
Keesokan harinya Kenan kembali ke markas dan tentu saja mendapat beberapa pukulan dari Alena. Kenan ingin meminta izin kepada Alena jika ingin menjaga ibunya tentu mendapat persetujuan dari Alena. Namun Alena pusing karena Kenan lah yang mengatur perusahaan Kakek dan Neneknya di negara B. Alena berdoa semoga tidak terjadi masalah di perusahaan Kakek dan Neneknya karena ia belum ingin kembali ke Negaranya
Alena kini berada di suatu ruangan yang berada di Masionnya. Di dalam ruangan tersebut terdapat komputer komputer canggih. Ia mengerjakan sesuatu sambil menunggu teman temannya datang
cklekk
Pintu di dorong oleh oleh seseorang di ikuti dengan sebulan kepala seseorang
" Dek"
" masuk" kata Alena tanpa menoleh. Deon dkk pun masuk ke dalam ruangan tersebut. Mereka kagum dengan ruangan tersebut. Alena sengaja membuat ruangan khusus untuk meretas dan kini ia akan mengajari para sahabatnya untuk meretas
" aku akan mengajari kalian untuk meretas" kata Alena
" baiklah"
Mereka pun belajar Meretas. Mereka semua Fokus apa yang di katakan Oleh Alena cukup lama untuk mereka untuk menguasai hal dalam meretas. Namun mereka semua bisa menguasai hal tersebut
" gue punya usul gimana kalau kita membangun sebuah perusahaan" kata Alena
" boleh tp elo Al yang jadi direkturnya" kata Aretha masih fokus ke komputernya
" Ar lo bantu gue sebagai Asisten gue, Karena gue gak bakal stand bay di kantor kita karena gue harus ngurus perusahaan Mommy, Kakek, dan Nenek gue"
" boleh di atur"
" Tapi gak sekarang ya guys Karena gue fokus ke perusahaan Kakek dan Nenek gue karena Kenan minta libur untuk menjaga ibunya" kata Alena di balas anggukan oleh sahabatnya
__ADS_1
" Dek?! kakak boleh tanya gak?" kata Deon
" Apakah kakak boleh mencari tau tentang penculikan orang tua Kakak" kata Deon. Ia ingin mencari tau sendiri tanpa di ketahui siapa pun Namun ia ingat Alena pasti mengetahui apa yang dilakukannya dan bisa membuat Alena marah
" hah!! Gue udah mencari tau tentang kalian semua" kata Alena menghembuskan nafas kasar ia tak mungkin menyembunyikan hal ini terlalu lama. Alena akhirnya menceritakan kepada sahabatnya. Terlihat Jelas dari raut wajah sahabatnya jika mereka Terkejut saat mendengar nya
" Kapan kami bisa menemui orang tua kami Al" tanya Davino
" Nanti"
" tapi kapan Al kami ingin bertemu dengan orang tua kami, kami sangat merindukannya" kata Atalie menangis di pelukan Aretha. Ia tak menyangka jika mereka berdua adalah kembar
" bersabarlah aku pasti akan mempertemukan kalian dengan orang tua kalian. Lagi pula kita tidak bisa bertemu dengan keluarga kalian karena mereka berada di negara yang berbeda beda aku tidak akan membiarkan kalian pergi sendiri karena aku tidak ingin kalian bertindak gegabah apa lagi kau Atalie paman dan bibi mu sudah menemukan mu di negara ini. Apa kau tau sekarang paman dan Bibi mu bekerja sama dengan Kelompok pembunuh bayaran" kata Alena
" Sudahlah Atalie kita harus menghargai keputusan Alena bagaimana pun ini untuk kebaikan Kita juga jadi kau bersabar lah" kata Aretha sebagai kakak ia harus bisa menasehati adeknya
Alena ingin berlatih menyerang lawan dengan menutup mata sebenarnya ia bisa melakukan hal tersebut namun ia ingin berlatih lagi agar menjadi hebat. Sebenarnya latihan ini sangat susah jika berada di sebuah pertarungan karena banyak pastinya lawan yang menggunakan senjata. Jika bertarung menggunakan tenaga Alena mungkin bisa menangkisnya
Di tengah latihan Vika datang bersama Ricki, mereka berdua datang karena ingin berlatih. Ngomong ngomong tentang Ricki, Ricki sudah di angkat menjadi Adik angkat oleh Davino dan Davino memberi marga Gilbert kepada Ricki
Namun Ricki tidak ikut tinggal bersama Alena dan yang lainnya. Ia memilih tinggal di Rumah orang tuanya karena ia merasa nyaman tinggal di rumah orang tuanya walau ia tinggal sendiri karena ia adalah seorang anak yatim piatu orang tuanya meninggal karena penyakit yang di derita kedua orang tuanya
Walau begitu Alena memberi seorang pengawal untuk menjaga nya. Alena juga menyayangi Ricki seperti ia menyayangi Vika sebagai Adiknya. Mereka juga kagum ternyata Ricki sangat pandai dalam hal beladiri. Vika dan Ricki berlatih berdua sedangkan Alena Melanjutkan latihannya lagi
***************
Alena sedang bersiap siap kali ini ia akan menonton sebuah balapan. Ia menggunakan Jeans hitam, kaos berwarna putih, Jaket kulit berwarna hitam, dan sepatu but berwarna hitam. Tak ketinggalan jam tangan yang sudah ia modifikasi
__ADS_1
Alena langsung menyambar kunci mobilnya dan bergegas turun. Saat ia turun dari tangga ternyata sahabatnya selesai latihan
" Mau kemana Dek?" tanya Deon
" balapan" singkat Alena
" hati hati!!!, pulang tanpa lecet oke" kata Deon sedikit berteriak karena Alena menjauh
" Oke" balas Alena
" kakak aku lapar" rengek Atalie seperti anak kecil
" Cih manja sekali" kata Aretha ketus namun kedua sudut bibirnya membuat sebuah lengkungan. Atalie memutuskan untuk memanggilnya kakak
Sebenarnya dari dulu Atalie memanggil Aretha dengan sebutan kakak karena Aretha lebih dewasa dari pada Atalie. Namun semenjak sekolah menengah pertama Atalie jarang memanggil Aretha kakak. Ia memanggil dengan sebutan kakak pada saat mereka berdua saja
" Bibi Lin tidak masak karena ia sedang tak enak badan, jadi kakak masakin buat aku ya kak please aku lapar" kata Atalie menunjukan puppy eyes nya
" gak lo aja kali yang lapar gue juga ni" kata Derrel
" masak sendiri aja sono,, blekkk" kata Atalie menjulurkan lidah nya
" Berisik!, gimana kalau lo Ar masak spaghetti aja gue bantu" kata Davino
" lo bisa masak" kata Aretha
" bisa!, udah ah cepetan gue laper banget" kata Davino di angguki yang lain. Davino dan Aretha pun pergi ke dapur untuk memasak Spaghetti sedangkan yang lain mereka menunggu sambil makan camilan bukannya malas namun mereka sangat letih karena habis latihan
__ADS_1
Tak lama kemudian Aretha dan Davino datang dengan membawa spaghetti yang mereka masak. Mereka makan dengan tenang