
“Ailee!” ujar Jamie lirih dengan wajah tertunduk.
“Aku minta maaf, karena sudah tidak percaya padamu dan tidak mendengarkan penjelasaanmu tadi,” lanjut Jamie dengan penuh ketulusan hatinya.
“Tidak, Jamie! Seharusnya aku ‘lah yang meminta maaf kepadamu. Seharusnya aku memberitahumu juga tentang keluargaku, tapi aku tidak melakukannya dan pada akhirnya kau menjadi salah paham seperti ini,” jelas Ailee yang juga menyadari kesalahannya.
“Maafkan aku, Jamie!” ucap Ailee penuh penyesalan.
“Aku juga salah, karena tidak mau percaya padamu dan mendengarkan penjelasan darimu.”
Jamie segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Ailee, kemudian meraih tubuhnya ke dalam pelukannya.
Ailee terisak di dalam pelukkan hangat Jamie, dia tidak pernah menyangka bahwa telah tiba dirinya bisa melihat sosok Jamie yang cemburu padanya.
“Apa kau tahu betapa takutnya aku tadi!” seru Ailee di sela isak tangisnya sembari memukuli dada bidang milik Jamie.
“Kita baru saja memulainya! Aku tidak mau berakhir secepat ini. Tidak, aku tidak mau hubungan kita berakhir apapun yang terjadi kedepannya. Yang aku inginkan selama ini hanya ‘lah kamu dan cintamu, seperti sekarang!” lanjut Ailee yang kemudian memeluk tubuh Jamie dengan eratnya.
“Maafkan aku, telah membuatmu menjadai khawatir dan takut seperti ini,” ucap Jamie dan itu sudah cukup untuk membuat Ailee merasakan ketenangan.
Zein pun turut bahagia melihat kedua sahabatnya yang telah selesai dengan kesalahpahaman masing-masing.
Seketika Zein teringat dengan perkataan Ayana mengenai orang yang juga mempunyai kekuatan seperti Ayana.
Zein tidak pernah memikirkan tentang Ayana, tetapi perkataan Ayana mengenai orang itu yang sangat ingin membunuh Ayana membuat perasaan Zein menjadi resah.
Namun, Zein dengan cepat menepisnya dan mengatakan pada diri sendiri bahwa bahwa Ayana hanya ‘lah karakter buatannya saja yang kapan pun dapat menghilang dan diabuat kembali.
“Apa kalian berdua sudah menyelsaikan masalahnya? Kalau begitu kemarilah, kita sarapan bersama!” ujar Zein yang telah selesai dengan berbagai hidangan yang terlihat sangat menggiurkan di meja makan.
“Terima kasih, Zein! Karena tidak membiarkan aku untuk melarikan diri,” ucap Jamie yang merasa malu dengan sikapnya tadi.
“Tidak masalah, bukankah kau memang orangnya seperti itu,” sahut Zein disertai senyumannya.
“Kalian duduklah dulu! Aku akan membangunkan Ayana agar kita bisa sarapan bersama,” lanjutt Zein yang melewati kedua dan berjalan menuju ke dalam kamarnya.
“Thank’s, Zein! Apa kau membuat salad yang aku inginkan?” ujar Ailee sembari memanyunkan bibirnya.
“Makanlah apa saja yang ada. Rumahku ini bukan restourant, kau tahu itu ‘kan?” sahut Zein dengan kesal.
Setelah itu, Zein langsung masuk ke dalam kamarny dan tidak memperdulikan Ailee yang terus mengomel dan mengatainya dengan berbagai macam hal. Zein tersenyum begitu melihat sosok Ayana yang tengah tidur dnegan sangat tenangnya.
__ADS_1
Zein berjalan mendekatinya, lalu duduk di tepi ranjangnya. Denngan lembut, Zein mengecup kening Ayana yang terasa sedikit demam. Perlahan, Ayana pun mengerjapkan kedua matanya.
“Makanannya sudah siap. Ayo, kita sarapan dulu! Jamie dan Ailee juga sudah menunggu di ruang makan,” ujar Zein masih dengan senyuman hangatnya.
“Baiklah, tolong bantu aku bangun,” pinta Ayana dengan manjanya.
“Aku akan menggendongmu sampai di ruang makan.”
Zein langsung saja menggendong tubuh mungil Ayana. Ayana pun tersenyum bahagia, dia semakin mempererat pelukannya pada tubuh Zein.
Bagi Ayana, tubuh Zein terasa sangat hangat dan juga menenangkan hati serta pikirannya.
Seakan dengan berdekatan dengan Zein bisa membuat kekuatannya pulih dengan cepat tanpa di ketahui alasan.
“Maaf, aku membuat kalian menunggu ‘yah?” ucap Ayana begitu tiba di ruang makan. Zein kemudian, menurunkan Ayana di salah satu kursi kosong yang akan bersebelahan dengannya.
“Tidak sama sekali! Bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah merasa lebih baik atau kau perlu ke rumah sakit saja?” ujar Ailee yang masih melihat wajah Ayana terlihat pucat.
“Aaah, … Tidak perlu! Aku sudah merasa lebih baik sekarang. Terima kasih kalian berdua sudah mencemaskan keadaanku,” ucap Ayana yang merasa terharu dengan kebaikan Ailee dan Jamie.
“Kau tidak perlu berterima kasih, bukankah kita sudah seperti saudara sekarang?” ujar Ailee.
“Sudahlah, lebih baik kita makan sekarang sebelum makanannya pada dingin semua,” sela Zein yang sudah terlalu lapar untuk menunggu percakapan dua wanita itu selesai.
Karena waktunya sangat terbatas, Zein jadi hanya membuat pasta dan beberapa sandwich saja.
“Emmm, … Masakan buatanmu enak sekali, Zein!” puji Ayana dengan setulus hatinya.
“Tentu saja, siapa dulu kokinya?” sahut Zein membanggakan dirinya sendiri.
“Biasa saja kali. Pasti lebih enak masakan buatan Jamie-ku ini. Iya ‘kan, sayang!” seru Ailee yang kembali membuat Jamie tersipu malu dnegan pujian itu.
“Pastinya dong, sayang!” sahut Jamie dengan malu-malu, hingga Ailee menjadi ssangat gemas saat melihatnya. Berbeda dengan Zein yang merasa jijik melihat pasangan baru itu.
“Kalian berdua sudah berbaikan?” tanya Ayana hanya untuk memastikannya saja.
“Ehmm, … Seperti yang kau lihat, Ayana!” jawab Ailee yang tampak terlihat sangat bahagia tidak seperti sebelumnya.
“Iya, salah paham kami sudah terselesaikan berkat Zein dan dirimu juga,” imbuh Jamie yang masih malu-malu menunjukan kemesraannya dengan Ailee.
“Syukurlah kalau begitu. Lain kali, jangan seperti itu. Bicarakan dulu secara baik-baik ‘yah!” Ayana menyarankan.
__ADS_1
“Kau benar! Lebih baik kita buat peraturan kekasih saja agar kejadian sepeti hari ini tiddak terulang lagi. Kau mau ‘kkan, Jamie?” seru Ailee dengan tatapan memohon pada Jamie.
“Yahh, … Itu sungguh memalukan! Kenapa kita harus buat yang seperti itu ‘sih?” ujar Jamie yang tidak terlalu menyukainya.
“Agar salah paham seperti tadi tidak terulang lagi! Zein dan Ayana pasti juga mempunyai peraturan seperti itu. Iya ‘kan, Zein? Jujur enggak!”
Ailee terus membujuk Jamie, tapi tebakannya memang tidak salah tentang Zein dan Ayana yang mempunyai sebuah perjanjian mengenai hubungan mereka berdua.
“Tentu saja kami sudah ada peraturan seperti sejak awal. Iya ‘kan, sayang?” sahut Zein dengan santainya, Ayana pun hanya tersenyum menanggapinya.
“Tuh ‘kan, Ayo kita membuatnya juga,” Ailee merengek pada Jamie selayaknya seorang anak kecil.
“Iya, terserah kamu saja,” ujar Jamie yang akhirnya menyerah dengan keinginan dari Ailee.
“Yeah, … Kau memang yang pacar terbaik!” Ailee berseru kegirangan.
Zein tampak tidak peduli dengan pasangan baru itu, dia hanya fokus pada sarapannya saja. Sementara, Ayana terus memperhatikan Jamie dan Ailee yang tampak sangat serasi. Sehingga tnapa sadar Ayana merasa sedikit iri dengan hubungan keduanya.
“Kau kenapa? Kenapa tidak makan makananmu? Apa kau ingin makan yang lain? Aku akan membuatkannya untukmu sekarang juga?” ujar Zein yang menyadari kalau Ayana barus menyentuh sedikit makanannya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1