gpp, Atalie suruh anak buah bawa dia ke kantor polisi" kata Alena. yang Alena maksud kantor polisi adalah ruang penyiksaan
" kenapa gak langsung telpon polisinya" kata Bastian
" jika dia di bawa polisi dia bisa kabur saat di mobil karena dia bukan sembarang orang" kata Alena. tak lama anak buah Alena pun datang dan membawa pria tersebut
"lo bener bener gpp kan Al, lo kok bisa tau sih kalau ada penjahat maka penjahatnya pake peredam suara lagi" kata Alvin.
" gpp. gua gak sengaja liat ada seseorang di semak semak dan menodongkan pistol ke arah kantin" kata Alena
" lo kok bisa bawa pistol" kata Bastian
" gue emang hobi menembak dan gua bawa pistol buat jaga jaga" kata Alena
" pasti nanti lo bakal dapat panggilan tu Al" celetuk Erick
" gk peduli" kata Alena ketus. baru saja Erick bilang eh sudah terdengar pengeras suara yang memanggil nama Alena
panggilan untuk siswi bernama Alena Anastasya harap segera ke ruang BK
sekali lagi panggilan untuk siswi bernama Alena Anastasya harap segera ke ruang BK
" nah loh baru aja di omingin dah di panggil kan" kata Erick. Alena menatap datar Erick dan langsung pergi begitu saja
" oy Dek mau kemana" teriak Deon
"BK" teriak Alena. yang lain pun kembali ke kantin untuk melanjutkan makan yang tertunda
Alena masuk ke ruang BK dengan mendobrak pintu. langsung di sambut dengan sumpah serapah Dari Bu Tina
Alena hanya diam mendengarkan ocehan dari Bu Tika yang menurut Alena sangat membuang waktunya
" kenapa kamu bawa pistol ke sekolah itukan sangat berbahaya" kata Bu Tina
" gue bawa pistol untuk berjaga jaga, ibu lihat kan jika saya tidak membawa pistol pasti penembak tadi tidak tertangkap" kata Alena datar
" tapi kan tetap.........." kata bu Tina terhenti karena Alena pergi begitu saja
__ADS_1
Alena keluar dari ruang BK dengan santai mengabaikan teriakan bu Tina
Alena kembali ke kelasnya karena bel masuk sudah berbunyi seperti biasa Alena tidak memperhatikan pelajaran malah asik mendengarkan lagu membuat guru yang mengajar menjadi naik darah akan kelakuan Alena