
“Apa kalian yakin ini tempatnya?” tanya Devan yang masih mengikuti Zein dan Jamie dengan setia, begitu pula para pengawal bayaran Zein dengan membawa persenjataan masing-masing.
“Diamlah, matikan senter ponsel kalian! Sepertinya di depan ada sebuah cahaya!” perintah Zein ketika dirinya memang melihat sebuah cahaya, seperti cahaya lilin yang memecah gelapnya malam.
Perlahan Zein pun mengarahkan semua untuk semakin berjalan maju mengikutinya. Namun, tiba-tiba mereka di hadang dan di kepung oleh orang-orang yang mengenakan jubah merah.
Ayana memang telah menghancurkan pagar sihir yang menutupi sekitar Gedung tua itu. Akan tetapi, siapa sangka masih terdapat sihir pendeteksi yang masih aktif.
“Siapa orang-orang ini? Aneh sekali,” gumam Devan lagi.
Belum sempat Zein dan yang lainnya bereaksi ataupun melawan para pria berjubah itu. Tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang terpancar dari dalam Gedung tua bersamaan dengan di mulainya gerhana bulan merah.
“Tidak! Ayana dan Ailee sedang dalam bahaya,” ujar Zein yang berniat untuk mengabaikan keberadaan para pria berjubah dan menerobos masuk ke dalam Gedung tua itu berada.
Namun seolah keberadaan para pria berjubah memang untuk menjaga dan memastikan agar tidak ada seseorang yang bisa memasuki gedung tua itu.
Zein yang berniat ingin menerobos masuk langsung saja mendapat serangan dari para pria berjubah itu. perkelahian antara pihak Zein dan pria berjubah tidak dapat di hindarkan lagi.
Berulang kali Zein mencoba untuk menerobos pertahanan pria berjubah itu, tetapi selalu saja berhasil di gagalkan. Devan dan Jamie yang menyadari maksud tujuan Zein, akhirnya sepakat untuk membuatkan jalan agar Zein bisa menerobos masuk ke dalam Gedung tua itu yang semakin bercahaya di tengah gelapnya gerhana bulan yang sedang berlangsung.
Sedangkan yang terjadi di dalam Gedung itu, Zuko sudah bersiap untuk memulai ritual pemindahan kekuatannya. Terdengar jelas oleh Ayana bahwa Zuko sudah mulai mengucapkan mantra terlarang yang akan menyerap kehidupan para gadis remaja itu dan bayi yang tidak berdosa serta Ailee yang seharusnya tidak terlibat akan masalah seperti ini.
“Hentikan! Aku mohon hentikan semua kegilaan kalian ini!” teriak Ayana frustasi, sebab dia tidak bisa menyaksikan kejadian selanjutnya yang akan terjadi.
“Kalian menginginkan kekuatanku saja, bukan? Maka lepaskan mereka dan ambil saja yang kalian mau dariku!”
__ADS_1
Ayana kembali berteriak ketika pada gadis remaja itu mulai berteriak kesakitan ketika inti kehidupan mereka mulai terhisap. Mendengar suara teriakan dan tangis bayi yang begitu memekikkan telinga, Ailee pun perlahan membuka matanya.
Dia sangat terkejut saat menyadari bahwa tubuhnya kini di ikat di tengah tiang dengan pemandangan mengerikan yang berada di sekitarnya.
“A-apa yang terjadi?” tanya Ailee dengan sangat ketakutan dan berusaha membebaskan tubuhnya, tapi semuanya hanya sia-sia karena ikatan itu terlalu kuat melilit tubuhnya.
Hingga akhirnya Ailee melihat Ayana yang juga tengah di ikat, tapi bukan menggunakan sati seperti dirinya melainkan sebuah energi jahat yang menyerupai tali. Jika menggunakan tali biasa, mungkin sejak tadi Ayana sudah bisa membebaskan dirinya dengan mudah.
“Ay, … Apa yang terjadi? Apakah mereka, _....”
Ailee tak mampu melanjutkan ucapannya. Dia benar-benar sangat ketakutan ketika melihat para gadis remaja yang di culik beberapa hari ini sekarang sedang terkurung di penjara yang terbuat dari besi.
Sedangkan setiap di depan kurungan itu terdapat jantung manusia yang masih berdetak. Lalu tepat di bawah kakinya terdapat tiga bayi laki-laki yang masih berlumuran darah.
“Ayana, tolong selamatkan aku! Hiks, … Hiks, …” pinta Ailee dengan suara yang bergetar ketakutan.
...****************...
Beralih pada Zein dan yang lainnya yang masih berusaha untuk menerobos masuk. Suara teriakan kesakitan dan ketakutan dari dalam Gedung tua itu membuat perasaan Zein, Jamie dan Devan menjadi semakin kalut dan memburuk.
“Zein, pergilah masuk ke dalam sana! Biar kami yang menangani orang-orang ini,” ujar Jamie sembari menangkis serangan yang di layangkan oleh para pria berjubah.
“Benar, salah satu dari kita harus memastikan apa yang tengah terjadi di dalam sana! Karena kau setidaknya mengerti apa yang sedang terjadi di sini, maka kau saja yang pergi untuk memastikannya,” imbuh Devan yang mempercayakan semuanya pada Zein.
“Baiklah, tolong buka jalan untukku,” ujar Zein yang tidak ingin membuang waktunya.
__ADS_1
Jamie dan Devan segera menganggukkan kepalanya pertanda keduanya setuju. Mereka pun bekerjasama menghalau setiap serangan yang di lancarkan oleh para pria berjubah itu. Dengan kerjasama yang baik, akhirnya Zein berhasil menerobos pasukan pria berjubah itu dan segera berlari masuk ke dalam Gedung tua itu.
Beberapa dari pria berjubah itu berniat untuk mengejar Zein, tetapi Devan segera menghalaunya. Begitu juga dengan Jamie yang ikut membantu, apalagi nyawa Ailee juga di pertaruhkan di dalam sana.
Pada akhirnya Zein berhasil memasuki Gedung tua tersebut dengan tenang, dia terus berjalan mengikuti arah cahaya terang itu berasal.
Betapa terkejutnya Zein saat melihat pemandangan mengerikan di hadapannya. Para gadis remaja korban penculikan itu terkurung dalam satu sel yang berbeda.dan dapat Zein lihat dengan sangat jelas jantung manusia yang masih berdetak di tambah keberadaan tiga bayi laki-laki yang sepertinya baru saja dilahirkan oleh Ibunya.
“Ayana! Ailee!”
Keadaan Ailee dan Ayana terlihat baik-baik saja namun tubuh keduanya di ikat. Zein yang masih mematung di tempatnya karena melihat pemandangan yang sangat mengerikan itu, tiba-tiba di kejutkan oleh serangan Cade.
Beruntung Zein memiliki refleks yang cepat, sehingga dia bisa menghindari serangan itu.
Cade kembali menyerang Zein secara brutal seolah tidak mengijinkan Zein untuk menyerang balik dirinya. Alhasil, tubuh Zein terkena beberapa serang dari Cade karena tidak bisa menghindarinya lagi.
“ZEIN!!” seru Ayana yang terkejut dengan keberadaan Zein di tempat itu.
“Tolong jangan sakiti siapapun! Yang kalian inginkan hanya aku, jadi tolong lepaskan mereka semua. Hiks, …” pinta Ayana yang tampak sangat pasrah jika pun dia harus mati di tangan Zuko asal Zein, Ailee dan yang lainnya bisa dia selamatkan.
“Sudah terlambat bagimu untuk memohon agar kami mengampuni nyawa mereka! Gerhana bulan merah sebentar lagi akan muncul dengan sempurna dan kami akan mendapatkan kekuatanmu,” ujar Cade dengan sikap angkuhnya karena merasa sebagai pemenangnya.
“Kau pikir aku akan membiarkan kalian mendapatkannya semudah itu? Jangan mimpi!” seru Zein dengan sengaja memprovokasi Cade agar membuatnya semakin merasa marah dan di remehkan, sehingga memudahkan dirinya untuk mengacaukan ritual aneh itu.
Bersambung, ....
__ADS_1