You Are My Anime

You Are My Anime
Sebuah Umpan


__ADS_3

Benar Zuko sendiri yang telah memastikannya sendiri dengan menggunakan kekuatannya dan sekaligus menargetkan untuk menjadi wadah dari ritualnya. Wadah yang sangat sulit untuk dia temukan dalam tiga hari belakangan.


Setibanya di rumah Ailee, ternyata barang yang Jamie dan Zein pesan telah tiba tepat waktu. Saking antusiasnya Zein dan Jamie akan kedatangan paket itu sampai membuat Ayana dan Ailee menatapnya dengan penuh curiga.


“Wah, … Siapa sangka paketnya akan datang tepat waktu!” seru Zein yang langsung meraih paketnya.


“Benar, aku pikir akan memerlukan waktu lebih lama lagi untuk tiba di tempat kita.” Begitu juga dengan Jamie.


“Memang apa yang ada di dalam paket itu?” tanya Ailee dengan nada penuh interogasi.


“Sesuatu yang sangat berarti untuk kami,” jawab Zein dengan santainya tanpa menatap sekalipun pada Ailee dan Ayana, dia hanya focus membuka paketnya dan Jamie juga melakukan hal yang sama.


“Apa lebih berarti dari kekasih kalian sendiri?” sungut Ailee dengan raiut wajah kesalnya, sedangkan Ayana hanya diam menatap ketiganya dengan bingung.


“Barang ini sangat berarti, sebab kami memesannya untuk kalian,” ujar Jamie sembari mengalungkan sebuah liontin dengan bertahtakan belian di tengahnya.


Zein pun melakukan hal yang sama pada Ayana sembari berkata, “Bagaimana apa kau menyukainya?”


“Aku sengaja memesan dengan bentuk bunga yang menyimbolkan sebuah keanggunan seperti namamu,” imbuh Zein begitu berhasil memasangkan liontin itu di leher Ayana.


“Yaa, aku sangat menyukainya! Terima kasih, Zein,” ucap Ayana sembari menyentuh kalungnya sambil tersenyum bahagia.


“Bagaimana denganmu, Jamie? Kenapa kau memilih bentuk hati?” tanya Ailee yang tidak mau kalah romantis seperti Zein dan Ayana.


“Tentu saja! Aku tidak mungkin sembarangan memilihnya, sebab bentuk hati akan melambangkan perasaanku padamu sedangkan berlian putih di tengah merupakan arti dari namamu yaitu kesucian. Maka dari itu liontin ini melambangkan cintaku dan juga arti dari namamu yang indah seperti orangnya,” terang Jamie yang membuat Ailee semakin tersipu malu begitu mendengarnya.


“Aku juga sangat mencintaimu, Jamie!” ungkap Ailee sembari memeluk erat tubuh Jamie.


“Aku juga sangat mencintaimu, Ailee!” balas Jamie.


“Apa kau ingin aku juga mengatakan hal seperti itu padamu?” bisik Zein yang merasa jijik melihat kebucinan kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


“Tidak perlu, karena aku tahu betapa besarnya Zein mencintaiku!” ucap Ayana yang mengecup bibir Zein dengan gemas.


“Aku juga sangat mengetahui betapa Ayana sangat mencintaiku!” Zein pun membalas ciuman itu.


Bukan tanpa alasan Zein dan Jamie memesan kalung itu. Karena di balik berlian besar yang ada ditengahnya terdapat sebuah alat pelacak yang telah terhubung dengan ponsel masing-masing. Hal itu Zein dan Jamie lakukan untuk situasi darurat, jika ada kemungkinan Ayana dan Ailee di culik pria berjubah itu.


Namun, siapa sangka kemungkinan penculikan itu benar-benar terjadi. Dimana bukan Ayana yuang menjadi korbannya melainkan Ailee.


...****************...


Keesokan harinya tepatnya sebelum makan malam, ketika itu Ailee berniat untuk membuang sampah di depan rumahnya. Tiba-tiba saja mulutnya di bekap oleh seseorang dan keduanya langsung menghilang begitu saja.


“Ay, aku mau buang sampah dulu ‘yah!” ujar Ailee yang tidak tahan melihat sampah sudah menumpuk di rumahnya.


“Biarkan Jamie atau Zein saja yang melakukannya,” sahut Ayana.


“Tidak apa-apa! Hanya di depan rumah ‘kok!” Ailee tetap bersikeras yang membuat Ayana tidak bisa menghentikannya lagi.


Seseorang langsung membekap mulut Ailee dan membawanya pergi dengan menggunakan teleportasi.


“Energi ini? Jangan-jangan Ailee, ….”


Ayana yang tengah memasak di dapur, tiba-tiba kembali merasakan energi jahat yang sangat dia kenali belakangan ini. Tanpa pikir panjang Ayana pun langsung berlari keluar untuk menyusul Ailee.


Bahkan Ayana sampai menutup pintu dengan begitu keras, hingga Zein dan Jamie yang mendengarnya segera keluar dari kamar masing-masing. Meski begitu Ayana sudah terlambat, dia tidak menemukan Ailee di manapun.


“Ailee! Ailee, … Dimana kau?” teriak Ayana sambil menangis.


“Ay, apa yang terjadi?” tanya Zein begitu menghampiri Ayana dan Jamie segera menyusul di belakangnya.


“Apa yang terjadi dengan Ailee? Dimana dia sekarang?” cecar Jamie yang tak kalah paniknya dengan Ayana dan Zein, apalagi mendengar Ayana yang terus memanggil nama Ailee.

__ADS_1


“Hiks, … Aku tidak tahu! Ta-tadi Ailee hanya bilang akan membuang sampah, ta-tapi ketika Ailee sudah keluar aku merasakan energi pria berjubah itu lagi. Hiks, … Dan begitu aku berlari menyusulnya tidak ada Ailee dimanapun,” jelas Ayana di sela isak tangisnya.


“Sialan! Sebenarnya apa mau mereka? Kenapa harus Ailee!” umpat Jamie dengan frustasi yang membuat Ayana merasa semakin bersalah, meski Jamie tidak menyalahkannya.


“Jamie, tenanglah! Aku akan menyuruh para pengawal untuk berkumpul dan kau coba lacak lokasinya,” ujar Zein berusaha menenangkan Jamie dan memanfaatkan alat pelacak yang terdapat di kalung Ailee untuk menemukan lokasinya saat ini berada.


Zein bergegas kembali ke dalam kamar untuk mencari ponselnya dan segera menghubungi para pengawalnya untuk segera berkumpul.


Sedangkan Jamie berusaha melacak keberadaan Ailee melalui aplikasi di ponselnya yang langsung terhubung dengan alat pelacak di kalung Ailee.


Ditengah kepanikan semua orang, tiba-tiba muncul asap hitam yang menghampiri Ayana dan Jamie yang saat itu masih berada di luar rumah. Tak lama kemudian asap itu membentuk suatu tulisan dan Jamie juga bisa membacanya dengan jelas yang berisi, ‘Jika ingin menyelamatkannya, maka ikuti petunjuk ini! Waktumu sangat terbatas, Ayana!’


“Ay, _....”


“Jamie, tolong sampaikan pada Zein agar tidak mengkhawatirkan aku! Aku harus pergi untuk menyelamatkan Ailee apapun yang terjadi,” potong Ayana yang tidak ingin terjadi hal buruk menimpa Ailee karena dirinya.


Belum sempat Jamie mengatakan sesuatu, Ayana langsung saja melesat mengikuti arah asap itu pergi. Berulang kali Jamie memanggil Ayana untuk kembali, tapi semuanya percuma saja karena Ayana sama sekali tidak memperdulikannya. Yang ada Zein yang kembali berlari keluar begitu mendengar teriakan Jamie yang menyuruh Ayana untuk kembali.


“Jam, dimana Ayana?” tanya Zein dengan wajah khawatirnya.


“Dia pergi mengikuti asap itu! Asap yang menyampaikan sebuah pesan bahwa Ayana harus datang ke sana jika ingin Ailee selamat,” jelas Jamie yang tak kalah khawatirnya dengan Jamie.


“Shit! Kenapa kau tidak menghentikannya, itu bukan sebuah pesan melainkan sebuah umpan agar Ayana datang dan setelah itu mereka akan mengambil semua kekuatannya,” umpat Zein yang berteriak frustasi.


“Kita harus bergegas, Zein! Kita tidak boleh membuat waktu di sini,” ujar Jamie yang juga tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk baik pada Ailee maupun Ayana.


“Kau benar! Apapun yang terjadi kita harus secepatnya menemukan mereka,” sahut Zein yang langsung mencari keberadaan kunci mobilnya dan langsung bergegas pergi dengan Jamie.


Bersambung, ....


__ADS_1


__ADS_2