You Are My Anime

You Are My Anime
32. Terpesona


__ADS_3

“Karena kau sedang asyik melamun, makanya tidak mendengarnya. Ada apa? Apakah ada yang terasa sakit lagi? Bagaimana kalau kita pergi ke rumah sakit saja agar kau mendapat perawatan yang layak?” Zein menyarankan, tapi Ayana langsung menolaknya dengan lembut.


“Tidak apa-apa, kondisiku sekarang sudah lumayan membaik! Lagipula, aku bukan manusia biasa sepertimu. Nanti malah akan menimbulkan banyak masalah lagi untukmu,” tolak Ayana yang tidak ingin membuat Zein terlibat masalah apapun.


“Kau harus memberitahuku, kalau ada yang terasa sakit lagi. Jangan menahannya, Mengerti?” ujar Zein yang terlihat masih mengkhawatirkan kondisi Ayana.


“Ehmm, …” sahut Ayana seraya menganggukkan kepalanya di sertai senyuman manisnya.


“Kau mau makan sesuatu? Sebentar aku akan mengambilnya untukmu,” ujar Zein yang tidak tahu harus berkata apa lagi.


Zein pun bergegas menuju ke arah dapur, sedangkan Ayana hanya memperhatikannya saja. Padahal belum sempat mengutarakan pendapatnya, tapi Zein malah pergi ke dapur dengan cepa. Tak lama kemudian, Zein kembali ke ruang tamu dengan membawa buah dan beberapa makanan ringan.


“Makanlah!” ujar Zein pada Ayana, hingga gadis itu terdiam dengan sikap Zein yang tiba-tiba sangat perhatian kepadanya.


“Terima kasih,” ucap Ayana.


“Bagaimana kalau kita sambil menonton film?” ajak Zein sembari memilih beberapa DVD film animasi koleksinya.


“Boleh,” sahut Ayana yang tinggal setuju saja, meskipun dia tidak apa yang sedang di bicarakan oleh Zein.


“Ouhya, … Aku ingin menunjukan sesuatu padamu,” ujar Zein yang kali ini raut wajahnya terlihat serius.


“Apa itu?” tanya Ayana yang penasaran.


Namun, Zein tidak menjawabnya. Zein pun mulai memutar film yang di pilihnya yang ternyata film animasi terbarunya, dimana Ayana adalah tokoh utamanya di sana. Film pun di mulai dan pada bagian pembuka Film Ayana sudah merasa tidak asing dengan latar tempatnya.


Seketika Ayana terdiam, matanya mulai berkaca-kaca. Melihat tempat tinggalnya dulu membuatnya merindukan semua orang yang dia kenal di dalam animasi itu. Dia sungguh tidak percaya bahwa dirinya malah terjebak di dunia yang sangat asing.


Hingga suara Zein menyadarkan Ayana dari lamunannya. Zein bertanya, “Apakah kau merasa tidak asing dengan film ini?”


“Ehmm, … Tempat itu adalah tempat tinggalku yang sebenarnya sebelum aku di tarik ke tempat ini,” jawab Ayana dengan jujur.


“Di tarik oleh siapa?” tanya Zein lagi yang mulai menemukan informasi baru terkait kemunculan Ayana.


“Sebuah kekuatan yang sangat besar, tapi aku tidak tahu kekuatan apa itu,” jawab Ayana lagi.

__ADS_1


“Apakah kau sedang mencari cara untuk mengirimku kembali ke dalam animasimu, Zein?” lanjut Ayana yang berbalik bertanya, karena dia merasa curiga dengan sikap baik Zein kepadanya dan juga tujuan darinya memutar film itu.


“Bukan begitu, aku hanya ingin kau memastikan apakah ada salah satu tokoh jahat yang ikut datang ke dunia ini bersamamu saat itu. Sebab jika benar begitu, maka aku ‘lah orang yang harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya,” jelas Zein yang tak ingin Ayana salah paham kepadanya.


“Jadi, perhatikan baik-baik filmnya! Dan beritahu aku apakah orang yang telah melukaimu ada di dalam filmnya atau tidak,” sambung Zein menekankan.


“Ehmm, ….” sahut Ayana yang langsung memperhatikan dunianya sendiri dengan sangat serius.


Zein pun gemas sendiri melihat tingkah lugu dan polosnya Ayana yang selalu saja menuruti apapun yang dia katakan. Tanpa Zein sadari hatinya kini mulai menghangat setiap kali dirinya berada di dekat Ayana.


Bahkan tanpa sadar, Zein menyuapi Ayana makanan ringan yang tadi dia bawa. Tatapannya tak lepas dari wajah cantik dan mungil Ayana yang terlihat menggemaskan dengan setiap ekspresi yang dia tunjukan. Hingga tanpa terasa film itu akhirnya selesai dan Ayana tidak menemukan kedua orang yang telah menyerangnya tempo hari.


“Mereka tidak ada di dalam duniaku? Apakah mereka juga salah satu manusia sepertimu, Zein?” ujar Ayana yang terlihat sangat serius memikirkannya, sementara Zein malah terpesona dengan sosok menggemaskan Ayana.


“Zein!” Panggilan Ayana kali ini berhasil menyadarkan Zein.


“Hah? Apa yang kau katakan barusan?” tanya Zein yang menjadi salah tingkah di buatnya.


“Orang yang menyerangku, mereka tidak ada di dalam duniaku,” ujar Ayana yang terpaksa mengulangi perkataannya.


“Benarkah? Lalu siapa mereka! Jika mereka manusia biasa sepertiku, maka tidak mungkin mereka bisa melukaimu,” jelas Zein yang kini ikut memikirkan identitas orang-orang, sebab dia merasakan hal buruk akan terjadi ke depannya.


“Huuh? Bukan aku yang melindungimu, tapi kau yang melindungiku?” tanya Zein memastikan pendengarannya.


“Ehmm, … Aku ‘kan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Jadi, bisa melawan siapun yang berniat menyakitimu, Zein!” jelas Ayana penuh dengan kebanggaan dan percaya diri.


“Hahaa, … Seketika aku merasa tidak memiliki harga diri lagi sebagai seorang pria, setelah mendengar perkataanmu barusan! Hahahaa, ….” Dengan canggungnya Zein menertawakan dirinya sendiri.


“Zein, apakah buah yang tadi masih ada? Aku ingin memakannya lagi,” pinta Ayana yang mengalihkan topik pembicaraan, karena perutnya yang masih menginginkan camilan.


“Sudah habis! Sebaiknya kau jangan terlalu banyak makan, nanti bisa gemuk,” ujar Zein yang masih kesal dan tidak terima dengan kenyataan bahwa dirinya di lindungi oleh seorang gadis.


“Tapi aku masih merasa lapar,” rengek Ayana membuat wajahnya terlihat semakin menggemaskan.


“Makan angina saja, nanti juga kenyang sendiri,” sahut Zein dengan ketusnya.

__ADS_1


Kemudian, Zein pun berjalan masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Ayana masih berada di ruang tamu dengan raut wajah sedih yang masih berusaha merengek pada Zein. Hingga tak lama kemudian Zein keluar dari dalam kamar dengan mengenakan jaket kesayangan, sementara di tangan kanannya Zein membawakan jaket untuk Ayana.


“Pakai ini! Ayo, kita beli apapun yang kau inginkan,” ujar Zein sembari menyerahkan jaket milik Ayana.


“Yeaah, … Zein, memang yang terbaik di dunia!” seru Ayana kegirangan.


“Apakah kau harus merasa sesenang itu?” tanya Zein yang tersenyum manis melihat tingkah Ayana yang begitu menggemaskan di matanya.


“Tentu saja, apalagi aku pergi berdua dengan Zein!” jawab Ayana dengan penuh semangat.


“Berdua? Denganku? Apakah secara tidak langsung aku sedang mengajaknya untuk berkencan?” gumam Zein yang baru menyadarinya.


“Ayo, … Cepat, kita pergi sekarang Zein!” ajak Ayana sembari menarik tangan Zein.


Karena di area sekitar apartement ada sebuah supermarket yang cukup besar, Zein dan Ayana pun memutuskan untuk berjalan kaki saja. Pemandangan indah musim semi membuat kesan romantis bagi pasangan yang melewati jalan itu. Dimana sepanjang jalan setapak itu terdapat pohon bunga sakura yang sedang mekar dengan indahnya.


“Zein, lihatlah bukankah ini cantik?” tanya Ayana sembari menunjukan pemandangan bunga sakura yang ada di sekitarnya.


“Iya, kau terlihat sangat cantik,” puji Zein, dia tanpa sadar malah focus pada sosok Ayana.


^^^^^^Bersambung, .... ^^^^^^


...****************...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2