
“Pada malam sebelum acara peluncuran animasi kita di resmikan! Saat itu, Ayana yang berada di dalam poster yang terpasang di lobi tiba-tiba berubah menjadi Ayana yang sekarang kita kenal. Dan pada akhirnya dia mengikutiku, meski aku sudah berulang kali mengusirnya pergi, …”
“Lalu ketika acara peluncuran di resmikan, dia malah membantuku dengan menampilkan kemampuannya di depan semua orang yang hadir saat itu. Hingga akhirnya aku menerima begitu saja sebagai kekasihku, mengingat berkat bantuannya animasi kita sukses besar hingga sekarang!”
“Namun, sampai detik ini aku baru mengetahui bahwa kekuatan yang ada dalam diri Ayana akan membawanya dalam bahaya seperti ini, bahkan untuk semua orang yang tidak bersalah sama sekali.”
Zein mengakhiri ceritanya dengan wajah tertunduk penuh penyesalan, meski semua itu terjadi bukan karena kesalahannya maupun Ayan. Akan tetapi, dia tetap saja merasa bertanggung jawab atas korban yang berjatuhan atas tindakan dua sosok berjubah itu hanya karena menginginkan kekuatan yang ada dalam diri Ayana.
“Zein, jangan menangis ataupun menyesali sesuatu! Semua ini terjadi bukan salahmu ataupun Ayana. Semua ini karena keserakahan sosok berjubah itu, mereka membunuh orang-orang itu dan sudah seharusnya di salahkan,” jelas Jamie yang langsung memeluk sahabatnya itu.
“Benar, entah apa yang ingin para bajingan itu lakukan! Kita semua akan melindungi Ayana mulai dari sekarang, seperti Ayana melindungi kita selama ini,” imbuh Ailee yang ikut memeluk Zein yang dalam sisi rapuhnya.
“Terima kasih, kalian berdua memang akan selalu ada dalam keadaan apapun diriku!” ucap Zein penuh ketulusan dari lubuk hatinya.
Siapa sangka, diam-diam Ayana sebenarnya sudah sadar sejak Zein memberitahu Jamie dan Ailee tentang siapa dirinya sebenarnya.
Ayana bisa dengan mudah merasakan ketulusan Jamie dan Ailee dalam menyayangi selama ini. Bahkan setelah mereka mengetahui siapa dia sebenarnya, keduanya tidak mempermasalahkannya sama sekali.
“Terima kasih, Jamie! Terima kasih banyak, Ailee! Dan terima kasih, Zein! Berkat kalian semua aku merasa tidak sendirian berada di dunia yang asing ini. Terima kasih untuk segalanya dan aku janji akan menyelesaikan sosok berjubah itu secepatnya agar tidak membahayakan orang lain lagi,” batin Ayana bertekad.
...****************...
Waktu dengan cepat berlalu, dua hari setelah kejadian pembunuhan di sekitar apartemen Jamie keadaannya sudah mulai tenang. Zein dan Jamie pun telah memberikan kesaksiannya, di dukung dengan adanya bukti cctv dan hasil otopsi dari korban berhasil menyatakan keduanya tidak terlibat sama sekali.
__ADS_1
Dan berkat keputusan Zein membawa Ayana kembali ke apartemen lebih dulu, namanya pun tidak akan di bawa-bawa maupun di periksa oleh polisi. Kini kondisi Ayana pun telah pulih seperti sebelumnya. Kini Zein, Ayana dan juga Jamie akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah Ailee demi kebaikan bersama.
“Ayana, makanlah yang banyak agar kau cepat sembuh,” ujar Ailee yang selalu setia merawat Ayana.
“Aku sudah baik-baik saja sekarang! Terima kasih sudah bersedia merawat ku selama ini, Ailee,” ucap Ayana dengan senyuman manisnya.
“Jangan sungkan seperti itu padaku! Bukankah kita ini sudah menjadi saudara, kau ini adik kecilku yang menggemaskan,” goda Ailee yang berhasil membuat senyuman Ayana semakin merekah.
“Makanlah, mau aku suapi?”
Zein menghampiri keduanya dan mengambil alih piring berisi makanan yang sudah Ailee sediakan untuk Ayana. Dan Ayana hanya bisa tersenyum malu, sebab dia juga tidak ingin menolak kesempatan untuk mendapatkan perhatian penuh cintai dari Zein.
“Zein, apa kau tahu bagaimana perkembangan akan kasus pembunuhan dan penculikan berantai itu?” tanya Ailee yang merasa penasaran.
“Untuk sementara waktu mereka tidak akan bisa melakukan apapun! Mereka cukup terluka parah karena menembus batas pelindung yang aku buat saat itu, andai saja aku bisa lebih cepat menyempurnakan batas itu maka saat ini mereka pasti sudah bisa aku lenyapkan,” terang Ayana yang membuat pandangan Zein dan Ailee langsung mengarah padanya.
“Namun, kau juga terluka karena memaksakan dirimu Ayana,” ujar Zein dengan tatapan khawatir.
“Tidak, Zein! Aku tidak memaksakan diri sama sekali, tapi karena kekuatan saat itu semakin bertambah bersamaan dengan mereka yang memaksa menghancurkan pembatas yang belum sempurna itu. Sehingga energi yang aku miliki tidak berjalan sesuai yang seharusnya.” Ayana kembali menjelaskan soal keadaannya sempat membuat Zein dan kedua sahabatnya menjadi khawatir.
“Zein, cepat nyalakan televisinya!”
Ditengah pembicaraan mereka, tiba-tiba Jamie datang dalam keadaan panik. Zein pun tidak menggubrisnya sama sekali, karena dia tengah memegang piring dan menyuapi Ayana. Akhirnya Ailee yang dekat dengan remotnya dan langsung saja menyalakan televisi yang ada di sana sesuai perintah Jamie.
__ADS_1
‘Sebuah kabar terbaru yang akhir-akhir ini menggemparkan media social. Dikatakan bahwa kematian para korban pembunuhan yang diambil jantungnya serta penculikan beberapa gadis remaja di sekitar apartemen elit milik Ceo N-Grey Animation Corp dan sekretarisnya ternyata berkaitan dengan di rilisnya film animasi terbaru mereka yang berjudul Ayana The Adventure.’
‘Banyak pihak yang mengatakan bahwa animasi tersebut mendapat kutukan, sehingga memakan korban bagi siapapun yang menonton film animasi tersebut. Hal itu di perkuat dengan keterangan kepolisian yang menangani kasus tersebut. Dimana para korban akan di bunuh dan di culik setelah pulang dari menonton animasi tersebut.’
‘Alhasil, beberapa kelompok orang melakukan demo besar-besaran di depan gedung N-Grey Animation Corp untuk menarik film animasi tersebut dan bertanggung jawab penuh atas para korban dan keluarganya. Sekian berita terkini dari kami!’
“Apa-apaan berita gila itu?” geram Zein yang tidak terima atas berita tidak jelas yang baru saja dia lihat.
“Aku tidak tahu rumor buruk itu berasal dari mana, tapi dari karyawan kita mereka memang tengah melakukan demo di depan perusahaan. Sebaiknya untuk sementara waktu, kita melibatkan semua karyawan dan tetap berada di rumah ini,” ujar Jamie menyarankan.
“Bagaimana dengan harga saham yang kita miliki?” tanya Zein yang langsung mencari keberadaan ponselnya untuk memastikan sendiri.
“Tentu saja sangat turun drastis, bahkan beberapa kolega kita ingin membatalkan semua kerjasama yang berkaitan dengan animasi itu,” jawab Jamie yang sebenarnya tidak tega saat mengatakan hal itu dengan jujur, tapi percuma saja jika dia berbohong Zein bisa memastikan jawabannya sendiri.
“Aish, … Sial!” umpat Zein, tentunya merasa sangat frustasi hal kerja kerasnya selama ini hancur begitu saja dalam sekejap hanya kerena sebuah rumor yang belum tentu benar.
“Zein, … Maaf!” lirih Ayana yang sudah tertunduk sambil menahan tangisnya.
“Tidak, Ayana! Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah mengumpat di depanmu. Maaf, untuk sesaat aku terbawa emosi,” ucap Zein.
Bersambung, ....
__ADS_1