You Are My Anime

You Are My Anime
Selepas Menghilangnya Ayana


__ADS_3

Pengakuan Jamie yang cukup mengejutkan untuk sesaat memang bisa mengalihkan rasa kehilangan Zein atas menghilangnya Ayana. Yaa, … Namun itu hanya sesaat bagi Zein, karena setelah kabar gembira atas kehamilan Ailee.


Zein harus di hadapkan dengan kenyataan dimana kekasih hatinya sudah benar-benar menghilang di tambah dengan Jamie yang mengatakan mereka harus menyatakan bahwa Ayana telah meninggal dunia karena mengorbankan dirinya demi menyelamatkan semua orang.


“Jamie, apa kau gila! Aku tidak mungkin mengumumkan bahwa Ayana sudah mati dalam kejadian itu. Dia hanya menghilang untuk sesaat dan aku percaya dia akan kembali lagi padak!” seru Zein yang tidak terima dengan keputusan yang diambil oleh Jamie.


“Zein, ini yang terbaik untuk sekarang! Kita tidak mungkin mengatakan kepada semua orang bahwa Ayana bukan manusia biasa seperti kita, Zein!” ujar Jamie menjelaskan alasan dia sampai mengatakan seperti itu.


“Zein!” panggil Jamie dengan suara sepelan mungkin.


“Semua gadis remaja itu juga telah memberi kesaksian bahwa Ayana mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan mereka. Di bandingkan kita harus menyebarkan identitas Ayana yang sebenarnya, sebaiknya kita memilih menjadikanya pahlawan di dunia ini maupun di dunia animasi yang kita buat, Zein!” sambungnya berharap Zein mau mengerti.


Untuk beberapa saat Zein terdiam, kemudian dia berkata, “Terserah, lakukan apapun sesukamu, tapi aku tidak akan pernah mau datang ke pemakaman palsu atas nama Ayana itu!”


“Tentu, kau tidak perlu datang! Aku yang akan mengurus semuanya,” ujar Jamie yang bisa memahami perasaan sahabatnya itu.


Seperti yang Jamie katakan, keesokan harinya dia benar-benar melakukan pemakaman untuk Ayana hanya dengan menggunakan abu yang entah itu abu apa.


Zein yang pada dasarnya masih dalam perawatan intensif serta enggan untuk menghadiri pemakaman itu. Dia tetap berada di rumah sakit bersama Ailee yang juga masih dalam perawatan Dokter.

__ADS_1


Sembari menatap birunya langit dalam hatinya Zein berkata, “Ayana Skyler, kau berada dimana sekarang? Saat ini semua orang tengah menangisi kepergianmu, tapi aku percaya kau akan kembali padaku suatu hari nanti. Aku akan selalu menunggumu, Ayana Kekasihku!”


Pemakaman abu Ayana yang di lakukan oleh Jamie mengundang banyak sekali warga dan media masa yang meliput tentang kematian dan pengorbanan Ayana demi menyelamatkan para korban penculikan.


Secara tidak langsung berita tersebut membantu Zein dan Jamie memulihkan nama baik perusahaannya terutama animasi terbaru mereka dimana Ayana menjadi tokoh utamanya.


Ayana benar-benar menjadi tokoh pahlawan baik di dalam animasi maupun di dunia nyata. Banyak dukungan dari berbagai pihak kepada Zein, selaku kekasih Ayana. Sontak hal itu membuat perusahaan yang Zein pimpin kembali bangkit bahkan lebih sukses dari sebelumnya.


Setelah Ayana menghilang, Zein sedetik pun tidak bisa untuk tidak merindukan sosok kekasihnya, Ayana. Namun dia tetap melanjutkan kehidupannya seperti biasa dengan harapan suatu hari nanti Ayana akan kembali muncul di depannya sama seperti pertemuan pertama mereka.


Setiap hari, Zein akan selalu menulis semua tentang kerinduannya kepada Ayana dalam sebuah buku. Sebab Zein ingin Ayana selalu mengetahui bagaimana dia sangat merindukannya, membutuhkannya dan sangat mencintainya.


“Ayana, aku sangat merindukanmu! Ini sudah dua minggu lamanya dan kau tak kunjung menemuiku lagi. Kenapa kau tak kunjung datang, sayang! Ingin sekali aku yang datang untuk menemuimu dan menjemputmu, tetapi aku kehilangan arah. Tempat mana yang harus aku tuju untuk bisa menemukanmu di dunia ini! Cepatlah datang, karena aku sangat merindukanmu dan sangat mencintaimu.”


“Saat ini sudah hampir satu bulan berlalu, Jamie dan Ailee bahkan akan segera melangsungkan pernikahan mereka. Benar, ada kabar baik untuk kita semua kalau saat ini Jamie dan Ailee akan menjadi orang tua. Kita akan memiliki seorang keponakan, Ayana! Kembali ‘lah Ayana, apakah kau tidak ingin menghadiri pesta pernikahan Jamie dan Ailee. Mereka juga sangat menantikan kehadiranmu, terutama aku. Kembali ‘lah! Kita juga bisa menikah seperti mereka jika kau kembali secepatnya.”


“Satu tahun telah berlalu, Ayana! Kapan kau akan datang kembali untukku? Bahkan anak Jamie dan Ailee sekarang sudah tumbuh menjadi anak perempuan yang cantik dan sangat menggemaskan. Mereka terlihat sangat bahagia dengan keluarga kecil mereka dan aku masih sendiri menunggumu seperti orang bodoh.


Semua orang mengatakan bahwa semua harapanku dan kepercayaan diriku bahwa suatu hari kau akan datang kembali padaku hanyalah harapan yang sia-sia. Mereka semua mengatakan kau tidak akan pernah kembali padaku.

__ADS_1


Ayana kau harus membuktikan kepada semua orang bahwa harapanku tidak sia-sia. Kau pasti akan datang kembali padaku, bukan? Kau harus kembali, Ayana! Kau harus bertanggung jawab atas hidupku yang sekarang hanya terisi tentangmu.”


“Sekarang genap tiga tahun sudah, aku selalu sabar menunggu kedatanganmu kembali Ayana! Sampai kapan aku harus selalu menunggu kedatanganmu lagi. Meski aku tidak keberatan untuk menunggu berapa lama pun. Namun semakin hari perasaan merindukanmu ini semakin menyiksaku. Ayana, aku mohon kembali ‘lah!”


Entah sudah habis berapa banyak buku yang Zein tulis untuk mengutarakan kerinduannya terhadap sosok Ayana. Namun itulah satu-satunya cara agar Zein bisa sedikit melepas kerinduannya kepada sang kekasih yang saat ini tengah berada di mana.


“Zein, sampai kapan kau akan terus menyendiri seperti ini?” tanya Jamie ketika Zein mengunjungi rumahnya hanya untuk melihat sang keponakan tercinta yang bernama Jesslyn.


“Ini sudah tiga tahun berlalu. Lihatlah, anakku saja sudah bisa berbicara dengan lancar apalagi ketika memanggilku Papah! Apakah kau akan melajang seumur hidupmu, hanya karena kau ingin terus menunggu Ayana,” cecar Jamie yang tidak ingin satu-satunya sahabat baiknya terus terpaku pada sosok yang ada di masa lalu.


“Sepertinya tidak buruk juga harus hidup melajang selama sisa hidupku,” sahut Zein dengan santainya.


“Zein, kenapa kau menjadi seperti ini hanya karena Ayana? Sejak awal seharusnya kau sudah tahu bahwa dia berbeda dengan kita dan kalian tidak mungkin bersama,” ujar Jamie yang tanpa sadar sudah kelewat batas.


Zein hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Jamie, lalu dia berkata, “Kau benar, Jamie! Sejak awal aku memang sudah bisa memperkirakan apa yang kau katakan. Namun bagaimana lagi sekarang, kini aku sangat mencintainya dan dalam duniaku hanya ada tentang Ayana.”


“Aku tahu kau menginginkan yang terbaik untukku! Tapi soal perasaan, kau tidak bisa ikut campur bahkan aku sendiri juga tidak bisa mengendalikannya,” sambung Zein sembari beranjak dari tempat duduknya.


Bersambung, ....

__ADS_1



__ADS_2