
" Oh iya Bastian, apa kau memiliki ruangan yang tidak terdapat benda tajam seperti kaca atau Vas bunga???" tanya Elena
" Ada, Ruangan kerja bokap yang lama, di sana hanya ada meja kerja dan rak buku saja bahkan jendela di sana hanya di bikin seperti Ventilasi udara" kata Bastian
" Baiklah itu bisa menjadi ruang isolasi buat Ricki selama menunggu kedatangan Dokter Reza" kata Elena
" Baiklah aku akan menyuruh orang untuk membersihkan tempat tersebut" kata Bastian
" Beri juga kasur dalam ruangan tersebut karena Sekarang Ricki sedang lelah karena Efek racun dan membutuhkan istirahat" kata Elena
" Mengapa kau langsung menyimpulkan jika Ricki terkena Racun" kata Derren
" Karena terdapat perubahan yang terlihat dari kulitnya, Kulit Ricki berubah menjadi pucat dan terdapat kulit yang membiru di bagian wajah" kata Elena
" Apa racun itu langsung merusak saraf" tanya Erick
" Sepertinya tidak tapi untuk sekitar 7-8 jam kedepan sepertinya racun akan bereaksi, sekarang hanya tubuh yang sangat panas dan membuat orang itu menjadi kehilangan akal karena reaksi tubuhnya yang sangat panas"
" Berarti kita harus mengompres Ricki agar suhu badannya menurun" tanya Atalie
" Jangan! karena panasnya akan menurun dengan sendirinya namun jika kita kompres dia itu akan membuat tubuhnya semakin panas "
" Terus kita harus bagaimana" tanya Derrel
" Kita biarkan saja seperti itu"
" Kalian jaga Ricki selagi menunggu ruangan isolasi nya siap dan menunggu kedatangan Dokter Reza"
" Bisakah kita bicara berdua sebentar" kata Alvin tetap datar
" Jika hanya ingin mengetahui siapa aku sebenarnya aku akan berbicara di depan kalian semua" kata Elena
" Bicara di tempat kita ingin mengadakan pesta Barbeque" kata Elena
" Aku disini saja sambil menjaga Ricki, Kalian bicara lah" kata Deon. Elena pun mengangguk sebagai balasan
__ADS_1
Elena berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh teman temannya. Sesampainya di tempat pertama mereka berkumpul mereka langsung duduk. Suasananya sangat mencekam karena setiap orang memandang dengan tatapan tajam
" Siapa kau sebenarnya" tanya Bryan cepat sebelum Alvin
" Hah, sebenarnya gue Elena" kata Elena menarik nafas
" Tunggu Elena, Berarti kau adalah kembaran Alena?!! Mengapa kau bisa berada di tubuh Alena" kata Bryan
" Sebenarnya gue Altar Ego Alena, Gue muncul saat Alena berumur 5 tahun saat itu ia di bully oleh teman di sekolahnya. Alena menyadari hal itu dan saat mengetahui hal tersebut ia langsung Shok dan belum menerima gue namun seiringnya waktu Alena dapat menerima gue dan menganggap gue sebagai saudara kembarnya"
" Jadi kau bukan saudara kembarnya?" tanya Bastian
" Bukan!, memang nama kita sama sama Elena namun kita berbeda, gue adalah Altar Ego yang tercipta saat orang tersebut dalam keadaan stress, takut, dan marah"
Altar Ego akan selalu ada di tubuh seseorang dan tidak bisa dihilangkan namun bisa di atasi dengan terapi agar bisa mengontrol Altar Ego tersebut agar tidak selalu muncul saat stres
" Tapi aku pernah melihat Alena marah" kata Bryan
" Itu berbeda!, ia masih bisa mengontrol emosi saat marah bersama kau" kata Elena
" Jadi kau muncul saat Alena sedang Stres saja" tanya Kevan
" Jadi ini kau ini langsung mengambil alih tubuh Alena?" tanya Kevan
" Tidak, gue dan Alena melakukan kontak batin untuk mengambil Alih tubuh dan saat dapat persetujuan dari sang pemilik tubuh, gue langsung mengambil Alih tubuh Alena"
" Apa kau sering mengambil alih tubuh Alena??" tanya Alvin
" Dulu saat ia masih kecil dan beranjak remaja gue jarang mengambil alih tubuh Alena, Namun setelah kematian Ibu Alena gue jadi sering mengambil alih tubuh Alena"
" Apa penyebab kematian ibu Alena??"
" Kalau hal itu gue gak bisa bercerita karena itu privasi Alena dan gue kira gue sudah cukup jauh bercerita tentang Alena" kata Elena
Perhatian mereka teralihkan saat mendengar deruan angin malam yang sangat kencang dan mereka melihat Dua helikopter yang sedang mendarat
__ADS_1
Saat selesai mendarat turunlah dua orang pria yang menggukan seragam dokter. Dua orang pria tersebut adalah dokter Reza berserta Asistennya dan ada 3 tentara yang mengawal mereka
Sepertinya 3 tentara tersebut memang di tugaskan untuk mengawal Dokter Reza saat bertugas
" Dimana Ricki" kata Dokter Reza langsung saat menghampiri Elena
" Aku taruh di ruang isolasi, ikuti Aku!" kata Elena
Dokter Reza adalah pribadi kakek Alena dan termasuk kepala unit kesehatan di markas AD
" Ricki berada di dalam" kata Elena membuka kan pintu ruang Isolasi Ricki
Terdapat Ricki yang sedang tidur dan Deon yang sedang duduk lesehan dengan bermain ponsel. Reza langsung memeriksa Ricki
" Ricki terkena racun, namun racunnya belum bereaksi sekitar 7-8 jam racun akan bereaksi dan Reaksi nya sangat cepat langsung membuat saraf otak menjadi tidak berfungsi, Aku sudah menyuntikkan penawar racunnya namun ia akan di suntik untuk kedua kalinya, sekitar 3 jam setelah ia diberi suntikan pertama agar racunnya benar benar hilang" kata Dokter Reza merapihkan alat kedokteran miliknya
" Ini aku berikan penawarnya kepada mu" kata Dokter Reza memberikan penawar Racun kepada Elena
" Apa kau langsung pergi" tanya Elena
" Iya aku harus langsung kembali ke lab pusat untuk memberikan hasil penelitian ku" kata Dokter Reza
" baiklah kalau begitu terima kasih dan maaf menganggu mu" kata Elena
" Tidak masalah itu sudah menjadi tugas ku" kata Dokter Reza
" Baiklah kalau begitu kami permisi" pamit Dokter Reza
.
.
.
.
__ADS_1
# Alysa