
Semalaman penuh Devan menyelesaikan laporan hasil penyelidikannya. Entah apa yang di pikirkan oleh polisi muda itu, tetapi dia berkeyakinan bahwa penculikan dan pembunuhan yang terjadi tempo hari memang ada kaitannya dengan Ceo N-Grey Animation.
Pasalnya beberapa fakta dan kesaksian seolah selalu menunjuk pada sosok Zein yang saat ini tengah menjadi bahan pembicaraan oleh semua orang setelah kesuksesannya dalam peluncuran film animasi terbarunya berjudul Ayana The Adventure, dimana tokoh utama dalam film animasi tersebut sangat mirip dengan kekasih yang di perkenalkan Zein dalam wawancaranya.
Hal membuat Devan merasa yakin bahwa Zein terlibat adalah kejadian penculikan dan pembunuhan itu selalu terjadi setelah korban selesai menonton film animasi yang belakangan di luncurkan oleh N-Grey Animation Corp.
Kedua, lokasi penculikan dan pembunuhan tersebut juga selalu terjadi dimana Zein berada. Hal itu jelas terbukti saat korban pertama di temukan yang ternyata berada di sekitar apartemen mewah milik Zein. Dan pembunuhan serta penculikan kedua terjadi di area apartemen Jamie, sekertaris pribadinya.
Lagi-lagi Zein juga sedang dalam posisi menginap di apartemen milik sekertaris sekaligus sahabat baiknya. Di tambah Zein dan Jamie yang menjadi saksi langsung bagaimana pembunuhan berantai kedua itu terjadi.
Setelah mendapatkan kesimpulan hasil dari penyelidikannya, Devan langsung saja menyerahkannya kepada Atasan untuk mendapatkan surat penangkapan terhadap Zein dan Jamie yang sejal awal sudah menjadi targetnya.
Meski ada banyak keraguan, tetapi Atasan Devan juga tidak bisa membiarkan yang bisa di curigai sebagai pelakunya terlepas begitu saja.
“Apakah kau yakin dengan hasil penyelidikanmu ini?” tanya Sang Atasan memastikan kepercayaan diri dari Devan.
“Tentu saja, Inspektur! Tolong berikan saya surat penangkapan atas dua tersangka yang tertera dalam laporan hasil penyelidikan tersebut agar saya juga bisa membuktikan bahwa penyelidikan ku tidak ada kesalahan,” desak Devan yang tidak ingin membuang waktu lagi.
“Aku akan memberimu surat penggeledahan dan penahanan sementara yang artinya kau sudah tahu, bukan? Kau harus membuktikan keduanya tidak bersalah dalam waktu 48 jam saja,” ujar Sang Atasan.
“Jika dalam waktu itu kau tidak membuktikan keduanya bersalah, maka kau yang akan menerima akibatnya karena menyentuh orang yang tidak seharusnya,” sambungnya penuh penekanan.
“Baik, Inspektur! Aku pasti akan membuktikan bahwa dugaan saya tidak salah,” ujar Devan penuh keyakinan.
“Aku harap begitu, karena jika kau salah maka karirmu tidak bisa di selamatkan lagi di sini!” sahut Sang Atasan.
__ADS_1
...****************...
Di tempat lain, Zein dan Jamie tengah berusaha memulihkan keadaan perusahaannya yang semakin menurun baik saham maupun pendapatannya karena adanya rumor buruk belakangan ini. Hingga pada akhirnya, Zein memutuskan untuk melakukan klarifikasi saja terkait rumor yang beredar.
“Apa semua persiapan konferensi pers nya sudah siap?” tanya Zein pada Jamie yang bertanggung jawab akan hal tersebut.
“Yaa, … Para reporter juga sudah berkumpul! Bersiaplah sepuluh menit lagi kita harus keluar,” jelas Jamie mengingatkan sahabatnya untuk lebih menyiapkan mentalnya untuk menghadapi berbagai pertanyaan dari para reporter yang hadir.
“Zein, kau yakin akan melakukan ini?” tanya Ayana yang merasakan firasat buruk sejak tadi.
“Tidak apa! aku sudah terbiasa melakukan wawancara seperti ini, jadi tidak perlu ada yang di khawatirkan! Percaya saja padaku.”
Zein menjawabnya dengan penuh keyakinan agar Ayana juga merasa sedikit tenang dan tidak begitu mengkhawatirkan apalagi menyalahkan dirinya sendiri lagi seperti sebelumnya. Akan tetapi,hal itu tetap saja tidak bisa membuat perasaan Ayana menjadi jauh lebih tenang.
Benar saja, firasat buruk Ayana seketika menjadi kenyataan. Dimana beberapa polisi menerobos masuk, hingga menyebabkan kekacauan yang sangat besar.
“Apa yang kalian lakukan?” geram Zein dengan penuh amarah.
“Tuan Zeinder Marcellino dan Jamie Easton! Kami datang dengan membawa surat penahanan untuk anda berdua terkait pembunuhan berantai dan penculikan yang terjadi. Silahkan ikuti kami dengan baik-baik atau dengan paksaan,” ujar Devan sembari mengerahkan surat penahanan yang berhasil dia dapatkan dengan susah payah.
“Atas dasar apa kalian menuduh kami seperti itu!” seru Jamie yang pastinya tidak akan terima di tuduh seperti itu. Karena dia sendiri yang hampir saja menjadi korban selanjutnya andai saja Ayana tidak datang tepat waktu.
“Bukan! Zein bukan pembunuh, bukan dia, _....” teriak Ayana mencoba menyakinkan semua orang bahwa tuduhan semua orang salah.
“Ayana tenanglah! Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja! Untuk sementara aku akan ikut dengan mereka, mungkin hanya dua hari. Selama ini bisakah kau tetap menunggu bersama dengan Ailee di rumahnya,” ujar Zein yang segera meraih tubuh Ayana dalam pelukannya agar merasa lebih tenang.
__ADS_1
“Tapi Zein, _... Hiks, ….”
“Tidak apa-apa! Kau percaya padaku, bukan?” potong Zein menyakinkan Ayana.
Ayana tak mampu menjawabnya, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil menangis terisak. Zein pun memberikan kode mata pada Ailee untuk mengambil alih Ayana, sedangkan dia dan Jamie harus memenuhi penggilan dari kepolisian itu.
Apalagi adanya surat resmi penahanan yang di bawa oleh Devan untuk menangkapnya dan juga Jamie.
Tanpa buang waktu, Devan dan anak buahnya segera membawa Zein dan Jamie menuju kantor polisi untuk di interogasi lagi secara mendetail.
Para wartawan yang seharusnya meliput klarifikasi atas rumor buruk yang mendera perusahaan, malah akhirnya menanyakan tentang proses penangkapan Zein dan Jamie atas dugaan sebagai tersangka kasus pembunuhan berantai dan penculikan.
“Ayana, tenanglah! Mereka pasti bisa menyelesaikan semuanya dengan baik,” ujar Ailee berusaha menenangkan Ayana yang mencoba ingin mengejar kepergian Zein bersama para polisi itu.
“Tapi, Ailee! Bukan Zein ataupun Jamie pelakunya, tapi kenapa mereka malah menangkapnya, Hiks!” teriak Ayana frustasi.
“Aku tahu, Ayana! Namun, kita tidak bisa mencegahnya dan percayalah dua hari lagi Zein dan Jamie pasti akan segera di bebaskan,” sergah Ailee agar Ayana mau mendengarkan ucapannya.
“Sebaiknya kita pulang sekarang! Aku sudah menghubungi beberapa pengacara yang keluargaku kenal untuk membantu Zein dan Jamie!” ajak Ailee kemudian dan Ayana pun tidak menolaknya lagi.
Namun dalam hatinya Ayana berkata, “Aku tidak bisa membiarkan mereka lagi! Bagaimana pun caranya aku harus melenyapkan dua monster itu dari dunia ini! Aku yakin mereka adalah manusia, tapi darah mereka bukanlah manusia bisa melainkan manusia mutan yang lahir akan adanya eksperimen berbahaya."
“Pembunuhan yang terjadi pasti ada kaitannya dengan eksperimen yang sedang meraka lakukan untuk mengambil alih kekuatanku! Begitu juga dengan para gadis yang di culik. Entah apa yang akan mereka perbuat aku harus segera menghentikannya dan membuktikan bahwa Zein serta Jamie bukan pelakunya,” lanjut Ayana masih bicara dalam hatinya.
Bersambung, ....
__ADS_1