
Setelah memastikan Ayana mendapat tempat duduk, Zein pun langsung bergabung dengan Jamie dan yang lainnya menyanyikan beberapa judul lagu.
Ailee pun tidak tahan untuk bergabung dengan mereka, dia ikut bernyanyi dan menari bersama dengan Zein dan Jamie serta yang lainnya.
Sedangkan Ayana hanya duduk memperhatikan, karena dia takut kekuatannya akan lepas kendali kalau dirinya terlalu senang.
“Zein, kenapa kau tidak menyuruh Ayana bergabung bersama dengan kita?” bisik Jamie pada Zein disela nyanyiannya.
“Iya, cepat sana ajak Ayana bergabung. Kalau dia tidak mau kau temani saja dia disana! Kasihan dia seperti penyendiri saja disana!” ujar Ailee yang mendorong Zein untuk segera menghampiri Ayana.
“Aish, … Kalian berdua ini selalu saja ikut campur!” geram Zein disertai tatapan tajamnya pada Ailee dan Jamie yang masih asyik bernyanyi di atas panggung.
Zein kemudian melihat ke arah Ayana berada, terlihat gadis polos itu hanya tersenyum begitu mata mereka saling bertemu.
Benar yang dikatakan Jamie dan Ailee, gadis itu terlihat seperi seorang penyendiri saja. Mungkin karena dunia dan budaya mereka dalam berpesta sangat jauh berbeda dengan dunia yang Zein ciptakan untuk Ayana dalam film animasinya.
Karena merasa kasihan, Zein pun berjalan menghampiri Ayana dan duduk disampingnya. Ayana hanya menatap bingung pada sikap Zein yang malah duduk disampingnya, padahal dari tadi Ayana tengah menikmati tawa Zein di atas panggung.
“Ada apa? Kenapa kau malah datang kemari?” tanya Ayana dengan wajah polosnya.
“Tidak apa! Aku hanya merasa lapar saja. Kau tidak makan apapun? Padahal daging panggang disini terkenal sangat enak ‘loh!” ujar Zien sembari menaruh beberapa potong daging di atas panggangan yang telah tersedia.
Ayana hanya diam memperhatikan daging yang tengah di panggang oleh Zein barusan dengan air liur yang sudah hampir menetes keluar.
Menyadari tidak ada jawaban apaun dari Ayana, Zein pun sekilas menatap Ayana yang tengah menunggu daging itu matang dengan sempurna.
Zein tersenyum melihat tingkah polos dan lugu dari Ayana, dia berkata “ Hahaa, … Sesaat aku lupa kalau kau bukan berasal dari dunia ini.”
“Kau mau makan ini?” tanya Zein sembari menunjuk potongan daging yang sudah hampir matang itu. Ayana pun mengangguk dengan cepat disertai senyuman manisnya.
“Tunggu sebentar lagi, ini belum matang dengan sempurna,” ujar Zein sembari membalikkan dagingnya.
Ayana menunggunya dengan sabar, senyuman Zein terus mengembang melihat tingkah Ayana yang begitu polos dan menggemaskan layaknya anak kecil itu.
Begitu matang Zein pun langsung mengambilnya dan memberikan pada Ayana.
“Nah, ini baru bisa di makan!” jelas Zein singkat.
Ayana pun langsung saja mengarahkan daging yang baru matang itu kedalam mulutnya. Sontak saja, dia merasa mulutnya terasa panas tapi Zein malah menertawakannya saja.
__ADS_1
“Aaakh, … Panas, kenapa ini panas sekali!” seru Ayana tapi tidak berniat untuk memuntahkannya, dia tetap saja menguyah dagingnya itu meskipun terasa panas.
“Hahahaa, … Kau harus meniupnya terlebih dahulu seperti ini,”
Zein pun kembali mengambil sepotong daging dan kali ini dia meniupnya sebelum memberikan pada Ayana. Dan benar saja, Ayana kembali langsung memasukkan daging itu kedalam mulutnya.
“Hahahaa, … Apakah rasanya enak?” tanya Zein dan Ayana dengan cepat menganggukkan kepalanya.
Sebab mulutnya masih sibuk menguyah daging yang tadi masuk kedalam mulutnya.
“Wahh, … Romantisnya pasangan baru!” seru Jamie yang datang bersama Ailee dan merusak suasana.
“Iya, Zein tadi sempat jual mahal. Sekarang lihatlah, dia bahkan menyuapi kekaksihnya itu,” sambung Ailee yang ikut menggoda Zein dan Ayana.
“Aish, …Mulut kalian berdua bisa diam tidak ‘sih?” sahut Zein dnegan malas menanggapi kedua orang itu.
“Hay, bukankah kalian yang menyuruhku untuk menemaninya?” bisik Zein.
“Sejak kapan kau mau mendengarkan perkataan kami,” sahut Ailee yang langsung duduk disamping Ayana dan memasukkan daging yang tadi di panggang oleh Zein.
Terlihat Ayana tidak memperdulikan pembicaraan mereka, karena sedang menikmati daging panggangnya.
“Tentu saja, Ayo!” sahut Zein yang langsung pergi bersama Jamie.
Zein dan Jamie pun berjalan menuju balkon restaurant itu. Pemandangan malam dari lantai dua restaurant itu terlihat sangat menakjubkan. Mereka pun berdiri bersebelahan sembari menghirup udara segar angina malam.
“Ada apa?” tanya Zein setelah cukup lama mereka terdiam.
“Bagaimana kau bisa bertemu dengan Ayana? Sejak kapan kalian berhubungan? Dan kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku selama ini? Kau tidak berpikir kalau aku akan merebutnya darimu, bukan?”
Jamie pun langsung mencecar Zein dengan berbagai macam pertanyaan yang selama ini coba dia tahan.
“Haaah, … Kupikir ada masalah yang sangat serius saat melihat raut wajahmu tadi.”
Zein terlihat menghela nafas panjang begitu tahu kalau yang ingin ditanyakan Jamie mengenai Ayana.
“Ini juga masalah serius, Zein! Selama kita berteman kau tidak pernah menyembunyikan apapun dariku, tapi kenapa ada pengecualian yaitu soal hubunganmu dengan Ayana?” Jamie masih saja menuntut penjelasan dari Zein.
“Hay, kau normal ‘kan? Kau selama ini tidak menyukaiku sebagai lawan sebagai sesama jenis, bukan?”
__ADS_1
Entah apa yang dipikirkan Zein, pikirannya tiba-tiba mengarah pada pertanyaan itu.
“Sialan! Kau sudah gila ‘yah? Atau kau ingin mati, Hah?” bentak Jamie yang langsung emosi mendengar pertanyaan gila Zein itu.
“Syukurlah, kalau bukan itu! Hehehee, ….” Zein pun terkekeh melihat reaksi emosi dari Jamie.
“Kalau aku katakan bahwa Ayana yang bersama kita sekarang adalah tokoh animasi kita. Apakah kau akan mempercayainya?” ujar Zein yang tiba-tiba menjadi serius.
“Hah? Apa maksudmu ‘sih, Zein?” seru Jamie yang tidak mengerti arah pembicaraan Zein.
“Sebenarnya Ayana yang bersama kita saat ini merupakan tokoh animasi kita. Semalam dia tiba-tiba muncul dari dalam poster, setelah ada sebuah cahaya aneh. Atau kau lebih percaya dengan pengakuanku pada para wartawan tadi? Di antara kedua penjelasan itu mana yang menurutmu masuk akal dan bisa kau percayai?”
Zein mencoba menjelaskan dengan singkat tentang keanehan yang terjadi padanya dalam semalam.
Zein sebenarnya tidak berharap banyak Jamie akan memilih opsi yang pertama, karena Jamie merupakan manusia terlogis yang Zein kenal.
“Tentu saja aku lebih mempercayai pengakuanmu pada wartawan. Itu lebih terdengar logis dan masuk akal dengan yang di namakan sebuah pertemuan. Mana ada poster yang tiba-tiba hidup dan berubah menjadi manusia. Iya, kan?”
Tepat sekali dugaan Zein, Jamie tidak akan pernah mempercayai opsi pertama. Karena Zein sendiri pun sampai sekarang belum bisa mempercayainya.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
__ADS_1
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘