Yes,I'M Queen Mafia

Yes,I'M Queen Mafia
eps 42


__ADS_3

Akhirnya mereka pun mencari jejak yang di pasang panitia


" ALENA!!!" teriak Alvin


" Alvin Aku tadi tanya ke panitia jika ada satu jejak yang di pasang di pinggir jurang" kata Davino. Alvin pun bergegas mencari jurang yang di maksud Davino


Di sisi lain


Alena sedang bersandar di sebuah pohon sebenarnya ia bisa menaiki jurang ini jika tangan nya tidak terkilir. Alena melihat ke arah Sindi dan Medona yang masih Pingsan. Ia mendengus kesal karena mereka ia harus ikut masuk dalam jurang. Ia melirik jam tangannya ternyata ia sudah 30 menit setelah memberi tanda kepada teman temannya


Alena menghembuskan nafas dan menunggu. Namun samar samar ia mendengar teriakan seseorang seperti memanggil namanya. Ia langsung menajamkan indra pendengarannya. Suara tersebut lama lama menjadi terdengar jelas dan nyaring


" Gue di sini!!!!" teriak Alena


___________________________________


Alvin, Deon, dan Davino mencari jejak yang ada di pinggir jurang. Saat mereka sampai di pinggir jurang tiba tiba Alvin melihat banyak kertas yang berceceran


" ini mungkin punya salah satu dari mereka" kata Alvin menunjukan kertas kertas tadi


" mungkin" Kata Davino


" ALENA!!!"


" SINDI!!!"


" MEDONA!?"


" Gue di sini!!!!"


" itu suara Alena" kata Deon


" Alena kamu di mana?!" Teriak Alvin


" Gue di bawah!!?" teriak Alena


" Alena!!" teriak Alvin. Ia hendak turun ke jurang namun di cegah oleh Davino

__ADS_1


" lo jangan ceroboh Alena paling gak suka dengan orang yang ceroboh dalam bertindak di saat bahaya" kata Davino


" Terus kita harus gimana" tanya Alvin frustasi


" lo tenang aja tadi dia gue udah suruh Deon untuk manggil tim penyelamat" kata Davino. Alvin pun hanya pasrah


" Alena are you okey" kata Davino sedikit berteriak


" yes i'm okey" kata Alena


" tunggulah sebentar lagi, Deon masih memanggil tim penyelamat" kata Davino. Alena hanya mengangkat jempolnya saja sebagai jawaban. Tak lama kemudian Deon datang bersama para Tim penyelamat


para tim penyelamat dan Alvin turun sebenarnya Alvin tidak boleh ikut turun namun Alvin memaksa untuk ikut menyelamatkan. Deon dan Davino sudah mencoba mencegah Alvin namun Alvin sangat keras kepala


" Alena" kata Alvin langsung memeluk Alena


" lepas" kata Alena


" sorry" kata Alvin. Mereka pun menaiki jurang. sesampai di atas Alena langsung di peluk oleh Deon


" kau nakal sekali bikin kami semua khawatir" kata Deon dengan mata yang berkaca kaca


" tidak siapa yang menangis, aku tidak menangis" elak Deon


" kau benar baik baik saja Al" kata Davino


" seperti yang kau lihat hanya tergores sedikit saja" kata Alena. seketika Alvin langsung memutar tubuh Alena dan benar saja muka dan tangan Alena terdapat beberapa goresan bahkan lengan baju Alena saja robek


Alvin langsung melihat dan menarik tangan Alena ia tak tahu jika tangan Alena sedang terkilir. Membuat Alena meringis dan memegangi tangannya


" sshhh" rintih Alena


" kenapa? apa yang terjadi" seketika Alvin langsung panik kerena rintihan Alena


" tangan gue terkilir" kata Alena


" sebaiknya kita kembali ke tenda agar aku bisa mengobati luka mu dan tangan mu yang terkilir" kata Alvin. Alena hanya mengangguk saja

__ADS_1


" butuh bantuan" tawar Alvin sambil menepuk pundaknya sebenarnya Alvin ingin langsung menggendong Alena namun takut nanti Alena marah kepadanya


" gak!, lagi pula tangan gue yg terkilir bukan kaki" kata Alena tetap dengan nada datarnya


Alvin menghembuskan nafas membiarkan Alena berjalan. Deon dan Davino hanya menggeleng dengan sikap Alena mereka berdua tau jika Alvin menyukai Alena begitu pula dengan yang lainnya. Mereka harap Alena dapat membuka hatinya untuk Alvin. Mereka tau jika Alvin ada pria yang baik dan pantas untuk jadi pendamping Alena


Mereka pun berjalan untuk kembali ke tenda dan pastinya yang lain khawatir dengan kondisi Alena. sampai di tenda Alena langsung di kerumuni oleh teman temannya


Saat Aretha, Alysa, dan Atalie ingin memeluk Alena, Alvin menghalangi mereka bertiga. Mereka bertiga pun terheran heran dan menatap Alvin dengan tajam


" tangan Alena terkilir" kata Alvin


" sorry kami gak tau, kami khawatir dengan Alena" kata Alysa. Alena tersenyum tipis ia tau jika teman temannya sangat menghawatirkannya


" sekarang kita ke tenda medis aku akan obati luka mu" kata Alvin. Alena mengangguk dan berjalan ke tenda medis. Sampai di tenda medis Alvin langsung mengambil kotak obat untuk Alena. sebenarnya di situ ada dokter medis yang sudah di siapkan panitia namun Alvin ingin mengobati luka Alena sendiri


Alvin meraih tangan Alena yang terkilir ia memijat pelan pergelangan tangan Alena. Alena hanya diam saja memandang ke segala arah dengan tatapan yang kosong


" tahan ini sedikit sakit" kata Alvin. Alena hanya melirik sekilas


krek


Alvin melihat ke arah Alena. Wanita itu sama sekali tak menampakan ekspresi kesakitan sedikit pun membuat Alvin terheran heran. Alvin pun melanjutkan kegiatannya untuk mengobati Alena. Alvin mengobati luka gores dan lebam


Alvin mengoleskan obat dengan lembut dan penuh cinta. Tiba tiba Alena teringat seseorang, seseorang yang pasti akan khawatir jika ia terluka


Daddy, Alena rindu dengan Daddy nya. Jika Daddy nya berada di sini pasti Daddy nya sangat khawatir bahkan membuat seisi rumah menjadi heboh


Selesai mengobati tangan Alena kini Alvin mulai mengobati wajah Alena. Alvin mengoleskan dengan perlahan dan lembut. Alena yang melihat perlakuan Alvin menjadi tersentuh, tak terasa cairan bening lolos dari pelupuk matanya


Alvin yang melihat cairan bening itu langsung menghapus nya namun cairan bening itu menjadi semakin deras membasahi pipi Alena. Alvin di buat panik dan heran. Alena menangis? tapi kenapa tidak ada suara isak tangisnya hanya keluar air mata. Alvin langsung membawa Alena kedalam pelukannya ia mengusap ngusap punggung Alena agar menjadi tenang


Biasanya jika Alena sedih di hadapan orang Elena selalu mengambil alih tubuhnya namun entah mengapa Elena saat ini tidak muncul dan mengambil Alih tubuhnya


Setelah beberapa menit berpelukan dan merasa Alena sudah menjadi tenang Alvin melerai pelukannya. Ia melihat mata Alena yang sebab dan hidungnya menjadi merah. Alvin menyeka air mata Alena dengan lembut


" Alena are you oke?" tanya Alvin. Alena mengangguk

__ADS_1


" thanks" kata Alena tersenyum tulus. Alvin pun langsung terpana dengan senyum Alena. Alvin pun membalas senyuman Alena


" aku sudah selesai mengobati luka mu sekarang kita keluar" kata Alvin. Alena mengangguk


__ADS_2