You Are My Anime

You Are My Anime
21. Hadiah dari Jamie


__ADS_3

“Sudahlah, percuma juga aku memarahimu,” ujar Zein.


Dia tidak ingin membuang energinya di pagi hari, karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Meskipun hari ini adalah hari liburnya, tetapi Zein tidak pernah memutuskan pergi kemanapun dan lebih memilih menghabiskan waktunya di ruang kerjanya.


Zein pun beranjak dari kamarnya dan keluar untuk mengambil minum, sebab tenggorokannya terasa sangat haus akibat teriakkannya tadi.


Ayana pun segera mengikuti Zein kemanapun, hingga Ayana sangat terkejut melihat keadaan ruang tamu yang bagaikan kapal pecah.


“Astaga, apa yang terjadi? Apakah semalam terjadi gempa bumii?” tanya Ayana dengan wajah polosnya, dia benar-benar tidak mengingat tentang kejadian semalam.


“Hay, kau sedang pura-pura tidak ingat atau memang kau tidak mau mengingatnya, Hah!” seru Zein yang merasa sangat kesal, karena pekerjaannya hari ini semakin bertambah saja.


“Apakah aku yang melakukan semua ini?” tanya Ayana lagi yang memang tidak mengingatnya sama sekali.


“Kau masih bertanya padaku? Apakah menurutmu aku tipe orang yang akan menghancurkan barang-barang kesayanganku sendiri, Hah?” ujar Zein yang semakin merasa kesal saja, jika terus dipikirkan.


“Maafkan aku,” ucap Ayana lirih.


“Haaah, … Apa gunanya minta maaf sekarang, lebih baik kau bantu aku bereskan semua ke kacauan ini saja,” ujar Zein.


“Baiklah,” sahut Ayana lirih.


Dia berlalu menuju ke dapur dan membuka kulkasnya. Kemudian Zein langsung mengambil sebotol air dan langsung meminumnya.


Terlihat Ayana semakin merasa takut pada Zein yang tidak memarahi setelah menghancurkan ruang tamu Zein, dia merasa lebih baik kalau Zein memarahinya daripada memakluminya seperti ini.


“Ada apa? Kau mau minum juga?” ujar Zein yang menawarkan minuman pada Ayana yang hanya diam sambil menatapnya dengan mata sendunya.


Ayana hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban bahwa dirinya tidak mau. Zein pun mengerutkan keningnya menatap kelakuan Ayana yang menjadi pendiam itu. Namun, Zein tidak ingin terlalu memperdulikannya.


Zein pun kembali ke ruang tamu untuk mulai membersihkan kekacauan yang di lakukan Ayana semalam, sementara Ayana masih diam di tempat sambil menundukkan kepalanya.


Zein pun mulai merasa aneh dengan kelakuan Ayana yang tidak menempel padanya lagi.


“Hay, kau sedang apa di sana! Bukankah kau bilang akan membantuku membereskan semua ini?” seru Zein yang tidak bisa mengabaikan keberadaan Ayana begitu saja.


“Cepatlah kemari!” lanjut Zein lagi.


Ayana pun langsung membantu Zein membereskan ruang tamu. Mereka saling bekerjasama, hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat.


Dan pada akhirnya ruang tamu kembali bersih dan rapi seperti semua, meskipun ada beberapa barang yang pecah tapi itu tidak menjadi masalah untuk sekarang.

__ADS_1


“Ouh, … Barang-barang siapa yang di taruh di sini?” gumam Zein yang melihat beberapa tas belanjaan bermerk yang berada di sudut ruang tamunya.


“Ayana, Cepat ke sini!” seru Zein yang memanggil Ayana untuk segera menghampirinya.


“Iya, ada apa, Zein?” tanya Ayana begitu sudah berada tepat di hadapan Zein.


“Apakah barang-barang ini milikmu?” Zein pun menunjuk pada beberapa tas belanjaan yang sangat banyak itu.


“Ouh, … Ternyata mereka menaruhnya di sini!” gumam Ayana yang terlihat senang saat menemukan barang-barangnya lagi.


“Iya, Jamie yang memberikannya padaku sebagai hadiah perkenalan kami.”


Ayana pun menjawabnya sambil mengambil beberapa pakaian yang dibelikan oleh Jamie.


“Jamie yang membelikan semua ini kepadamu?” seru Zein yang tidak mempercayainya sama sekali.


“Iya, Jamie baik sekali ‘yah orangnya,” puji Ayana dengan segenap ketulusan hatinya.


“Dia memang baik, tapi dia selama ini hanya mau membelanjakan uangnya hanya untuk Ailee saja. Namun, kenapa dia juga membelanjakan Ayana sebanyak ini atau jangan-jangan, ….”


“Ada apa? Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu yang sangat serius?”


Pertanyaan dari Ayana membuat Zein merasa sedikit terkejut. Akan tetapi, Zein segera menyingkirkan segala pikirannya buruknya terhadap kebaikan hati Jamie yang mau membelanjakan Ayana sampai sebanyak itu.


“Ouh, … Aku hanya sedang memikirkan sesuatu saja. Tidak ada apa-apa,” sahut Zein.


“Ehmm, … Bagaimana kalau aku memberimu kamar sendiri saja. Jadi, kau bisa menyimpan semua barang-barang ini di dalam kamarmu sendiri?”


Zein pun memanfaatkan kesempatan itu agar Ayana mau tidur di kamar yang terpisah dengannya.


“Tuh ‘kan, Zein pasti mau mengingkari janji lagi,” ujar Ayana yang langsung memasang raut wajah sedihnya.


“Haish, … Sudahlah, Ayo ikuti aku!”


Zein langsung mengalah, entah kenapa hari ini dia sedang tidak ingin berdebat ataupun marah-marah kepada siapapun.


Zein pun berjalan menuju ke dalam kamar gantinya, dia mengosongkan beberapa lemari pakaian dan beberapa sepatunya.


“Kau boleh menyimpan barang-barangmu di tempat ini, tapi ingat jangan pernah menyentuh barang-barangku yang ada di sini. Kau mengerti?” ujar Zein yang ternyata menyiapkan ruang kosong untuk barang-barang milik Ayana.


“Baiklah, aku sangat mengerti! Terima kasih, Zein!” ucap Ayana disertai senyuman termanisnya.


“Hmmm, bereskan dengan rapi. Aku akan berada di dalam ruang kerja di sebelah untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Jadi, jangan membuat ke kacauan lagi.” Zein kembali menegaskan.

__ADS_1


“Baik, boss!”


Setelah itu, Zein pun langsung pergi ke ruang kerjanya meninggalkan Ayana yang tengah sibuk memasukkan barang-barangnya.


Sesampai di ruang kerjanya, Zein langsung menyalakan komputernya dan mulai membuka email masuk satu persatu.


Beberapa dokumen pun mulai dia keluarkan dari dalam tas kerja yang selalu dia bawa. Tidak lupa Zein mengecek popularitas dari film animasi dan benar saja karya barunya itu menduduki peringkat nomor satu dalam ranting.


“Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil, tapi ini semua tidak akan sesukses ini jika bukan karena bantuan darinya,” gumam Zein yang teringat akan Ayana.


“Zein!”


Seruan Ayana yang tiba-tiba masuk ke ruang kerjanya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat Zein sedikit terkejut dengan kehadirannya.


“Apa? Kenapa kau ada disini? Apa kau sudah selesai membereskan semua barang-barangmu?” cecar Zein dengan perasaan kesalnya. Sebab sejak bertemu dengan Ayana, Zein selalu saja senam jantung. Entah itu hobi maupun kebiasaan, Ayana selalu saja bisa membuat Zein terkejut.


“Belum, tapi aku merasa lapar, Zein!” ujar Ayana sembari memegangi perutnya yang mulai bergerumuh karena merasa kelaparan.


“Hahahaaa, … Aku lupa sekarang kau aalah manusia. Kau mau makan apa?”


Zein tertawa melihat kelakuab polos dari Ayana itu, dia ppun langsung beranjak dari tempat duduknya. Kemudian, dia mengajak Ayana untuk mengikutinya menuju ke dapur agar bisa memasakan beberapa makanan untuk mereka.


“Aku mau makan daging!” seru Ayana dengan raut wajah riang gembira.


“Kau suka daging?” ujar Zein sambil mengerutkan keningnya.


Bersambung,.......


...****************...


Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗


Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍


Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰


Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.


Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓


Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!

__ADS_1


Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!


Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘


__ADS_2