
sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamar seorang gadis membuat gadis tersebut pun mengerjap ngerjapkan matanya dan mengumpulkan nyawa. ia pun bangun dengan langkah gontainya ia berjalan ke kamar mandi. gadis itu adalah Alena
Alena sangat malas untuk bangun. Alena pun selesai mandi dan segera memakai seragam sekolahnya
ia turun untuk sarapan, ia hanya makan roti saja karena ia sudah terlambat sebenarnya kalau dia terlambat ke sekolah tidak masalah tapi ia tidak ingin jika Vika terlambat karena Vika menginginkan jika Alena yang mengantarkannya saat sekolah
" Al apa kita tidak terlambat jika mengantarkan Vika" tanya Atalie
" kalau tidak ingin terlambat kalian bisa duluan saja" kata Alena
" kami duluan ya dek karena kami ada ulangan harian" kata Deon
" aku ikut dengan Alena saja, kami ingin merasakan jadi nakal sebentar" kata Atalie terkekeh
" aku juga" kata Aretha begitu juga Alysa,Derrel,dan Derren mereka ikut dengan Alena
" ya udah kami duluan. Ayo dav kamu yang nyetir " kata Deon
" baiklah" kata Davino
mereka pun menjalankan mobil menuju ke tempat tujuan mereka masing masing. Alena dkk pun sampai di sekolah Vika. Alena pun ikut turun mengantarkan Vika masuk ke kelas
" Al kenapa kau ikut turun" tanya Derrel saat melihat Alena ikut turun
" ada urusan kalian ikut gak" kata Alena
mereka tak menjawab namun mereka langsung turun mengikuti Alena yang mengantar Vika ke dalam kelas nya saat di depan kelas Alena melihat satu persatu siswa dan matanya terkunci pada salah satu siswa
" kak Vika masuk dulu ya makasi sudah mengantar Vika sampai ke depan kelas" kata Vika
" iya Vika, tapi kakak boleh tanya gak" kata Alena
" tanya apa kak" kata Vika
" teman Vika yang di bully itu yang mana orangnya" kata Alena
" itu kak, anak cowok yang duduk di belakang" kata Vika menunjuk salah sati murid Cowok. Tebakan Alena pun tepat saat melihat murid cowok tersebut
" ya udah sekarang Vika masuk" kata Alena
" dadah kak Al, kak Ata,kak Retha, kak Lysa, kak Ren Ren, kak Rel Rel" kata Vika masuk ke dalam kelas
"aduh kenapa sih Vika manggil gua Ren Ren sih nanti di kira nama gue Duren" gerutu Derren
" nama nya juga masih kecil" kata Derrel
" apa urusan lo cuma nanya anak yang di bully" kata Derrel
" gak" kata Alena pergi meninggalkan yang lainnya. yang lain pun mengejar Alena dan mereka heran kenapa Alena menuju ke arah ruang kepala sekolah
brak
__ADS_1
pintu di tendang sama Alena hingga pintunya menjadi rusak hingga membuat kepala sekolah terkejut
" siapa yang berani mendobrak ruangan saya" kata kepsek di dalam ruangan
" saya" kata Alena masuk dan langsung duduk
" oh nona Alena ada yang saya bisa bantu" kata Alena. ia bersikap sopan karena Alena adalah penyumbang dana terbesar
" jika anak murid membully apa yang anda lakukan" kata Alena
" saya akan menghukumnya" kata Kepsek itu dengan bingung
" apa hukuman itu berlaku pada anak yang miskin saja atau semua murid di sini" kata Alena
" semua murid nona" kata kepsek masih tidak mengerti
" apakah anda yakin tuan" kata Alena
" yakin nona" kata kepsek masih dengan kebingungan
" saya ingin anda ikut dengan saya karena saya ingin memastikan jika jawaban anda benar" kata Alena
" baik nona" kata kepsek. kepsek pun hanya menurut saja tak ingin mendapat masalah
Alena dan kepsek keluar menuju ke kelas Alena. Alysa dkk? jangan di tanya mereka hanya diam dan mengikuti Alena saja. toh mereka juga tidak tau apa yang di rencanakan oleh Alena
sampai di kelas Vika kepsek langsung membuka pintu dan membuat guru terkejut karena tiba tiba kepsek datang ke kelas. kepsek masuk dan di susul oleh Alena dkk. membuat guru yabg mengajar pun terheran heran
"ada apa kak" kata Vika
" Coba ceritakan teman kamu yang di bully sama kakak kelas" kata Alena
" oh itu pas istirahat Vika ke kantin tapi pas di kantin Vika ngeliat ada kakak kelas dan Ricki. Vika kira Ricki berteman sama kakak kelas itu tapi Vika liat kalau kakak kelas itu dorong Ricki dan mereka bilang Ricki itu miskin gak pantes sekolah di sini. Vika mau nolongi Ricki tapi Vika takut karena kakak kelasnya banyak jadi Vika ngelapor ke guru tapi guru bilang biarkan aja jangan ganggu mereka karena mereka orang kaya" kata Vika
" yang mana Ricki" tanya Alysa
" itu kak" kata Vika sambil menunjuk ke arah Ricki murid cowok yang duduk di belakang
" apa tuan tau masalah ini" kata Alena dingin
" saya tau nona tapi saya tidak bisa menghukumnya karena jika saya menghukum mereka saya akan di pecat" kata kepsek
" pengaruh apa orang tuanya dalam sekolah ini" kata Alysa
" orang tuanya pemilik dari sekolah ini nona" kata kepsek. Alena memberi isyarat kepada Alysa. Alysa yang mengerti dengan apa yang diisyaratkan oleh Alena. ia pun mengambil hp nya dan menelepon seseorang
" halo kak Kenan tolong dalam 5 menit sekolah di tempat Vika menjadi milik Alena" kata Alysa
"......"
" beres" kata Alysa. benar saja dalam waktu kurang dari 5 menit kepsek mendapat pesan jika pemilik baru sekolah ini adalah Alena
__ADS_1
" jadi bapak bisa menghukum mereka, jika orang tua mereka protes bilang ke saya" kata Alena
" baik nona" kata kepsek
" baik kami permisi" kata Alena
" Vika belajar yang baik ok" kata Alena
"iya kakak" kata Vika
Alena dkk keluar dan menuju ke sekolah mereka. mereka jelas terlambat karena mereka sudah meninggalkan jam pertama
Alena sampai di depan gerbang sekolah. gerbangnya di kunci karena sudah jam belajar
" bagaimana kita bisa masuk" kata Derren saat keluar dari mobil dan melihat gerbang nya di kunci
" manjat" kata Derrel
" bukan" kata Alena
" terus bagaimana kita bisa masuk kalau tidak memanjat" kata Derrel
" Aretha sepertinya kau dapat menguji kekuatan mobil ku yang kau pakai" kata Alena. Derrel dan Derren pun tak mengerti apa yang di ucapkan oleh Alena berbeda dekan Aretha dkk mereka mengerti apa yang di maksud oleh Alena
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan memundurkan mobil mereka. Aretha yang sangat senang mendapatkan hal yang seru baginya. Aretha memundurkan mobil nya lalu Aretha langsung menancap gas dan....
Brak
gerbang sekolah pun rusak karena di tabrak oleh mobil yang di tumpangi Aretha. si kembar pun terkejut dengan aksi Aretha karena saat pertama kali melihat mereka. mereka nampak keliatan seperti gadis biasa namun apa yang mereka lihat ternyata salah. mereka pun memarkirkan dan masuk menuju ke kelas mereka
brak
pintu kelas pun menjadi rusak gara gara di tendang oleh Alena. guru dan para murid yang betada di kelas itu pun terkejut
"Alena,Alysa,Atalie,Aretha,Derrel,dan Derren kalian sudah terlambat satu jam pelajaran dan kalian mendobrak pintu tidak sopan kalian apa lagi huat Alena,Derrel dan Derren kalian itu murid baru seha......" kata bu guru namun di potong oleh Aretha
" bu yang menendang pintu kan Alena bukan kita" kata Aretha
"Aretha!!!!" kata bu guru geram
" sudah lah bu bilang aja apa hukumannya kami malas mendengar ceramah ibu" kata Atalie
" baiklah kalian lari lapangan 20 kali" kata Bu guru. mereka pun langsung meninggalkan bu guru
"eh kalian mau kemana" kata bu guru
" ya ngejalani hukuman lah bu, kan ibu yang suruh" kata Alysa
" ya sudah sana" kata bu guru
mereka pun meninggal kan bu guru namun tidak untuk menjalankan hukuman namun mereka menuju ke arah kantin
__ADS_1