You Are My Anime

You Are My Anime
Pantang Menyerah


__ADS_3

Zein langsung meraih tubuh Ayana dalam dekapannya, berulang kali Zein mengecup puncak kepala Ayana dan meminta maaf atas emosi yang tidak tidak dia tahan hingga berhasil mengeluarkan kata umpatan dari mulutnya.


“Kenapa kau harus meminta maaf, Ayana! Ini semua bukan salahmu tapi salah bajingan itu yang membunuh tanpa alasan,” celetuk Ailee yang berniat menghibur Ayana tapi sepertinya dia malah bicara.


“Alasan mereka karena menginginkan kekuatan yang aku miliki, Ailee!” ujar Ayana penuh kesedihan yang membuat semuanya seketika terdiam.


“Jangan berkata seperti itu, kita akan hadapi semua ini bersama-sama!” ucap Zein penuh kesungguhan dan di setujui dengan cepat oleh Jamie dan Ailee, keduanya tanpa ragu ikut memeluk Zein dan Ayana saling memberikan semangat satu sama lain.


...****************...


Disisi lain, lebih tepatnya di kantor kepolisian setempat yang menangani kasus pembunuhan berantai itu tengah berdiskusi dengan para atasannya. Dimana nama Zein beserta perusahaannya turut terseret dalam permasalahan tersebut.


“Bagaimana kalian tidak yakin bahwa perusahaan N-Grey Animation memang terlibat dengan kasus pembunuhan dan penculikan berantai ini. Anda harus segera mengeluarkan surat penangkapan dan penahan resmi agar kasus ini mengalami perkembangan, tidak berhenti di jalan seperti ini!” seru seorang polisi bernama Devan, polisi yang sebelumnya ingin menangkap Zein dan Jamie saat di TKP pembunuhan terjadi.


“Kita tidak memiliki bukti yang cukup untuk mengeluarkan surat penahanan, _....”


“Maka keluarkan saja surat penangkapan! Dalam waktu 2 x 24 jam aku akan mendapatkan semua buktinya,” potong Devan dengan penuh keyakinan bahwa Zein ‘lah dalang dari pembunuhan berantai itu beserta sekretarisnya yaitu Jamie.


“Jangan lakukan hal bodoh! Memang apa yang telah kau dapatkan dari penyelidikan yang selama ini kau lakukan?” tanya atasannya yang tidak ingin menyetujui begitu saja.


Karena yang menjadi target mereka adalah seorang Ceo besar yang akhir-akhir ini sedang ramai di bicarakan akan kesuksesannya.


“Baiklah, malam ini juga aku akan menyerahkan hasil penyelidikan selama beberapa hari,” jawab Devan dengan penuh percaya diri.


...****************...

__ADS_1


Dan di sebuah bangunan tua yang cukup megah, terlihat keadaan Cade sudah semakin membaik dengan obat-obatan yang di berikan Zuko secara teratur.


Dimana Cade sedang mengawasi 13 gadis remaja yang telah mereka culik, begitu juga dengan sebelas jantung yang tertata rapi. Anehnya jantung tersebut masih berdetak seolah pemiliknya masih tetap hidup.


“Pindahkan mereka ke tempat ritual!” perintah Zuko membuat Cade langsung menghampirinya.


“Apa yang kau lakukan? Bukankah korban persembahannya belum terpenuhi, kenapa kita memindahkan mereka sekarang?” cecar Cade pada Kakaknya itu.


“Kita akan segera melengkapinya! Aku dengar para polisi bodoh itu sudah menargetkan pria yang selalu di lindungi oleh Ayana, jadi pergerakan kita tidak akan begitu di awasi,” terang Zuko sembari memeriksa para korban ritualnya dengan seksama.


“Ouh, … Jadi begitu! Padahal alasan kita memburu para korban di sekitar kediaman yang gadis itu tempati hanya untuk memberinya peringatan,” ujar Cade yang langsung memahami situasinya.


“Aku akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa apakah ada bayi yang bisa kita gunakan untuk melengkapi ritual! Kau pergilah mencari sisa jantung yang di butuhkan,” jelas Zuko membagi tugas dengan sang adik.


“Karena itulah kita harus bergegas untuk mengambil kekuatannya, sebelum kekuatannya semakin bertambah kuat jika kita terus menundanya,” ujar Zuko yang berjalan keluar dari ruang untuk menyekap para korbannya.


“Sebentar lagi juga gerhana bulan merah akan muncul! Waktu yang pas untuk membuat mahluk yang kita panggil untuk tunduk dan menyerahkan kekuatannya secara suka rela.” Zuko menambahkan.


“Lalu bagaimana dengan wadahnya? Bukankah kita juga membutuhkan seorang wanita hamil untuk menampung sementara kekuatan yang kita ambil dengan paksa, meski dengan adanya gerhana bulan merah dia bisa kita kendalikan dengan mudah,” ujar Cade mengingatkan Zuko akan hal terpenting yang perlu mereka siapkan sebelum ritual di laksanakan.


“Aku tahu! Aku akan memikirkannya sambil jalan nanti,” sahut Zuko sekenanya yang langsung berjalan pergi meninggalkan bangunan tua itu.


“Jangan lupa pindahkan mereka dan atur semuanya dengan baik saat aku pergi.”


Zuko kembali mengingatkan adiknya sebelum dia menginjak gas mobilnya meninggalkan area Gedung tua itu.

__ADS_1


Setelah memastikan Zuko meninggalkan area Gedung tua itu, Cade kembali membelikan batas pelindung di area tersebut agar tidak ada orang luar yang menyadari keberadaan mereka serta apapun yang mereka lakukan dalam Gedung tersebut.


Cade langsung memanggil beberapa pengikutnya untuk berkumpul agar memudahkan dia memberi arahan kepada mereka ketika proses pemindahan para tawanannya di lakukan.


Zuko dan Cade memang memiliki banyak pengikut, tapi untuk pemilihan korban ritualnya harus Zuko dan Cade sendiri yang memiliknya. Sebab keduanya bisa melihat dengan jelas dimana jiwa yang memiliki energi positif ataupun negative. Tidak seperti pengikutnya yang memang pada dasarnya hanya manusia bisa.


Sedangkan untuk setiap korban ritual, mereka harus memberikan jiwa manusia yang memiliki energi positif atau orang-orang baik selama hidupnya. Sehingga Zuko dan Cade lebih memilih untuk memburu para korbannya sendiri, daripada salah target dan berakibat sangat fatal untuk keduanya.


Sesuai arahan yang di berikan oleh Cade, para pengikutnya memindahkan para korban ritual ke ruangan besar yang atapnya terbuka begitu saja. Kemudian, terdapat 13 kurungan yang terbuat dari besi layaknya penjara yang hanya di peruntukan hanya untuk satu orang.


Setiap kurungan tepat di depannya juga terdapat sebuah cawan kaca yang di dalamnya terdapat taburan mawar hitam. Kurungan itu melingkar seolah mengelilingi sebuah tiang besar di tengahnya, dimana tiang itu juga masih di kelilingi tiga buah batu cekung yang cukup besar.


“Masukan para gadis itu pada setiap kurungan yang ada! Lalu letakan jantungnya yang ada di dalam cawan di depannya!” perintah Cade pada para pengikutnya.


Para gadis itu hanya bisa menangis ketakutan, ketika mereka di paksa masuk ke dalam kurungan seperti layaknya seekor binatang.


Setelah semuanya telah di pindahkan, Cade kembali memasang sebuah segel pengaman agar tidak ada satupun manusia yang bisa memasuki aula ritual itu tanpa ijin darinya maupun Zuko.


“Kalian jaga tempat ini selama aku pergi! Segera kirimkan sinyal darurat, jika ada yang berani menembus batas pelindung yang aku buat ini,” ujar Cade menegaskan kepada para pengikutnya.


“Baik, Tuan!” sahut para pengikutnya yang hanya bisa mematuhi perintah, sedangkan Cade seketika menghilang begitu mendengar jawabannya dan tentunya untuk melakukan perburuan lagi.


Bersambung, .....


__ADS_1


__ADS_2