You Are My Anime

You Are My Anime
Kekhawatiran Sahabat


__ADS_3

“Kemana pun aku pergi mereka akan selalu menemukanku, karena yang mereka inginkan adalah kekuatan milikku, Zein!” terang Ayana yang sudah berlinang air mata.


“Jangan menangis! Kita pikirkan perlahan bagaimana jalan keluar terbaiknya ‘yah?” ucap Zein kembali memeluk Ayana untuk menenangkannya.


“Aku harus menangkap orang-orang itu, Zein!” ujar Ayana di sela isakannya.


“Itu terlalu berbahaya, Ayana! Sebaiknya kita tunggu dulu hasil investigasi dari kepolisian saja. Apakah benar pembunuhan ini memang berhubungan dengan orang-orang itu atau hanya psikopat gila!”


Zein membuat alasan agat Ayana tidak memutuskan untuk melakukan sesuatu yang nantinya akan membahayakan dirinya sendiri seperti sebelumnya. Ayana hanya diam sembari menganggukkan kepalanya, tetapi hal itu malah semakin membuat Zein tidak tenang meninggalkan Ayana sendirian di apartemennya.


“Bagaimana kalau hari ini kau ikut aku saja ke kantor?” ujar Zein pada Ayana yang di balas dengan anggukan pelan.


Akhirnya mereka pun segera berangkat ke kantor saat itu juga. Keduanya memutuskan untuk sarapan di kantor saja, mengingat tidak ada waktu lagi yang tersisa.


...****************...


Setibanya di kantor, Jamie langsung menghampiri keduanya terlebih lagi adanya peristiwa pembunuhan di sekitar apartemen Zein.


“Apa kalian berdua baik-baik saja! Tadi pagi aku sudah melihat beritanya.” Jamie terus mengikuti langkah Zein dan Ayana sampai di depan lift.


“Jamie, bicarakan nanti saja di ruanganku!” ujar Zein dengan raut wajah seriusnya.


Seketika Jamie pun diam dan mengikuti Zein dan Ayana sampai masuk ke dalam ruangan Ceo milik Zein. Mereka mengacuhkan tatapan dan bisikan para karyawan yang di laluinya, bahkan jelas terasa oleh Ayana bahwa Zein berusaha keras melindunginya.


Setibanya di dalam ruangannya, Zein langsung menyuruh Ayana duduk di sampingnya. Sedangkan Jamie memposisikan duduk berhadapan dengan Zein dan Ayana yang sejak datang terus terlihat sedih. Jamie pun mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang telah terjadi di antara keduanya.


“Apa yang terjadi? Kenapa Ayana terus terlihat murung sejak tadi?” tanya Jamie yang sudah merasa sangat penasaran sejak tadi.

__ADS_1


“Tadi aku mengajaknya melihat korban pembunuhan itu! Aku tidak tahu bahwa hal itu malah membuat Ayana menjadi sedih seperti ini,” jawab Zein.


Memberikan jawaban setengah kebenaran dan setengahnya lagi kebohongan, karena yang membuat Ayana tersu murung adalah kenyataan bahwa dia mengetahui siapa pelakunya tetapi tidak bisa melakukan apapun. Jamie menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dia percaya saja dengan jawaban yang di berikan oleh Zein.


“Aku dengar ada enam korban yang di bunuh dan diambil jantungnya! Lalu enam gadis remaja yang di culik, apakah semua itu benar?” tanya Jamie lagi untuk mendapat lebih banyak kepastian.


“Semua yang ada di berita itu benar, maka dari itu aku tidak bisa meninggalkan Ayana sendirian di Apartemen.” Kali ini jawaban Zein sesuai dengan faktanya.


“Sebaiknya kalian berdua jangan tinggal dulu di Apartemen itu! Situasinya sedang berbahaya, lebih baik kalian berdua tinggal saja di Apartemen milikku untuk sementara waktu,” ujar Jamie menawarkan tempat tinggal sementara untuk Zein dan Ayana.


Sebab dia tentu saja mengkhawatirkan keselamatan keduanya, apalagi sekali beraksi pembunuh berantai itu langsung 12 mangsa.


Terlihat Zein ingin langsung menyetujuinya, tetapi tatapan mata Ayana seolah mengatakan untuk tidak menerima tawaran tersebut. Karena bisa saja, orang-orang yang berada di sekitar apartemen Jamie yang akan menjadi korban selanjutnya jika dia tinggal di sana.


“Zein, …” ucap Ayana dengan tatapan memohonnya.


“Aku akan memikirkannya dulu, Jamie!” ujar Zein yang masih ragu untuk mengambil keputusan.


Dan sisi lainnya, jika apa yang di katakan Ayana benar maka sudah jelas akan terjadi pembunuhan berantai di sekitar apartemen Jamie.


“Zein, apa yang perlu di pikirkan lagi! Sebaiknya kau memang harus pindah dari apartemen itu secepatnya,” desak Jamie yang lebih mengkhawatirkan keselamatan Zein di bandingkan apapun.


“Terima kasih atas tawarannya, Jamie! Tapi Ayana tidak menyukai tempat baru, sepertinya kami akan tetap tinggal di apartemen kami saja.”


Akhirnya Zein lebih memilih perkataan Ayana dan menolak secara halus tawaran baik dari sahabatnya itu. Terlihat jelas baik Ayana maupun Jamie cukup terkejut dengan keputusan akhir yang di ambil Zein.


Jamie bahkan terdengar jelas menghela napas dengan berat, karena dia tahu sekali Zein memutuskan maka tidak akan pernah bisa di tarik kembali keputusan tersebut.

__ADS_1


Setelah pembicaraan singkat tentang pembunuhan berantai yang terjadi di daerah sekitar apartemennya, Zein dan Jamie kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Sedangkan Ayana hanya duduk termenung ruangan khusus yang ada di dalam ruangan Ceo milik Zein.


Di mana di dalam ruangan Ceo miliknya tersembunyi ruangan lain yang terdapat sebuah kamar tidur dan kamar mandi di dalamnya.


Ayana duduk di atas ranjang tersebut sembari menatap ke luar jendela, tapi pikirannya berada di tempat lain yaitu memikirkan tentang dua pria yang pernah menyerang dan mencuri kekuatannya.


“Kenapa mereka membunuh orang yang tidak bersalah? Dan mengapa hanya jantungnya yang mereka incar? Jangan-jangan mereka berniat melakukan sesuatu dengan jantung para korban dan juga gadis yang mereka culik,” gumam Ayana yang mencoba memikirkan jawaban atas pertanyaannya itu.


“Lalu sebenarnya mereka itu mahluk apa? Mereka tidak seperti diriku, maupun manusia yang ada di sini?”


Di dalam pikiran Ayana terus saja muncul berbagai macam pertanyaan yang seolah tidak ada jawabannya. Sebenarnya Ayana ingin sekali pergi untuk mencari petunjuk terkait pembunuhan berantai yang terjadi, sekaligus memastikan bahwa dugaannya tidak salah.


Namun, Ayana juga tidak ingin membuat Zein semakin khawatir. Sejak awal pertemuannya dengan Zein, Ayana memang sudah sepenuhnya melabuhkan hati hanya untuk Zein seorang.


Sehingga Ayana tidak ingin terlalu melibatkan Zein dalam bahaya seperti ini. Terlebih hanya Zein seorang satu-satunya yang mengetahui bahwa dia tidak berasal dari dunia ini.


...****************...


Disisi yang lainnya, Jamie kembali berusaha membujuk Zein agar pindah sementara waktu ke apartemen miliknya. Namun, seperti yang sudah Jamie duga sahabatnya itu sudah tidak bisa di bujuk lagi untuk mengubah keputusannya.


Sehingga Jamie diam-diam membujuk Ayana, ketika Zein dengan melakukan pertemuan bisnis dengan salah satu klien mereka tanpa kehadiran dirinya.


Tok, … Tok, … Tok, ….


“Ayana, ini aku Jamie! Bisakah kita bicara sebentar!” seru Jamie dari balik pintu setelah beberapa kali mengetuknya cukup keras. Tak lama kemudian, pintu rahasia itu pun terbuka dan menampilkan sosok Ayana.


“Jamie, ada apa? Dimana Zein?” tanya Ayana yang tidak melihat keberadaan Zein di ruangan itu, hanya ada Jamie saja membuat Ayana sedikit ragu untuk keluar.

__ADS_1


Bersambung, .....



__ADS_2