Yes,I'M Queen Mafia

Yes,I'M Queen Mafia
eps 41


__ADS_3

setelah selesai bermain mereka kembali ke tenda masing masing untuk tidur. namun tidak untuk Alvin, Deon, Davino, Bagas (ketua kelas X A), Nando (wakil ketua kelas XI B) mereka berempat di suruh untuk menjaga tenda dan bergantian dengan siswa lain nantinya.


Alena dan ketiga sahabat nya tidak bisa tidur memutuskan untuk gabung bersama para laki laki yang menjaga


" kak" panggil Alena


" loh Al? kamu belum tidur?" tanya Deon


" gak" kata Alena


" oh" kata Deon


" pinjem hp kak" kata Alena seraya menyodorkan tangannya ke Deon


" hp mu mana?" tanya Deon


" tenda" kata Alena. mau tak mau Deon memberi hp nya kepada Alena. Alena yang mendapatkan hp langsung merubah posisi hp tersebut menjadi miring. ya Alena sedang bermain game di handphone Deon


saat bermain game tiba tiba Alena terganggu dengan notifikasi pesan yang masuk ke Handphone Deon. Alena pun melihat siapa kah gerangan yang mengirim pesan hingga bertubi tubi ke nomor Deon. setelah melihat pesan tersebut wajah Alena menjadi dingin


bahkan yang lain merasakan perubahan dari wajah Alena. Deon yang melihat perubahan wajah Alena menjadi gugup


" jelaskan semua! apa ini?" kata Alena menyodorkan handphone milik Deon langsung di rebut oleh Atalie


" kau jadian dengan Adel" pekik Atalie saat melihat isi pesan tersebut. seketika semuanya menatap Deon penuh selidik kecuali Alvin, Bagas, dan Nando Mereka sedari tadi hanya diam. Mereka tidak ingin ikut campur dalam urusan orang lain


Deon pun menarik napas panjang karena rahasia nya telah tebongkar


" iya gue udah jadian sama Adel" kata Deon


" kenapa lo ngerahasiain dari kita apa kita bukan sahabat lo lagi" kata Davino dingin


" gue rahasiain semua ini karena Adel yang minta. maaf kalau gue udah rahasiain masalah ini ke kalian" kata Deon


" gue udah tau" kata Alena


" gue juga" kata Atalie,Alysa,Aretha,Davino. Deon hanya melongo di buatnya karena sahabatnya tau jika ia pacaran dengan Adel

__ADS_1


" kita semua tau jika lo itu udah jadian dengan Adel. lo lupa kita siapa?" kata Davino. Deon yang mendengar hal tersebut hanya bisa menepuk jidatnya karena ia lupa telah bersahabat dengan siapa


" maaf kak gue sengaja" kata Alena santai. membuat Deon gemas dan mencubit pipi Alena dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alena. Alvin yang cemburu melihat kejadian tersebut langsung berdehem


" ehem" dehem Alvin langsung semua memandang ke arah tiga lelaki yang sedari tadi diam saja mereka lupa jika ada orang lain


mereka pun melanjutkan obrolan mereka lagi. Alena? ia hanya diam dan asik bermain game di ponsel milik Deon. permainan gamenya berhenti karena ponsel Deon sudah kehabisan baterai


" nih!? gue mau balik ke tenda" kata Alena memberi ponsel kepada Deon dan langsung meninggalkan mereka. Alysa dkk pun menyusul Alena ke dalam tenda


di pagi hari mereka semua bangun dan sarapan untuk memberikan tenaga pada tubuh mereka agar mereka siap dengan kegiatan berikutnya


kegiatan hari ini adalah mencari jejak. semua peserta akan di bentuk dalam beberapa kelompok. setiap kelompok harus menemukan jejak yang telah di buat panitia sebanyak banyaknya


setiap kelompok terdapat 3 orang, Alena terpisah dengan teman temannya dan ia harus satu kelompok dengan Sindi dan temannya


kegiatan mereka pun di mulai setiap kelompok berpisah untuk mencari jejak. Di Kelompok Alena Sindi lah yang jadi ketua dalam kelompok tersebut sepanjang perjalanan Sindi terus mengoceh tidak jelas


Alena hanya diam saja dan lebih fokus untuk mecari jejak yang di buat panitia. setelah menemukan jejak mereka harus menggambar jejak tersebut. Jejak itu bisa berupa bendera,pita,coretan,ranting yang di buat hingga menyerupai sebuah bentuk dan masih banyak lagi


Alena selalu mendapatkan jejak sedangkan Sindi hanya menggambar jejak tersebut karena ia tidak bisa menemukan jejak yang di buat panitia. Ia sangat kesal kenapa Alena lebih mudah mendapatkan jejak


Namun tiba tiba Sindi mendapatkan ide yang sangat licik untuk menjatuhkan Alena ke jurang. Ia pun membisikkan kepada temannya. Mungkin ini keberuntungan mereka karena posisi mereka berada di belakang Alena dan Alena menghadap ke arah jurang


Sindi dan temannya bersiap untuk untuk mendorong Alena ke jurang. Dalam hitungan ke tiga mereka pun mendorong Alena. Namun bukan Alena namanya jika ia tak mengetahui rencana mereka. Alena dengan cepat bergeser dan membuat Sindi dan temannya terjatuh kejurang


Ntah mengapa keburuntungan kali ini tidak berpihak ke Alena. Saat Alena menggeser tubuhnya ia tak menjadi tak seimbang dan di tambah lagi dengan kaki Sindi mengenai kaki nya membuat ia ikut jatuh ke jurang


Saat terjatuh Alena sempat berpegangan pada pohon kecil yang berada di sekitar situ. ia ingin merangkak naik namun ke sialan selalu datang kepadanya. Tangan nya terkilir dan mengharuskan Alena turun ke jurang bersama Sindi dan Temannya


" oh Shit!! tangan ku terkilir" kata Alena


Alena pun turun kejurang dengan perlahan. sampai di dasar jurang Alena melihat Sindi dan temannya pingsan Akibat terbentur batang pohon. Alena langsung menekan tombol yang berada di jam tangannya


________________________________________


Di tenda. Semua kelompok sudah berkumpul karena waktu mereka sudah habis. Saat berkumpul Atalie tidak melihat kelompok Alena

__ADS_1


" apa kalian melihat Alena?" tanya Atalie kepada temannya


" tidak, memangnya dia belum sampai?" kata Alysa. Atalie hanya mengedikkan bahu. Atalie pun berjalan kearah kelompok Deon untuk menanyakan Alena


" Apa kaliam melihat Alena?" tanya Atalie


" tidak" kata Deon dan yang lainnya hanya mengelengkan kepala mereka


" apa yang terjadi dengan Alena " tanya Alvin. Ia tadi tidak sengaja Mendengar Atalie menyebut nama Alena


" Alena belum sampai" kata Atalie


" bagaimana dia...." kata Alvin terpotong saat panitia mengintruksikan mereka untuk berkumpul


" apa sudah lengkap semua?" tanya panitia


" belum pak, kelompok yang beranggotakan Alena,Sindi,Dan Medona belum sampai" kata Atalie


" baiklah kita akan menunggu sebentar lagi mungkin saja mereka masih dalam perjalanan untuk kemari" kata Panitia


Deon dan yang lain sangat cemas tidak biasanya Alena ceroboh seperti ini. Begitu juga dengan Alvin ia sangat khawatir dengan keadaan Alena. Mereka pun menunggu dengan Cemas


Tiba tiba Aretha menyadari jika jam tangannya berbunyi dan menandakan sesuatu sedang terjadi. Aretha melihat kearah temannya temannya. Ternyata teman temannya mendapat tanda yang sama


" kita berpencar" kata Aretha


" tunggu apa yang terjadi" tanya Alvin


" Alena dalam masalah" kata Aretha. Saat mendengar nama Alena tubuh Alvin menegang. tanpa basa basi lagi Alvin langsung berlari ke arah hutan untuk mencari Alena


begitu juga dengan yang lain mereka pun berpencar mencari Alena. namun di hadang oleh panitia membuat Aretha marah dan menghajar salah satu panitia. Jiwa psycho nya keluar ia ingin mengabisi panita tersebut namun di halangi oleh Kevan


" Ar tenang, sekarang kita harus mencari Alena" kata Kevan membuat Aretha menghentikan pukulannya


" sahabat gue dalam bahaya dan lo ngehalangi kita?" tanya Aretha menarik kerah panitia tersebut


" jika terjadi sesuatu pada sahabat gue lo akan mati di tangan gue dan ini berlaku kepada kalian semua" kata Aretha mendorong tubuh Panitia tersebut dan berlari mencari Alena

__ADS_1


" ALENA!!!!!" Teriak Alvin


" bagaimana kita cari jejak yang di buat panitia karena pastinya Alena di dekat jejak jejak tersebut" kata Davino. Deon dan Alvin mengangguk mereka pun mencari Alena


__ADS_2