
“Aaah, … Tidak! Bukan seperti itu, aku sangat menyukai makanannya ‘kok,” Ayana dibuat salah tingkah sendiri dengan pertanyaan Zein.
“Maaf, aku tidak memasak daging sesuai rencana awal kita tadi. Nanti malam aku akan memasaknya untukmu. Aku janji!” ujar Zein dengan tatapan mata yang tampak bersungguh-sungguh.
“Tidak, bukan seperti itu!” Ayana bingung sendiri bagaimana harus menjelaskannya pada Zein.
“Bukankah beberapa hari ini kantor kalian libur? Bagaimana kalau kita berempat melakukan Double date saja!” seru Ailee yang sangat bersemangat hanya sekadar memikirkannya saja.
“Tidak bisa, kau sudah gila ‘yah! Ayana sedang terluka dia harus banyak istirahat di rumah, jangan mengajarinya yang tidak-tidak,” ujar Zein dengan ketus dan tatapan kesalnya pada Ailee.
“Yaa, … Maaf, sesaat aku lupa tentang itu,” ucap Ailee dengan wajah cemberutnya karena mendapat jawaban ketus dari Zein.
Karena tidak dapat pergi kemana pun, mereka berempat pun memutuskan untuk menghabiskan waktu di apartemen Zein. Mereka menonton Film, memasak dan bersenda gurau layaknya dua pasangan yang tengah melakukan double date saja.
...****************...
Sementara pada sisi lain, Zuko dan Cade juga sudah kembali ke markas persembunyian mereka. Melihat dari raut wajahnya sudah jelas bahwa Zuko tengah menahan amarahnya, karena baru kali pertama dia hampir saja dikalahkan oleh seorang wanita dalam pertarungan.
Seperti pada markas persembunyiannya yang lain, markas itu juga berada di dalam tengah hutan yang tidak pernah terjamah oleh manusia biasa. Bahkan di lindungi oleh kekuatan sihir Cade agar orang biasa tidak dapat menemukan lokasi markas persembunyian itu.
“Selamat datang, Tuan!” sapa beberapa pengikutnya yang bertugas menjaga tempat persembunyian itu.
Namun, Zuko tidak meresponnya sama sekali. Dia langsung saja masuk ke dalam ruangan khususnya masih dengan kemarahan yang belum mereda ‘kan. Setidaknya Cade masih bisa mengontrol emosinya, dia memang tidak memberi penjelasan pada para pengikut Zuko tapi responnya sedikit menenangkan para pengikutnya di sana.
“Jangan pedulikan kami! Lanjutkan pekerjaan kalian saja,” ujar Cade sembari terus mengikuti Zuko.
Begitu masuk ke dalam ruangannya, Zuko langsung saja melepaskan sedikit kekuatannya agar kemarahannya juga sedikit terlepas dari pikirannya. Beruntung, Cade cukup sigap menangani kekuatan yang barusan di lepas oleh Zuko itu. Kalau tidak mungkin tempat itu akan runtuh tanpa tersisa puingnya satu pun.
“Hay, … Tenanglah dulu! Kau bisa menghancurkan tempat ini dengan kekuatanmu itu tahu!” seru Cade yang merasa semakin tertekan dengan kekuatan Zuko.
__ADS_1
“Bagaimana aku bisa tenang sekarang! Muncul mahluk dengan kekuatan sangat tinggi yang tidak bisa aku kendalikan dan malah mahluk itu tunduk kepada manusia biasa. Apa kau bisa tenang dalam posisi seperti itu?” cecar Zuko yang sebenarnya masih tidak terima dengan kekalahannya.
“Aku butuh kekuatan yang lebih besar lagi untuk menaklukannya,” lanjut Zuko yang tidak mau diam saja.
“Lalu? Apalagi yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Cade yang mulai penasaran.
“Aku harus mendapat kekuatan yang lebih besar lagi dan hanya adan satu cara untuk mendapatkannya.”
Sepertinya sudah muncul rencana baru di dalam otak Zuko dan tentunya itu merupakan rencana yang sangat besar. Terlebih cara yang di maksud Zuko membutuhkan korban besar untuk memperolehnya.
“Jangan bilang, maksudmu dengan melakukan cara terlarang yang ada di dalam buku kuno itu?” ujar Cade yang tidak percaya dengan keputusan yang akan di ambil oleh Zuko.
“Iya, aku akan melakukan perjanjian dengan raja iblis untuk mendapat kekuatan yang lebih besar. Karena itulah, kita harus menyiapkan persembahan sebagai bahan perjanjiannya.” Zuko sudah memutuskannya dan secara tidak langsung memberikan Cade sebuah tugas lagi.
“Apakah harus melakukan perjanjian itu? Kau tahu ‘kan kita harus menyiapkan 13 gadis yang berusia 13 Tahun, 13 jantung pria dan 3 bayi laki-laki yang baru lahir sebagai persembahan untuk melakukan perjanjian. Kau tahu persis hal itu akan memunculkan banyak masalah, apalagi di negara yang damai seperti ini,” jelas Cade.
Memang pekerjaan mudah baginya untuk menculik orang, tetapi kalau untuk membunuh dan mengambil jantung manusia berbeda cerita. Akan banyak pihak yang terlibat terutama pihak berwajib yang akan menjadikan hal itu sebagai kasus pembunuhan berantai.
Belum melakukan perjanjian dengan iblis, Zuko sudah terlihat seperti iblis yang sesungguhnya. Dia tidak peduli pada nyawa manusia yang akan dia korbankan yang terpenting dirinya menjadi manusia terkuat di dunia ini.
“Apa kau yakin dengan ini? Dampaknya juga sangat berbahaya kalau kau terlalu banyak mengeluarkan kekuatan saat dalam pertarungan dengannya nanti. Jiwamu bisa tertelan oleh iblis!”
Cade masih berusaha untuk menghentikan keputusan Zuko. Bagaimana pun juga, Zuko merupakan satu-satunya keluarga yang dia miliki di dunia ini. Jika rencana ini gagal, maka sudah di pastikan bahwa Zuko akan menghilang dan lebih parahnya lagi akan terjadi bencana akibat meluapnya kekuatan besar itu.
“Aku yang sudah memanggilnya ke dunia ini, kalau tidak bisa mengendalikannya aku harus mendapatkan kekuatan itu.” Zuko benar-benar sudah di butakan oleh ambisinya untuk mengambil kekuatan Ayana.
“Baiklah, bahkan ini lebih menyenangkan! Aku akan membantumu dengan senang hati,” ujar Cade yang tidak mau berpikiran rumit lagi.
...****************...
__ADS_1
Sementara itu, tanpa Zein sadari ternyata Ayana ternyata masih memikirkan dua orang yang telah menyerangnya. Perlahan Ayana semakin menyadari bahwa kedua orang tersebut pasti ada hubungan dengan ke dunia ini.
“Siapa sebenarnya mereka? Dan mengapa mereka ingin merebut kekuatan ini dariku, bukankah mereka juga telah memilikinya?” batin Ayana yang terus bertanya-tanya.
“Bagaimana kalau mereka juga melibatkan orang lain untuk mendapatkan kekuatan ini? Dan bagaimana kalau Zein di jadikan targetnya? Tidak, aku bisa membiarkan orang lain dalam bahaya hanya karena kehadiranku di dunia ini.” Ayana masih memikirkan kemungkinan lain yang akan terjadi ke depannya.
“Apa yang sedang kau pikirkan?” Tiba-tiba saja Zein muncul tepat di depannya, hingga membuat Ayana terkejut sebab dia sedang serius memikirkan tentang dua orang yang menyerangnya.
“Astaga, … Kenapa kau muncul tiba-tiba, Zein!” seru Ayana sembari memegangi jantungnya yang berdetak cepat.
“Aku sudah memanggilmu beberapa kali tadi, tapi tidak ada jawaban maupun merespon darimu,” jelas Zein.
“Benarkah kau tadi memanggilku, tapi tidak mendengarnya sama sekali,” ujar Ayana yang terlihat dengan jelas bahwa dia sedang berusaha menyembunyikan sesuatu dari Zein melalui raut wajah polosnya.
^^^^^^Bersambung, .... ^^^^^^
...****************...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...