You Are My Anime

You Are My Anime
28. Zein Cemburu?


__ADS_3

Ternyata pria itu tidak lain adalah Jamie yang tengah menyusuri jalan untuk menenangkan hatinya atas kejadian tadi pagi di rumah Ailee.


Karena tidak ada tempat lain yang bisa di tuju, Jamie pun memutuskan untuk berjalan sendirian di tengah keramaian.


Namun, ditengah lamunannya tiba-tiba seorang gadis menabraknya dan ternyata gadis itu adalah Ayana yang terluka.


“Hay, Ayana! Sadarlah, apa yang terjadi kepadamu?” ujar Jamie yang terlihat sangat panik melihat kondisi Ayana yang sudah tidak sadarkan diri di pelukkannya.


“Aish, … Tidak ada waktu untuk ini. Aku harus secepatnya membawa Ayana pergi kerumah sakit,” gumam Jamie yang segera mencari sebuah taxi untuk mengantarnya ke rumah sakit.


“Taxi! Berhenti!” seru Jamie begitu melihat sebuah taxi melintas di dekatnya.


Taxi itu pun berhenti tepat di samping mereka. Dengan cepat Jamie mengangkat tubuh Ayana masuk ke dalam taxi itu.


Beruntung sang supir taxi cukup peka, sehingga supir taxi itu turun dan membantu Jamie membukakan pintu taxinya.


“Kita ke rumah sakit sekarang, Pak!” ujar Jamie saat sudah berada di dalam taxi bersama dengan Ayana yang masih tak sadarkan diri.


“Baik, Tuan!” sahut sang supir taxi yang segera tancap gas menuju ke rumah sakit.


“Apa yang sedang kau lakukan di tempat seperti ini? Dan apa yang terjadi padamu sampai bisa terluka seperti ini?”


Jamie terus bertanya-tanya di dalam hatinya penyebab terlukanya Ayana. Dia menatap sedih pada keadaan gadis itu sembari mengelus lembut puncak kepala Ayana.


“Zein!” lirih Ayana yang mulai mendapatkan kembali kesadarannya.


“Ayana! Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kau terluka di jalanan seperti ini? Apakah Zein melakukan sesuatu yang buruk padamu? Kenapa kau menjadi seperti ini, Hah?”


Jamie langsung mencecar Ayana dengan berbagai pertanyaan, bahkan dia menuduh Zein sebagai tersangka yang membuat Ayana sampai terluka seperti itu.


Bahkan tanpa Jamie sadari dia mulai menitikkan air matanya melihat Ayana yang tampak begitu pucat dan lemah.


“Jamie? Aku di mana sekarang?” tanya Ayana masih dengan suaranya yang lirih.


“Kita berada di taxi sekarang. Kita kan sampai di rumah saki sebentar lagi,” jawab Jamie memberitahu tujuan mereka akan pergi.


“Taxi? Apa itu? Dan apa itu rumah sakit? Aku tidak mau kemana pun, Jamie! Aku mau bersama dengan Zein sekarang, Jamie!” pinta Ayana yang hanya menginginkan keberadaan Zein disisinya saja.


“Iya, aku akan segera menghubungi Zein begitu kita sampai di rumah sakit! Kau harus mendapat penangan medis terlebih dahulu untuk lukamu ini,” ujar Jamie yang masih mengkhawatirkan keadaan Ayana.

__ADS_1


“Tidak mau! Aku hanya ingin Zein, Jamie! Tolong bawa aku kembali ke tempat Zein sekarang,” pinta Ayana dengan wajah memelas, hingga Jamie tak kuasa untuk menolaknya.


“Baiklah, kalau itu sudah menjadi keinginanmu,” ujar Jamie yang dengan berat hati harus menurutinya.


“Terima kasih, Jamie!” ucap Ayana yang masih saja menunjukkan senyuman terbaiknya di saat keadaan seperti itu.


“Pak, kita ke apartemen xx saja!” ujar Jamie yang mengubah tujuan mereka pergi.


“Baik, Tuan!” sahut supir taxi itu.


Sementara itu, Zein yang baru saja pulang berbelanja merasa sangat aneh. Sebab apartementnya terasa begitu sepi dan tidak seperti biasanya Ayana tidak menyambut kedatangannya.


Hal itu membuat Zein merasa sangat khawatir dan mulai mencarinya di kamar. Akan tetapi, setelah memeriksa setiap sudut apartement yang Zein hanya menemukan Ailee yang sedang tertidur di kamar tamu.


“Dimana dia?” gumam Zein yang terlihat bingung.


“Tidak mungkin dia menyusulku pergi dan tersesat di jalan, bukan?” gumamnya lagi.


“Hay, Ailee! Cepat bangun,” ujar Zein yang akhirnya harus membangunkan Ailee untuk menanyakan keberadaan Ayana yang tidak ada di dalam apartemennya itu.


“Emnggh, … Kenapa aku di sini? Bukankah aku tadi sedang bercerita dengan Ayana di ruang tamu?”


“Seharusnya aku yang menayakan itu? Dimana Ayana sekarang? Aku sudah mencarinya ke setiap sudut rumah ini tapi tetap tidak menemukannya?” seru Zein yang menganggap Ailee hanya berpura-pura saja.


“Sungguh, Zein! Kali ini aku tidak berbohong padamu!” Ailee berbalik berseru, sebab dia sendiri juga merasa sangat aneh dengan kejadian itu.


“Tadi aku dan Ayana sedang saling bercerita. Kemudian, Ayana meminta ijin ke kamar mandi sebentar dan aku masih menunggunya di sofa ruang tamu tapi kenapa sekarang aku terbangun disini?” lanjut Ailee yang menjelaskan kejadian terakhir yang dia ingat dengan jelas.


“Sial, aku harus segera mencarinya!” ujar Zein yang langsung merasa panik dengan menghilangnya Ayana begitu saja.


Zein pun segera mengambil jaket beserta kunci mobilnya untuk mencari keberadaan Ayana di luar sana.


Ailee pun segera mengikutinya, tetapi saat sedang menunggu pintu Lift terbuka. Keduanya di buat terkejut dengan kedatangan Jamie yang tengah menggendong Ayana.


“Jamie?” seru Ailee yang mematung ditempat, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Ayana bersama dengan Jamie.


“Ayana?” Begitu juga dengan Zein yang merasa sesak di dadanya melihat Ayana berada di dalam gendongan Jamie.


“Zein!” lirih Ayana yang langsung berniat ingin memeluk Zein.

__ADS_1


Melihat hal itu, Jamie pun langsung menyerahkan Ayana kepada Zein. Begitu berada di dalam gendongan Zein, Ayana langsung memeluknya dengan erat. Hingga Zein dapat merasakan tubuh Ayana tengah gemetar menahan rasa sakitnya.


“Aku tadi bertemu Ayana di jalan, Zein! Dia sepertinya terluka dan tadinya aku mau mengantarnya langsung ke rumah sakit tapi Ayana bersikeras menolaknya,” ujar Jamie yang tidak ingin Zein salah paham.


“Kalian berdua masuklah dulu ke apartemenku! Kita bisa bicarakan di dalam saja!” ujar Zein yang secara langsung menyuruh Ailee dan Jamie untuk mengikutinya masuk.


Mereka berempat pun masuk ke dalam Apartemen, Zein pun segera menuju ke dalam kamarnya untuk membaringkan Ayana di sana. Sementara, Ailee dan Jamie menunggu di ruang tamu dalam keadaan saling diam satu sama lain.


“Apa yang terjadi padamu, Ay?” tanya Zein sembari membersihkan bekas darah yang di muntahkan oleh Ayana.


“Zein, ada orang lain yang berasal dari dunia yang sama denganku. Dia sangat ingin membunuhku!”


Perkataan Ayana sungguh membuat Zein sangat terkejut. Ternyata fenomena munculnya Ayana bukan hanya terjadi pada dirinya saja, tapi ada orang lain yang keluar dari portal seperti itu.


“Apakah kau dapat mengenalinya?” tanya Zein lagi memastikan.


Namun, Ayana segera menggelengkan kepalanya. Sebab dia tidak dapat melihat wajah pria itu dengan jelas, karena pria itu menggunakan jubah hitam yang tudungnya sampai menutupi sebagian wajahnya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2