You Are My Anime

You Are My Anime
Penemuan Mayat


__ADS_3

Sedangkan Cade membawa gadis remaja itu pergi bersamanya menyusul Zuko ke tempat persembunyian mereka dengan teleportasi.


Terlihat Zuko meletakan dua jantung yang masih berdetak ke dalam sebuah wajah yang terbuat dari kaca bening. Sedangkan Cade memasukan gadis bernama Lisa it uke dalam sebuah jeruji besi yang terdapat di pojok ruangan.


“Kita harus segera mencari sisanya!” ujar Zuko yang kembali mengajak Cade untuk berburu.


“Dengan senang hati,” sahut Cade.


Keduanya pun kembali menghilang dengan menggunakan kekuatan teleportasi yang mereka miliki. Pada malam itu saja, keduanya sudah berhasil mengumpulkan enam jantung yang masih berdetak dan menculik enam gadis yang berusia 13 tahun. Keduanya bahkan sengaja berburu korban mereka di dekat apartemen yang di tinggali oleh Zein dan Ayana.


Hingga keesokan harinya, lingkungan itu menjadi sangat ramai dengan penemuan enam mayat tanpa jantung dan semuanya berjenis kelamin lagi-laki.


Tangis keluarga korban pun semakin menambah suasana getir di sana. Padahal garis polisi pun segera terpasang, beberapa tim forensic juga datang untuk melakukan penyelidikan pada keenam mayat tersebut.


Dalam sekejap beritanya langsung memenuhi setiap siaran yang ada. Sampai Zein dan Ayana yang tengah menikmati sarapan paginya mulai merasa aneh dengan situasi di luar sana yang begitu ramai dengan orang tidak seperti biasanya.


“Ada apa di luar sana? Kenapa sangat ramai sekali tidak seperti biasanya?” gumam Zein yang bisa melihat banyak orang keluar di bawah apartemennya melalui kaca jendela yang ada di ruang makan.


“Apa yang sedang kau lihat, Zein?” tanya Ayana yang baru saja menyelesaikan aktivitas mandinya.


“Aku juta tidak tahu, tapi entah mengapa pagi ini rasanya di bawah begitu ramai dari biasanya!” jawab Zein sesuai apa yang dia lihat.


Ayana yang merasa penasaran, akhirnya berjalan menghampiri Zein untuk melihatnya secara langsung. Karena Ayana adalah karakter anime yang memiliki kemampuan di luar manusia biasa, dia bisa dengan mudah mencium, melihat dan mendengar dari jarak jauh.


“Bau darah,” gumam Ayana begitu dia mulai menggunakan kekuatannya dan Ayana juga bisa mendengar pembicaraan orang-orang di bawah sana dengan jelas.


“Kasihan sekali keluarganya ketika melihat salah satu anggota keluarganya meninggal dunia dengan tragis, bahkan katanya jantungnya tidak ada saat di temukan!”


“Bukan hanya satu orang yang menjadi korbannya! Aku dengar ada enam orang yang di temukan meninggal dunia dalam keadaan jantungnya tidak ada,”


“Selain itu, aku juga mendengar bahwa ada enam gadis juga yang menghilang sejak tadi malam!”

__ADS_1


“Iiih, … Mengerikan sekali! Entah psikopat gila dari mana yang membuat daerah ini menjadi berbahaya seperti ini!”


“Ayana!”


Tepukan pelan pada bahunya dan panggilan dengan nada yang cukup tinggi membuat Ayana sedikit terkejut. Dia segera menatap Zein yang menjadi pelakunya dan dapat di lihat betapa terkejutnya Ayana saat itu.


“Ada apa denganmu, Ayana?” tanya Zein yang ikut khawatir melihat wajah terkejut Ayana yang tampak kebingungan.


“Zein, …” ujar Ayana lirih masih dengan raut wajah terkejutnya.


“Ada apa?” Zein kembali mengulang pertanyaannya, tatapannya sama sekali tidak teralihkan dari wajah Ayana.


“Semalam terjadi pembunuhan dan penculikan di daerah ini!” jawab Ayana.


“Apa?” seru Zein.


Dia tentu saja sangat terkejut mendengarnya, karena selama ini daerah apartemennya yang paling aman di bandingkan tempat lainnya. Sehingga harga sewa dan belinya menjadi sangat malah di bandingkan apartemen lainnya.


Ayana kembali menerangkan informasi yang dia dengar dari para ibu-ibu di bawah sana.


“Bagaimana kalau kita melihatnya?” ujar Zein yang penasaran dan di balas dengan anggukan kepala saja oleh Ayana.


Keduanya pun segera turun dari apartemen mereka dan berjalan ke arah kerumunan orang-orang yang tengah melihat jalannya proses evakuasi. Meski sedikit kesulitan untuk menerobos kerumunan tersebut, akhirnya Zein dan Ayana berhasil melihat keadaan mayat yang belum sempat di evakuasi oleh tim forensic yang bertugas saat itu.


“Astaga!”


Zein sampai tercekat begitu melihat keadaan mayat laki-laki itu. Seperti yang Ayana jelaskan sebelumnya, mayat laki-laki itu berlubang pada bagian dadanya tapi jantungnya tidak terlihat di sana. Berbeda dengan reaksi Ayana yang malah mematung dengan mata memerahnya, karena menahan tangis.


“Ayana, apa kau baik-baik saja?” tanya Zein dengan khawatir.


Kemudian, Zein langsung membalikan tubuh Ayana dan memeluknya dengan erat agar tidak melihat mayat itu lagi. Namun, Zein malah mendengar Ayana berkata, “Pria itu pelakunya!”

__ADS_1


“A-apa yang kau katakan, Ayana?” tanya Zein yang melepaskan pelukannya dan menatap Ayana dengan raut wajah seriusnya.


“Zein, … Sepertinya aku tahu siapa pelakunya!” lirih Ayana dengan buliran air mata yang perlahan jatuh membasahi wajahnya.


“Kita bicarakan di dalam apartemen saja!” ujar Zein yang segera membawa Ayana pergi dari tempat itu dan kembali ke dalam apartemennya.


...****************...


Sementara di sisi lain, terlihat seseorang yang tengah tersenyum puas melihat keramaian di bawah sana melalui jendela kamarnya yang bersebelahan dengan apartemen Zein dan Ayana. Siapa lagi kalau bukan Zuko, pelaku atau psikopat gila yang menjadi dalang utama pembunuhan dan penculikan itu.


“Hahahaaa, … Ini yang baru namanya pemandangan indah!” ujarnya di sertai tawa bahagianya melihat kericuhan karena penemuan mayat tersebut.


“Sayang sekali, malam dengan cepat berlalu! Padahal aku masih membutuhkan tujuh jantung lagi, tujuh gadis remaja dan 3 bayi baru lahir! Namun, tidak masalah aku masih memiliki sedikit waktu lagi untuk melakukannya,” sambungnya sembari menengguk segelas wine yang sejak tadi di tangannya.


“Dia sudah melihatnya!” Tiba-tiba seseorang menghampiri Zuko sembari meregangkan otot tubuhnya yang terasa sedikit kaku.


“Dia bahkan sudah menyadarinya, bahwa semua itu perbuatan kita! Maka dari itu, mulai dari sekarang kita harus lebih hati-hati menyembunyikan identitas kita yan sebenarnya,” imbuh Zuko pada adiknya yaitu Cade.


“Permainan ini menjadi semakin menarik saja,” ujar Cade yang berlalu pergi.


“Benar! Semuanya akan menjadi semakin menarik mulai sekarang,” gumam Zuko di sertai seringai jahatnya.


Kembali pada Zein dan Ayana yang kini sudah berada di dalam apartemen mereka. Zein segera mendudukkan tubuh Ayana di sofa ruang tamu mereka, tidak lupa Zein mengambilkan segelas air putih agar Ayana merasa lebih tenang setelah meminumnya.


“Apakah yang kau katakan tadi itu benar, Ayana?” tanya Zein mencoba memastikannya kembali.


“Yaa, … Aku bisa merasakan energi jahat pria itu pada jasad korban pembunuhan itu,” jawab Ayana yang tidak pernah menyembunyikan apapun dari Zein.


“Bagaimana kalau untuk sementara waktu kita pindah saja dari sini?” celetuk Zein tiba-tiba yang membuat Ayana langsung mendongakkan wajahnya.


Bersambung, ......

__ADS_1



__ADS_2