
Bukannya menjawab pertanyaan Zein, Cade dan pemimpinnya malah saling berbisik mengenai aura kekuatan yang sangat kuat dari dalam tubuh Ayana.
Kini mereka hanya perlu mendapatkan sedik darah milik Ayana agar bisa memastikan dan membuktikannya.
“Cade, kau merasakannya juga, bukan?” bisik sang pemimpin dengan tatapan mata masih tertuju pada Ayana.
“Iya, aku merasakan kekuatan yang sangat kuat dari dalam tubuhnya,” sahut Cade yang juga berbisik.
“Cari cara untuk mendapatkan sedikit darahnya agar aku bisa lebih memastikannya,” perintah sang pemimpin pada Cade.
“Kita pikirkan nanti saja. masalahnya sekarang ada pada dua orang ini,” ujar Cade yang secara tidak langsung menunjuk pada Zein dan juga Ailee.
Hingga percakapan mereka harus trehenti karena bentakkan dari Zein yang menuntut penjelasan pada mereka berdua.
Sementara Ayana merasakan firasat buruk terhadap kedua orang itu yang terus menatapnya dengan penuh arti.
“Cepat jawab!” bentak Zein saat tidak mendapat jawaban dari kedua pria di hadapannya itu.
“Hay, Tuan! Tapi kami tidak tahu atas tuduhan anda barusan. Nona ini ‘lah yang menabrak teman saya, tapi dia sendiri yang terjatuh dan menangis seperti ini,” jelas Cade yang tidak mau di salahkan dengan perbuatan yang tidak pernah dia lakukan.
“Lalu kenapa temanku menangis di depan kalian seperti ini, Hah!” seru Zein yang masih saja tidak mempercayai dan mendengarkan penjelasan Cade barusan.
“Zein, cukup! Ini memang bukan salah mereka, aku yang menabraknya tadi dan aku juga yang terjatuh sendiri,” jelas Ailee di sela isak tangisnya.
Penjelasan dari Ailee, seketika Zein di buat menjadi serba salah karena terus menuduh kedua pria itu tanpa bukti apapun bahkan dia tidak mau mempercayai penjelasan dari mereka sebelumnya.
Zein pun langsung terdiam, dia benar-benar merasa malu kepada dua orang asing yang barusan dia tuduh tanpa bukti itu.
Sementara, Ayana dan sang pemimipin masih saling mengamati satu sama lain, hingga suara Zein menyadarkan keduanya.
“Maafkan aku, karena tadi sudah salah paham padamu,” ucap Zein yang harus meminta maaf atas kesalahannya.
“Bukankah sudah aku jelaskan dari awal, kenapa masih saja tidak percaya. Sekarang jadi malu sendiri ‘kan?” ujar Cade yang masih sedikit merasa kesal dengan tuduhan Cade sebelumnya.
“Tidak masalah, lupakan saja! Aku juga tidak terlalu memikirkannya,” sahut sang pemimpin dengan ramah.
Karena mereka harus berpura-pura menjadi orang baik agar bisa mendekati Ayana target yang selama ini dia cari dengan susah payah.
“Terima kasih atas pengertian anda. Kalau begitu kami akan pamit undur diri sekarang,” pamit Zein yang merasa tidak nyaman dengan tatapan pria itu kepada Ayana.
“Tunggu! Sepertinya anda terlihat tidak asing. Perkenalkan saya Zuko Lexandro, seorang Dokter di rumah sakit XIA. Dan ini adik saya Cade Nicholas, kami berdua baru saja tiba di negara ini. Dan mulai hari ini, kami juga akan tinggal di daerah apartemen ini.”
__ADS_1
Zuko tidak bisa tinggal diam melihat Zein yang langsung membawa pergi Ayana begitu saja, dia harus memikirkan cara agar terus bisa berhubungan dengan mereka.
Zuko pun akhirnya memperkenalkan dirinya terlebih dahulu sebagai langkah awal dalam pendekatannya.
“Ouh, Saya Zeinder Marcellino dan ini kekasih saya Ayana Skyler. Sedangkan wanita pembuat masalah ini sahabat saya, Ailee Aurora. Sekali lagi maafkan atas tindakan teman saya ini.”
Zein pun ikut memperkenalkan dirinya, Ayana dan juga Ailee sebagai bentuk sopan santunnya. Meskipun Zein merasa tidak nyaman dengan keberadaan dua pria itu, tapi dia bersikap seperti biasanya.
“Kalau begitu kami pergi dulu,” lanjut Zein.
“Ayo, Ayana kita kembali dulu!"
Zein pun menyuruh Ayana untuk mengikuti kembali ke dalam apartemen mereka.
.
Ayana tidak menjawabnya, tetapi dia menurut dan mengikuti Zein dan Ailee pergi dengan sesekali melihat ke belakang. Zuko dan Cade hanya menatap kepergian Ayana sembari menahan amarah mereka.
“Aku ingin sekali membunuh bocah itu,” gumam Zuko yang ternyata marah besar karena Zein tetap mengabaikan keramahannya.
“Itulah yang ingin aku lakukan dari tadi,” sahut Cade yang juga masih kesal dengan sikap Zein.
“Baiklah, Ayo kita cari tempat kita dulu. Aku sudah sangat Lelah dengan drama wanita bodoh itu,”
Cade pun sedikit acuh dengan perkataan dari Zuko, dia pun memimpin jalan untuk menemukan apartemen yang akan mereka tinggali.
Dan ternyata Cade memesan apertemen yang tepat bersebelahan dengan apartemen melik Zein, tetapi Zein belum mengetahui soal ini.
...****************...
Sementara itu, Ailee yang sudah berada didalam apartemen Zein masih saja terus menangis. Zein dan Ayana pun berusaha untuk menghibur dan menenangkannya agar Ailee mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
“Sudahlah, Ailee! Berhentilah menangis dan ceritakan saja apa yang membuatmu samapi seperti ini?” bujuk Zein yang sudah merasa sangat frustasi mendengar tangisan dari Ailee itu.
“Hiks, … Jamie, Zein! Huhuhuuu, ….” ujar Ailee di sela tangisannya.
“Hah? Ada apa dengan Jamie memangnya? Dia tidak mati ‘kan? Dia masih hidup, bukan?”
Bukannya menenangkan suasana respon Zein malah membuat Ailee semakin mengamuk saja dan langsung dia mendapat beberapa pukulan dari Ailee yang tidak terima Jamie di anggap sudah mati.
“Dasar Zein bodoh! Kau menyumpahi Jamie-ku mati, Hah! Lebih baik kau saja yang mati sana!” seru Ailee sembari memukuli Zein dengan bantal yang ada di sofa.
__ADS_1
“Auwh, … Lagian kau bicara sambil menangis. Siapa yang tahu kau mau membicarakan apa tadi.”
Meskipun mendapatkan beberapa pukulan dan omelan, akhirnya Zein berhasil membuat Ailee berhenti menangis.
Keakraban Ailee dan Zein pun membuat api cemburu Ayana kembali menyala, dia hanya dia menyaksikan Zein dan Ailee yang sedang salin bercanda itu.
“Dasar Bodoh! Aku menangis, karena Jamie salah paham kepadaku. Aku sedang berusaha mencarinya untuk menjelaskan bahwa apa yang dia lihat tidak seperti apa yang dia pikirkan,” ujar Ailee yang akhirnya mau menceritakan akan permasalahannya.
“Ouh, … Jadi, kau lari ke sini dengan keadaan yang seperti ini karena Jamie?” tanya Zein hanya untuk memastikannya saja.
Ailee pun langsung melihat penampilannya yang sangat acak-acakan itu. Kemudian berkata, “Haah, … Semuanya menjadi berantakan gara-gara adik laknat itu,”
“Hah? Adik laknat? Maksudmu si Mike?” ujar Zein yang mencoba untuk menebaknya. Sementara, Ayana hanya diam karena tidak ingin menjadi pengganggu dalam pembicaraan mereka.
“Iya, gara-gara adik laknat sialan itu. Hubunganku dan Jamie yang baru saja terjalin semalam menjadi kacau berantakan.”
Ailee mengumpat lagi di penuhi kemarahan kepada sang adik yang sudah lama tidak di temuinya.
Namun, sekali bertemu dia malah mengacaukan kehidupannya yang selama ini dia impikan bersama Jamie.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘
__ADS_1