
Keesokan hari nya
Kini mereka tengah membereskan barang barang mereka karena hari ini mereka akan pulang. Setelah membereskan barang barang mereka berkumpul
" Apa sudah semua" kata Bastian
" Sudah" Jawab mereka
" Tunggu!! dimana Alena??" kata Alvin saat menyadari jika Alena tidak bersama mereka
" Dia sudah pulang sejak pagi pagi sekali, Dia menitipkan surat kepada Vika lalu Vika memberikannya kepada ku tadi pagi" kata Deon
" Apa dia masih marah" kata Alvin
" Ntah lah kami tidak pernah melihat dia marah selama ini" kata Aretha acuh tak acuh, Jelas ia berbohong karena Alena pernah marah saat ada yang mengusiknya namun jika untuk mereka, Alena tidak pernah marah hingga seperti ini
" Sudahlah tidak perlu di pikir, mungkin ia memiliki urusan" kata Davino memasukan kopernya ke dalam bagasi. Sebenarnya mereka takut jika Alena marah
Mereka pun memutuskan tidak terlalu mempermasalahkan tentang Alena. Akhirnya mereka pulang bersama sama
********
Sebuah helikopter berhenti di landasan dan turun lah seorang wanita dari heli. Semua orang yang berada di tempat tersebut menunduk hormat
" Selamat pagi Queen dan selamat datang" kata Salah satu pengawal mewakili yang lain
Wanita itu mengangguk dan menyuruh seseorang untuk turun
" Turunlah disini lebih aman" kata Wanita tersebut yang tak lain Alena
Lalu turun lah seorang anak perempuan yang umurnya sekitar 10 tahun ke atas dengan wajah menunduk
Para anggota AD terkejut melihat anak perempuan tersebut
Mereka terkejut saat melihat tangan anak perempuan tersebut banyak bekas luka dan luka baru seperti luka cambukkan dan luka bakar
Mereka semua bertanya tanya dalam hati apakah Queen mereka benar benar melakukan hal itu kepada anak yang beranjak remaja
Namun tidak ada yang berani bertanya sedikit pun. Jika benar Queen mereka melakukan hal itu pasti ada alasan yang jelas
" Apa yang kalian lihat tidak seperti apa yang kalian bayangkan" kata Alena tegas
Alena langsung berjalan dan di ikuti oleh anak perempuan tersebut
" Selamat datang Queen" kata para mafioso saat melihat Alena
__ADS_1
" Dimana dia" kata Alena
" Di ruangan yang Queen perintahkan"
" Baiklah, kau bawa anak ini ke unit kesehatan suruh mereka untuk mengobati lukanya"
" Kau ikut lah kepada nya" kata Alena sedikit lembut
Anak perempuan tersebut mengangguk ragu dan mengikuti salah satu mafioso dengan langkah pelan
Alena yang melihat itu hanya menghela nafas
Alena berjalan ke arah ruangan untuk menemui seseorang. Para mafioso menunduk hormat saat melihat Queen mereka
Pintu ruangan terbuka melihatkan seseorang wanita yang tangannya diikat menggantung
" Queen" kata para mafioso
" Apa dia sudah membuka mulut" kata Alena duduk di singgasana miliknya
" Sudah Queen" kata Mafioso
Alena melihat penampilan wanita tersebut ternyata terdapat bekas cambukan di sekujur tubuhnya
" Apa kalian habis mencicipi nya?" kata Alena
" Mengapa kalian tidak ingin mencicipi nya"
" Kami tidak ingin Queen, kami hanya melakukan kepada istri kami saja"
" Itu jika kalian yang beristri tapi yang tidak"
" Kami menghargai wanita dan menghormatinya seperti kami menghargai dan menghormati Queen, walau sekali pun itu wanita jala*g"
Alena terseyum tipis, ia bangga kepada anak buahnya
" Dan kami juga sudah membuat peraturan bagi laki laki yang ikut ke dalam mafia ini untuk tidak bermain main dengan wanita"
" Aku bangga memiliki kalian" kata Alena
Sontak membuat para mafioso sangat senang
" Apa dia sudah mati"
" Belum Queen, dia hanya pingsan karena tadi kami hanya menakut nakuti dia dengan cici karena dia tidak ingin membuka mulut"
__ADS_1
" Apa imbalan yang dia terima"
" Dia tidak mendapatkan imbalan apa pun karena ibu nya sedang di sandra demi menyelamatkan ibunya dia rela melakukan hal tersebut"
" Hilangkan ingatan nya dan selamatkan ibunya pindah kan mereka ke tempat yang aman"
" Dan hilangkan juga ingatan ibunya, tapi ingat hanya ingatan kejadian ini saja"
" Baik Queen"
Alena keluar dari ruangan tersebut dan menuju ruang kesehatan
" Reza" kata Alena
" Queen" kata Dokter Reza menunduk hormat
" Apa kau tidak memiliki tugas"
" Tidak Queen"
" Bagaimana kondisinya"
" Luka nya sudah saya obati namun untuk Mentalnya saya tidak bisa karena saya bukan psikiater"
" Sudah ku duga, apa kau memiliki kenalan seorang psikiater?"
" Sahabat saya, yang sekarang berada di negara C"
" Berikan data lengkapnya kepada Kenan" kata Alena langsung masuk ke dalam ruangan yang hanya di batasi tirai
" Apa masih sakit" kata Alena mengejutkan anak perempuan tersebut yang sedang rebahan di brangkar
Sontak anak perempuan tersebut menggeleng. Alena duduk di kursi yang berada di sisi berangkar
" Apa kau mau bertemu ibu mu?"
.
.
.
.
.
__ADS_1
#Bastian