You Are My Anime

You Are My Anime
07. Salah Paham


__ADS_3

“Astaga, sejak kapan gadis itu melihat tubuhku yang sangat berharga ini?” gumam Zein yang saat itu kepalanya dipenuhi pertanyaan sekaligus kepanikkan oleh ulah gadis itu.


“Jangan bilang dia juga mengintipku saat sedang mandi tadi?” Parasangka buruk terhadap Ayana pun sudah memenuhi pikiran Zein.


“Aaakhhh, … Sejauh mana gadis gila itu melihat tubuhku yang berharga!” Pada akhirnya Zein hanya bisa berteriak frustasi.


Sedangkan Ayana kini sudah berada di balkon apartement Zein, dia sedang merasa bingung sendiri melihat Zein yang tiba-tiba menghilang tepat dihadapannya.


Maksudnya, Ayana tidak bisa melihat Zein lagi setelah jendela kaca itu ditutupi oleh tirai berwarna hitam.


“Hooo, … Dimana dia? Apakah dia bisa menghilang secepat itu?” ujar Ayana yang masih berusaha mencari keberadaan Zein di sana.


Sungguh polosnya cara berpikir seorang Ayana sampai dia merasa kagum hanya dengan tirai yang tiba-tiba tertutup itu.


“Waahhh, … Apa ini? Kenapa terasa sangat dingin seperti es? Sepertinya aku harus menghangatkannya,”


Bahkan saat tangannya menyentuh kaca jendela, Ayana malah mengira bahwa itu adalah kepingan es dan dia berniat ingin mencairkan dengan kekuatan apinya. Disaat yang bersamaan, Zein kembali membuka tirainya.


“Aaaakhh, ….” Keduanya sama-sama berteriak.


Baik Zein maupun Ayana pun sama-sama terkejut, Ayana tanpa sadar mengeluarkan api yang sangat besar hingga membuat Zein kembali ketakutan sampai terjatuh dilantai.


Zein yang sebelumnya sudah menyiapkan raut wajah marahnya, seketika berubah menjadi raut wajah ketakutan yang malah terlihat sangat lucu.


“Aish, … Astaga, gadis gila ini!” umpat Zein yang segera bangkit dan membuka jendela kamarnya itu.


“Hay, Kau sudah gila ‘yah? Kenapa kau mengikutiku sampai kesini, Hah?” bentak Zein.


Begitu berhadapan langsung dengan Ayana.Namun, gadis itu hanya diam seraya menundukkan kepalanya saja.


“Berapa kali kau sudah menakutiku semenjak kita bertemu, Hah?” bentak Zein lagi dengan frustasi.


“Apa kau takut padaku? Apakah wajahku semenakutkan itu?”


Dengan raut wajah polosnya, Ayana malah mencoba memastikannya dengan bertanya langsung pada Zein tentang penampilan dan juga wajahnya. Sontak saja, pertanyaan Ayana itu langsung membuat Zein terdiam seribu bahasa.


Jika ditanya apakah Ayana cantik, maka tentu saja Zein akan langsung menjawabnya dengan kenyakinan satu juta persen bahwa kecantikkan Ayana tidak dapat diragukan lagi.


Bahkan Zein pun kadang tidak bisa mengendalikan diri ketika tanpa sengaja memperhatikan Ayana dari dekat seperti ini.


Wajahnya sangat cantik bagaikan seorang peri bunga, senyumannya yang sangat manis, matanya yang berbinar indah dan rambut panjangnya yang terurai bagaikan tengah memberikan lambaian lembut ketika di terpa oleh angin.

__ADS_1


Tubuhnya mungil dengan kulit yang seputih susu, serta tingkahnya yang lincah dan terlihat ringan membuat siapa pun yang melihatnya akan menganggap bahwa Ayana bukanlah manusia biasa tapi manusia setengah dewi.


“Hay, aku menakutkan atau tidak?” seru Ayana yang menyadarkan Zein dari lamunannya.


“Tepat sekali! Kau sangat menakutkan dan wajahmu juga sangat jelek,” ujar Zein yang tentu saja berbohong.


“Benarkah aku seburuk itu?” gumam Ayana yang langsung merasa sangat sedih.


“Hay, kau pikir aku berbohong? Jadi, berhenti menggangguku dan pergi dari sini sekarang juga. Dan satu hal lagi, berhenti menunjukkan kekuatanmu yang menakutkan itu. Apa kau mengerti?”


Tanpa merasa kasihan sedikitpun, Zein mengusir Ayana disertai dengan kata-kata kasarnya.


“Tapi aku tidak tahu harus kemana? Orang pertama yang aku temui begitu ada di sini adalah dirimu. Aku juga tidak tahu apapun tentang dunia yang ada sini, semua terasa asing bagi!” ujar Ayana dengan raut wajah memelasnya.


Zein pun terdiam dan memikirka setipa perkataan Ayana barusan. Perang batin pun terjadi di dalam diri Zein, disatu sisi Zein merasa kasihan dan disisi lain dia merasa kalau Ayana seperti penguntit saja.


“Benar juga yang dia katakan, dia ‘kan berasa dari dalam poster itu. Aku bahkan melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. jadi, tentu saja dia merasa asing di dunia,”


“Apakah aku harus membiarkan dia menginap di sini hanya untuk satu malam?”


“Tunggu dulu! Bagaimana kalau disadari awal mempunyai niat jahat kepadaku? Aku bahkan tidak mengenalnya sama sekali, kenapa juga aku harus merasa kasihan?”


“Tapi lihatlah wajah polosnya itu dan mata yang seperti anak anjing itu? Aku tidak bisa membiarkan seorang gadis berkeliaran di jalan larut malam begini.”


“Iya, aku mengerti! Terima kasih banyak, Tuan tampan!” ucap Ayana yang kelihatan sangat senang karena sudah di ijinkan untuk tinggal.


“Bagaimana dia tahu kalau aku pria yang paling tampan di antara pria tampan lainnya? Hehehee, ….” gumam Zein yang merasa sangat senang kalau disebut tampan.


“Ehmm, … Kau tidur di sini! Dan juga jangan memanggilku Tuan tampan lagi, tapi panggil saja aku Zein!” ujar Zein sembari menunjuk sebuah sofa yang akan menjadi tempat tidur Ayana malam ini.


“Bagaimana denganmu, Zein? Kau tidur dimana?” tanya Ayana, sebab dia pikir mereka akan tidur di tempat yang sama.


“Tentu saja di kamarku. Ingat ini juga! Jangan berkeliaran kemana-mana, wilayahmu hanya di sofa ini saja. kau mengerti?” ujar Zein menegaskan sekaligus memberi peringatan pada Ayana.


“Iya, aku mengerti ‘kok!” sahut Ayana lirih.


“Bagus, kalau begitu.”


Setelah mengatakan itu, Zein pun kembali kedalam kamarnya untuk pergi tidur. Karena pekerjaannya sangat menumpuk beberapa hari ini, Zein pun langsung tertidur begitu berbaring di kasurnya yang sangat empuk itu.


Sementara itu, Ayana mencoba untuk tidur disofa seperti yang diperintahkan Zein sebelumnya. Akan tetapi, dia merasa sangat tidak nyaman tidur di sana.

__ADS_1


Akhirnya, Ayana memutuskan untuk menyelinap masuk ke kamar Zein dan membaringkan tubuhnya di samping Zein.


Bahkan tanpa segan Ayana memeluk tubuh Zein dengan eratnya. Zein yang sudah tidur pulas, tidak menyadari kehadiran Ayana sama sekali.


Zein bahkan meraih tubuh mungil Ayana kedalam pelukkannya, Zein mengira yang di peluknya itu adalah bantal guling. Pada akhirnya, Zein dan Ayana tidur bersama sambil berpelukkan .


...****************...


Keesokan harinya, seperti biasa Jamie datang ke apartement Zein untuk membangunkannya. Karena sudah menjadi jadwal rutinitasnya, Jamie pun mengetahui kata sandi apartement itu dan langsung masuk dengan santainya seperti rumah sendiri.


Jamie langsung berjalan menuju kamar Zein,


dan, _....


“WHAT!!! ZEINDER MARCELLINO, ….”


Teriakkan menggelegar dari Jamie seketika membangunkan Zein dan Ayana sekaligus.


“Aaaakkkkhhhh, ….”


Entah apa yang terjadi, Zein dan Ayana malah sama-sama berteriak ketika bertatapan satu sama lain.


Dilihat dari wajah mereka, kesalah pahaman pasti terjadi. Apalagi tatapan Jamie yang menuntut penjelasan dari Zein dengan apa yang dilihatnya pagi itu.


Bersambung,.......


...****************...


Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗


Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍


Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰


Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.


Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓


Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!

__ADS_1


Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!


Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘


__ADS_2