
Alena sedang berjalan menuju pohon kesukaannya tiba tiba ia di tarik seseorang. seketika Alena repleks menendang orang tersebut. orang yang di tendang pun mengaduh kesakitan
" Aduh Al sakit kenapa lo tendang gua" kata Alvin. yah yang menarik Alena adalah Alvin
" pikir sendiri" kata Alena ketus
" iya maaf gua tadi narik lo tiba tiba. tapi gua mau tanya sama lo" kata Alvin serius. Alena hanya melihat Alvin sekilas
" apa" kata Alena
" apa lo benar udah jatuh cinta sama salah satu penggemar lo" kata Alvin
" bukan urusan lo untuk siapa yang gue Cintai" kata Alena meninggalkan Alvin. namun langkahnya terhenti karena Alvin mencekal tangannya
" jelas itu urusan gue karena gue...." kata Alvin menggantung kalimatnya. ntah mengapa lidahnya sangat kelu
Alena melepaskan tangannya dari cekalan Alvin lalu pergi meninggalkan Alvin yang frustrasi
" karena gue suka sama lo Al tapi ntah mengapa saat di hadapan lo gue susah untuk ngomong" kata Alvin lirih. ia mengusap kasar wajahnya
Alena yang kesal dengan Alvin karena menariknya tiba tiba ia pun menuju ke atap sekolah. Alena duduk di atap sekolah. ia mendongakkan kepalanya menatap langit biru yang cerah
seketika cairan bening mengalir dari pelupuk matanya. Alena rindu dengan kehangatan keluarganya. ia rindu dengan daddy nya. ia rindu dengan mommy nya.
__ADS_1
Mommy Daddy Alena rindu. batin Alena
tak di pungkiri Alena rindu kasih sayang orang tuanya. terkadang saat malam Alena menangis di dalam kamarnya tidak ada yang tau karena Alena menangis dalam diam. semenjak kematian Mommy nya Alena terbiasa menangis dalam diam
bel berbunyi pertanda istirahat sudah berakhir. namun Alena enggan beranjak dari tempat nya. ia masih ingin sendiri dulu
sedangkan di kelas Alvin gelisah karena Alena belum masuk kelas. ia berfikir apa Alena marah kepadanya gara gara ia menarik nya tadi
" dimana Alena sedari tadi tadi aku tak melihatnya" kata Bastian mencari keberadaan Alena
" kami juga tidak tau tadi dia bilang kalau dia ke bawah pohon seperti biasa tapi kami tadi dari sana ia tidak ada di sana" kata Atalie
" ada masalah apa itu anak" kata Kevan. yang lain hanya mengedikkan bahu
Alvin yang mulai khawatir ingin mencari Alena. namun sial nya guru sudah masuk ke kelas ia pun mengurungkan Niatnya untuk mencari Alena
" siang buuu" All
" loh dimana Alena" kata bu Lina
" tadi dia masuk bu tapi setelah istirahat saya tidak melihatnya lagi bu" kata Atalie
" duh tu anak bener bener" kata bu Lina yang habis pikir dengan kelakuan Alena
__ADS_1
Alena masih setia berada di Atas Atap. Alena mencari cara bagaimana menyerang dua mafia sekaligus karena ia tidak mungkin menyerang satu persatu itu akan membuat kelompoknya kalah
mafia yang ingin di serang Alena adalah mafia Diamond King dan Red Diamond. Leader mereka adalah kakak beradik. Leader Red Diamond menghasut Leader Diamond King jika istri dan anak yang di kandungnya di bunuh oleh Angel Death
Leader Red Diamond ingin menghancurkan King Diamond dengan mengunakan Angel Death sebagai umpannya
Alena sangat geram dengan kelakuan Leader Red Diamond. rasanya ia ingin langsung menghajarnya. namun Alena tidak boleh bertindak gegabah karena mereka sangat lah pintar dalam membalikkan keadaan walau mereka sedang terdesak
Alena membuang nafas kasar sedikit susah menjatuhkan 2 lawan sekaligus. ia melirik jam tangannya ternyata sebentar lagi waktunya pulang. Alena pun beranjak dari tempatnya langsung menuju ke parkiran
bel berbunyi menandakan jam sekolah sudah berakhir. para murid membubarkan diri. Alvin yang dari tadi cemas dengan Alena karena Alena tidak masuk ke kelas
" Alena gak kasih kabar ke kalian" kata Alvin
" gak ada. mungkin dia ada masalah jadi dia pergi lagi pula dia jugakan sudah besar" kata Derren.
" benar yang di katakan Derren kau kira Alena itu anak kecil yang tak tau arah" kata Kevan
" tapi jika terjadi sesuatu bagaimana" kata Alvin
" hei kenapa kau mencemaskannya? lagi pula Alena wanita yang kuat tidak akan terjadi sesuatu dengannya" kata Alysa setelah membereskan buku dan tas Alena. tetapi Alvin masih saja cemas. mereka pun keluar dari kelas. mereka sudah di tunggu oleh Davino dan Deon. mereka pun menanyakan keberadaan Alena
mereka pun memutuskan untuk pulang. saat sampai di parkiran senyum Alvin mengembang ternyata Alena tidak kenapa napa. Alysa langsung melemparkan tas milik Alena. dengan sigap Alena menangkap dan langsung masuk kedalam mobil
__ADS_1
yang lain ingin bertanya pun mengurungkan niat mereka. mereka paham jika Alena tidak ingin bicara. Alvin yang melihat itu merasa hatinya tersayat
apa dia masih marah kepada ku. batin Alvin