Yes,I'M Queen Mafia

Yes,I'M Queen Mafia
eps 47


__ADS_3

" Ntah lah, aku keluar dari rumah saat mereka bertengkar" kata Bryan Lesu


" jadi kau keluar dari rumah saat mereka bertengkar lalu kau datang ke negara ini untuk menenangkan diri dan membangun sebuah kafe untuk bertahan hidup di negara orang" kata Alena


" iya begitu lah" kata Bryan


Alena diam dan tak bertanya lagi, Ia melemparkan kunci yang ia pegang kepada Bryan dengan sigap Bryan menangkap kunci tersebut dan menatap heran Alena


" Kau menantang ku karena kau menginginkan mobil ku bukan? jadi mobil itu sekarang milik mu" kata Alena


" Benarkah kak?" tanya Bryan dengan mata berbinar. Alena mengangguk sebagai jawaban


" Terima kasih kak" kata Bryan memeluk Alena


" Bisakah kau tak memanggil ku kakak"


" Ntah lah mungkin tidak"


" Kalian bersaudara?" tanya Derren. Di jawab anggukan kepala oleh kedua org tersebut


" Sekarang kita tidur dah malam, dan kau Bryan mulai sekarang kau tinggal di sini bersama ku" kata Alena


*********


" Pagi" sapa Alena saat berada di meja makan


" pagi" All


" Kak Al? Om ini siapa?" tanya Vika


" Om ini adalah Sepupu kakak Vika namanya Om Bryan" kata Alena


" Bisa kah tidak memanggil ku dengan sebutan om aku masi terlalu muda jika di panggil om" kesal Bryan


" kalo tidak boleh panggil om jadi Vika harus panggil Kakek Bryan dong?" tanya Vika polos mengundang gelak tawa di meja tersebut. Bryan yang menjadi bahan ledekan Vika mendengus kesal


" Apa masalahnya jika Vika panggil kau dengan sebutan Om? lagi pula itu umur mu 21 kan jadi pantas pantas saja" kata Alena


" Terserah" kata Bryan


Mereka pun sarapan dengan hening, setelah sarapan mereka duduk santai di depan televisi sambil makan camilan sedangkan Vika belajar bersama Cici hewan kesayangan nya. Saat Bryan melihat Cici sempat di buat khawatir namun Alena menjelaskan jika Cici adalah hewan peliharaan


Bryan kini duduk di samping Alena, ia ingin bermanja manja dengan karena biasanya dulu Alena yang sering bermanja manja dengan nya namun sekarang gantian dia yang bermanja manja. Alena pun diam saja dengan kelakuan Bryan


" Al?!! Aku mendapat informasi jika Sindi sedang membuat permainan" kata Aretha


" Permainan apa?" kata Alvin tiba tiba muncul bersama geng nya

__ADS_1


Alvin menatap tajam ke arah Bryan yang sedang bermanja manja dengan Alena. Sedangkan Bryan yang ditatap nampak tidak peduli


" Siapa Sindi, sayang??" kata Bryan lembut


Membuat semua orang merinding mendengar nya. Alvin yang mendengar kata " Sayang" langsung mengepalkan tangannya. Sedangkan Alena menatap tajam Bryan


" Kenapa kau menatap ku se......" Kata Bryan terpotong karena Ponselnya berdering


" Sayang aku pergi dulu ada masalah yang harus ku tangani" kata Bryan mengecup dahi Alena. Darah Alvin seketika mendidih saat melihat Bryan mengecup dahi Alena rasanya ingin ia menghajar Bryan namun ia urungkan karena takut membuat Alena marah dan membencinya


" Bryan!!!!!" Alena langsung membanting Bryan. Bisa bisanya dia mengecup Dahinya di depan teman temannya


" auhhh sakitt" kata Bryan mengusap punggung nya. Ia berdiri dan pergi sebelum itu ia berkata


" Dadah Sayang" kata Bryan dengan senyum genit nya membuat yang lain merasa mual dan merinding


" Gue ke belakang" kata Alena di angguki oleh yang lain


" Gue juga kebelakang" kata Alvin langsung menyusul Alena


" Ar emang tadi itu pacar Alena?" tanya Kevan


" Bukan, Tadi tu Bryan Sepupu Alena" kata Aretha


" ohhh" kata Kevan


Alena menuju ke kolam renang karena ia ingin berlatih pernapasan. Alena langsung masuk ke dalam kolam dan menceburkan seluruh badannya ke dalam Air


Alvin yang melihat Alena masuk ke dalam kolam renang langsung mendekati kolam renang tersebut


Namun Alvin heran kenapa tidak ada gemeriak Air? apa yang di lakukan Alena di dalam kolam tersebut?


Karena penasaran Alvin langsung menceburkan diri ke kolam dan ia juga ingin bertanya tentang Bryan


Alvin langsung memeluk Alena dari belakang. Alena pun terkejut dan langsung memberontak, ia berusaha melepaskan diri dari Alvin setelah lepas ia langsung naik ke permukaan


" hah,,,hah,,,hah" nafas Alena terengah engah saat memberontak


" Alvin kau gila ya!!! kau bisa membunuh ku!!" bentak Alena


" Tidak aku hanya memeluk mu saja" kata Alvin santai


" Kenapa kau kemari" tanya Alena


" Aku ingin bertanya" Alvin menarik pinggang Alena mendapat pukulan di perut dari Alena


" Kasar banget" keluh Alvin

__ADS_1


" Bodo" lagi lagi Alvin menarik pinggang Alena


" Siapa pria tadi" tanya Alvin


" Pria?" ulang Alena


" iya Pria yang memanggil mu 'Sayang', apa dia pacar mu?" tanya Alvin mengintimidasi namun tatapan nya lembut


" Apa urusan mu"


" Hei!, jawab saja pertanyaan ku" Alvin kesal karena Alena selalu tertutup


" Dia Bryan"


" Apa dia pacar mu?"


" Bukan dia sepupu aku" kata Alena. Alvin langsung bernafas lega karena dugaan nya salah ia langsung memeluk Alena


" Alvin lepas!!!" kata Alena mendorong Alvin namun Alvin malah mengencangkan pelukannya


" Sebentar saja biarkan aku memeluk mu seperti ini" kata Alvin. Alena pun diam dan tak membalas pelukan Alvin. Alvin pun melerai pelukannya


" Terima kasih" kata Alvin


" untuk?"


" Terima kasih karena telah membiarkan ku memeluk mu, aku tau kau tak suka jika di peluk pria" kata Alvin di balas Deheman Alena


Alena juga bingung kenapa dirinya mudah di peluk Alvin padahal selama ini ia sangat tidak suka jika di peluk pria lain


Alena pun beranjak dari kolam tersebut di ikuti Alvin yang juga beranjak dari kolam tersebut. Alena melempar sebuah handuk dan langsung di tangkap oleh Alvin


" Kau pakai baju Davino atau siapalah agar kau tak kedinginan"


" Baiklah" kata Alvin ia langsung masuk ke dalam untuk meminjam baju ganti


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2