
di dalam sebuah ruangan terdapat dua orang pria yang di ikat dalam keadaan pingsan. salah satu dari mereka mulai sadar dan mengerjap ngejapkan mata
" eghhh....... dimana aku" kata pria tersebut melihat sekeliling dan ia melihat temannya yang di ikat tak sadarkan diri
" sadar juga ternyata" kata Alena di kegelapan
" siapa kau? berani berani nya kau menculik ku. apa kau tak tau jika aku adalah Leader Diamond King. anak buah ku akan memusnahkan kalian" kata Hedi ketua Diamond King
" putar Video nya" kata Alena. Kenan pun memutar Video nya dan menampakkan markas Diamond King dan Red Diamond hancur dan anak buahnya pun banyak yang tiada
" siapa kau sebenarnya" teriak Hedi. hingga membuat Hans terbangun
" eghhh....... dimana aku" kata Hans sadar dan langsung melihat kehancuran Markas nya
" lepaskan aku!! siapa yang sudah berani menantang ku!! lepas kan aku sialan" Teriak Hans
" kalian ingin tau siapa aku baiklah" kata Alena. dan lampu yang berada tepat di atas kepala Alena pun menyala. memperlihatkan Alena yang dengan santai. tak lupa ia masih menggunakan topeng
" siapa kau" teriak Hans
" Aku Leader Angel Death" kata Alena
" kau iblis, kau iblis yang membunuh istri dan anak ku, dasar kau iblis, lepaskan aku!!!" kata Hedi
" apa kau punya bukti jika aku yang membunuh istri mu" kata Alena
__ADS_1
" aku melihat mu di cctv" kata Hedi
" aku bukan orang bodoh yang tidak melihat situasi keadaan dan bagaimana kau yakin jika aku lah yang berada di cctv tersebut" kata Alena
" aku melihat tato di leher mu yang menandakan lambang Angel Death" kata Hedi
" aku dan anak buah ku tak pernah membuat tato untuk tanda pengenal" kata Alena. Alena memang tak pernah membuat tanda pengenal melalui tato melainkan gelang yang berada di kaki dan Alena juga sudah mendata siapa saja anggotanya bahkan markas cabang pun di data oleh Alena
" dan apa kau tau wanita yang membunuh istri dan anak mu adalah wanita suruhan adik mu" kata Alena. sontak membuat Hedi terkejut. dan Hans pun membantah perkataan Alena
" atas bukti apa kau menuduh ku jika wanita itu adalah suruhan ku" kata Hans. Hedi sedari tadi diam saja ia masing terkejut dengan penuturan Alena. ia juga bimbang yang mana yang harus di percaya
" bukti ya" kata Alena mengetuk ngetuk topengnya
" cih kau saja tak punya bukti asal menuduh" kata Hans dengan senyum mengembangnya
" bawa kemari" kata Alena
masuklah seorang wanita. keadaan wanita tersebut sangat mengenaskan tubuhnya banyak bekas cambuk dan bekas sayatan
" apa kau mengenalnya tuan Hans" kata Alena
" ti..tidak" kata Hans gugup
" apa kah kau mengenal pria ini" kata Alena menunjuk Hans
__ADS_1
" saya mengenalnya nona. dia tuan Hans. orang yang telah menyuruh saya untuk membunuh istri dan anak tuan Hedi. karena aku seorang pembunuh bayaran" kata wanita itu
" kau berbohong mana mungkin aku menyuruh mu untuk membunuh istri dari kk ku yang sedang hamil" kata Hans
" kau menuduh ku berbohong, cih!, dasar tak tau malu kau menyuruhku untuk membunuh istri dari kakak mu karena kau mencintai istri kakak mu. kau tidak rela jika wanita yang kau cintai memiliki anak dari kakak mu. jadi kau menyuruh ku untuk membunuhnya agar tuan Hedi dapat merasakan apa yang kau rasakan di tinggal orang yang di cintai" kata Wanita tersebut
" apa benar itu Hans" tanya Hedi
" hahahahahaha yang di bilang wanita itu benarr, aku menyuruh nya untuk membunuh istri mu. kenapa? karena aku ingin kau merasakan sakit yang ku rasakan" kata Hans tertawa jahat
" kau" kata Hedi geram. ia benar benar kecewa dengan Adiknya
" kau sudah mengetahui kebenarannya, sekarang waktu nya aku bermain main" kata Alena dengan senyum menyeringai
" di mulai dengan kau tuan Hedi" kata Alena
Alena mengambil cambuknya dan mulai mencambuk tubuh Hedi. setelah puas mencambuk Alena menyayat tubuh Hedi lalu di siram dengan Air garam. Hedi sedari tadi hanya bisa menjerit kesakitan. Alena kembali mencambukinya lagi. setelah puas Alena langsung menembak tepat di dada Hedi
kemudian penyiksaan berganti ke Hans. sama seperti Hedi. Alena mulai mencambukinya lalu menyayatnya dan menyiram dengan Air Garam. jari jarinya pun mulai di potong. Alena menyuruh Kenan untuk menguliti. Hans hanya bisa berteriak namun tidak dapat yang menolongnya. semua orang yang berada di ruangan tersebut merinding dengan siksaan Alena
Alena memukul kaki Hans dengan palu sehingga membuat tulang Kaki Hans patah. Hans pun berteriak kesakitan
" bunuh aku iblis bunuh aku" teriak Hans yang tak tahan dengan siksaan Alena
" baiklah jika itu yang kau inginkan akan ku kabulkan" kata Alena. Alena pun menembak tepat di dada Hans.
__ADS_1
" bawa wanita itu ke pulau" kata Alena
yang dimaksud dengan pulau adalah pulau terpencil disana mereka akan di siksa terus menerus dan mengakhiri hidup mereka dengan cara bunuh diri