
Alena dkk pun sampai di masion dan benar saja saat masuk ke masion mereka sudah di sambut dengan teriakan Vika
" kak Al...." Teriak Vika, ia pun berlari menuju ke arah Alena
" jangan lari lari Vika" kata Alena. Vika yang di omongi pun hanya cengengesan
" kakak kenapa lama sekali sih pulang nya. kan aku gak bisa main sama Michel dan Sena" kata Vika cemberut
" tadi kakak kerumah sakit untuk melihat keadaan adik dari kak Fabian"kata Alena
" oh kak Fabian. emangnya kak Fabian punya Adik ya kak. apa adik kak Fabian sama seperti Vika" kata Vika
" iya kak Fabian punya Adik tapi adik nya itu lebih besar dari pada Vika yang masih kecil" kata Alena
" jadi Vika belum besar ya kak" kata Vika
" belum,oh iya emang Vika tadi mau main sama Michel dan Sena " kata Alena
" iya tadi tu Vika mau main sama Michel dan Sena tapi Bibi Lin bilang gak boleh main sama Michel dan Sena kalau gak sama kak Al" keluh Vika
" yang di katakan Bibi itu benar Vika kamu gak boleh main sama Michel dan Sena kalau gak sama kakak" kata Alena
" tapi kan aku mau main sama mereka kakak" rengek Vika
" hmm besok kan minggu bagaimana kalau besok kita bermain bersama Michel dan Sena sepuasnya" kata Alena
" yang bener kak" kata Vika berbinar
" iya bener" kata Alena
" yeyeyeye besok main sama Michel dan Sena" kata Vika dengan loncat kegirangan
" sekarang Vika kecil mandi ini sudah sore" kata Alena menggendong Vika
" kak Al apa Vika boleh tidur sama kak Al nanti malam" kata Vika
" boleh" kata Alena
" yei yei nanti malam tidur sama kak Al" kata Vika kegirangan
" ya sudah ayo kita mandi" kata Alena
Alena pun membawa Vika ke lantai atas. Alena tak menyadari jika teman temannya sedari tadi memperhatikan dia
" Apakah dia selalu lembut saat di masion" tanya Aretha
" tidak, ia hanya lembut kepada Vika saja" jata Davino
__ADS_1
" tapi bagi ku itu tidak masalah jika dia bersikap dingin kepada kita tapi aku yakin pasti dia sangat menyayangi kita " kata Deon
" iya betul apa yang di ucapkan kak Deon" kata Atalie membenarkan
" sudah sekarang kita mandi dan makan jangan sampe Alena menunggu kita" kata Alysa
mereka hanya mengangguk dan pergi untuk mandi. setelah mandi mereka pun makan seperti biasa mereka makan dengan hening karena Alena tidak suka jika ada yang berbicara saat makan
setelah mereka selesai makan mereka bersantai di ruang keluarga. Alena memang membuat peraturan jika saat selesai makan malam mereka memiliki waktu senggang mereka harus berkumpul untuk mempererat tali persaudaraan. itu untuk semua penghuni masion kecuali mereka memang benar benar sibuk
mereka mengobrol dan diselingi tawa karena kekonyolan yang di buat Derren sehingga ruangan keluarga pun nampak ramai karena tawa mereka
tawa mereka pun terhenti karena Waktu sudah menunjukkan bawa saat nya latihan dan untuk Vika tidur. Alena pun membawa Vika ke dalam kamarnya untuk menidurkan nya
" kak Al" kata Vika
"hmm" kata Alena berbaring
" kak Al apa aku boleh belajar bela diri" kata Vika ragu ragu. Alena yang mendengar itu pun terkejut
" untuk Apa Vika mau belajar bela diri" kata Alena
" Vika mau menolong teman Vika yang di bully sama kakak kelas Vika karena dia miskin" kata Vika
" Kenapa Vika tidak melaporkan kepada Guru" kata Alena
" baiklah kalau Vika mau belajar bela diri untuk menolong, kakak akan menyuruh kak Kenan untuk melatih Vika, tapi ingat ya Vika Bela diri ini tidak boleh Vika gunakan jika hanya untuk Pamer saja. Bela diri digunakan untuk melindungi Diri kita" kata Alena
" iya kak Vika mengerti" kata Vika
" ya udah sekarang Vika tidur karena Besok kita akan bermain bersama Michel dan Sena" kata Alena
" baik kak" kata Vika memejamkan mata
setelah merasa Vika benar benar tidur Alena pun meninggalkannya untuk berlatih tak lupa ia juga menyelimuti tubuh mungil Vika
Alena pun berjalan ke ruang latihan. mereka yang melihat Queen mereka pun menunduk hormat. Alena hanya mengisyaratkan untuk kembali latihan
Alena menyuruh sebagian Mafioso untuk berlatih saat malam hari. karena mafioso yang berlatih saat malam hari adalah mafioso yang masih sekolah atau kuliah
Alena memang tak melarang mafioso untuk menuntut ilmu yang penting mereka bisa membagi waktu. mereka bersekolah di salah satu sekolah milik mommy Alena tentu nya Alena yang menyuruh mereka
" sepertinya kalian berdua hebat dalam menggunakan Sniper" kata Alena
" ntah lah kami berdua hanya suka pada benda ini" kata Atalie
" apa kalian udah berlatih bela diri" kata Alena
__ADS_1
" apa kau tidak tau kalau bela diri mereka itu sangat lah bagus sampe kami berdua aja kalah" kata Derrel
" ternyata kakek ku mengajari kalian banyak hal, apa kakek ku mengajari ke semua anak panti" kata Alena
" kalau bela diri memang kakek mengajari kami semua tapi kalau senjata atau yang lainnya kakek hanya orang tertentu yang di pilih" kata Atalie
" baiklah lanjutkan" kata Alena
Alena hanya mengawasi saja karena Alena berlatih selalu di ruangan khusus berlatih nya. Alena melihat Alysa yang sangat lincah dalam bertarung bahkan ia dapat mengalahkan mafioso yang jumlah 30 orang dalam 1 menit
" apa kau tak ingin belajar menggunakan senjata" kata Alena
" aku sudah bisa menggunakan semua senjata tapi aku lebih sering menggunakan katana" kata Alysa
" kenapa kau tak berlatih katana" kata Alena
" astaga Queen jika kau menyuruh dia menggunakan katana pasti mafioso mu sudah tak bernyawa" celetuk Aretha yang mesih fokus membidik
" nyambung aja lu kayak mie burung dara" kata Alysa. Alena yang melihat perdebatan kecil itu hanya menggelengkan kepala
" berhenti semua" kata Alena
" ada apa Queen menyuruh kami berhenti" kata Kenan
" aku ingin kalian semua besok pulang ke keluarga kalian masing masing. yang tidak memiliki keluarga kalian bisa berlibur bersama yang lainya namun lusa kalian pergi karena harus ada yang stay di markas karena kita tidak tau jika ada serangan dadakan dari lawan" kata Alena
para mafioso yang mendengar itu pun senang karena memang sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama keluarga mereka
" sekarang kalian boleh melanjutkan latihan kalian" kata Alena
" Terima kasih banyak Queen" kata mereka serempak
saat ini sudah banyak Mafia lain yang mulai menyerang markas Alena. namun Dengan keamanan ketat yang di berikan Alena jadi tidak ada satu pun mafia yang menyerang markas Alena itu menang
sekarang Angel Death sudah mulai terkenal oleh semua kalangan. para polisi dan angkatan kemiliteran pun tak ada yang berani menangkap mereka karena Angel Death telah membantu pihak kepolisian dan kemiliteran dan mereka tau jika Angel Death tidak akan membuat berbuat jika tidak ada yang mengusik mereka
.
.
.
.
.
terima kasih kakak yang sudah like komen dan Vote
__ADS_1