You Are My Anime

You Are My Anime
Terjerat Kasus Pembunuhan


__ADS_3

“Hay, bukankah ini aneh Zein?” tanya Jamie begitu mereka menemukan tempat bersembunyi yang aman.


“Aku akan jelaskan nanti,” tukas Zein yang focus memperhatikan pertarungan Ayana dengan dua sosok berjubah itu.


“Bukan itu yang aku maksud! Aku ingin mengatakan bahwa ini aneh, bukankah kita seorang pria dewasa malah bersembunyi seperti ini sedangkan Ayana malah menghadapi orang-orang aneh itu,” terang Jamie dengan raut wajah polosnya.


Sontak Zein pun sesaat mengalihkan tatapannya menatap Jamie dengan serius, lalu berkata, “Mereka bukan manusia biasa, jika kita keluar malah akan membahayakan Ayana. Sebaiknya kita tetap di sini dan percayakan semuanya pada Ayana.”


“Kau akan tahu siapa mereka sebenarnya,” imbuh Zein.


...****************...


Hanya dengan melihat energi yang terpancar dari kedua sosok pria berjubah itu, Ayana bisa langsung memastikan bahwa mereka adalah orang yang sebelumnya berhasil melukai dalam pertarungan.


Namun, pada pertarungan sebelumnya Ayana menyadari bahwa kekuatan yang dia miliki lebih besar di bandingan kedua sosok berjubah yang menjadi lawannya.


“Kenapa kalian berdua melakukan hal sekeji ini pada manusia?” tanya Ayana begitu pertarungan mereka sedikit terjeda ketika dia berhasil menyerang salah satu pria berjubah di hadapannya.


“Apa kau kira kami berdua bukan manusia?” Bukannya menjawab salah satu pria berjubah itu malah balik menanyakan penilaian Ayana yang berhasil membuat gadis itu mengerutkan dahinya.


“Bagaimana manusia bisa di dunia bisa memiliki kekuatan menakutkan seperti itu?” Ayana terpaksa harus menanyakan hal semakin mengganggu pikirannya itu.


“Bukan urusanmu! Lebih baik kau berikan saja kekuatanmu itu kepada kami, _....”


“Ambil ‘lah sendiri jika kau bisa melakukannya!” tantang Ayana yang tanpa sadar mengeluarkan sisi lain yang ada dalam dirinya.


Entahlah melihat Zein dan Jamie yang berada dalam bahaya karena perbuatan dua sosok pria berjubah itu. Hal itu membuat kemarahan Ayana semakin tersulut, terlebih ketika pandangan matanya menangkap korban lain yang terbaring di bawah sorot lampu jalan yang ada di sana.


“Aku tidak tahu apa yang ingin kalian berbuat dengan membunuh dan menculik manusia yang tidak berdosa. Namun, aku pastikan hari ini terakhir kalinya kalian bisa melakukan perbuatan keji ini,” ujar Ayana sembari mengeluarkan semua kekuatan elemen yang dia miliki dalam satu waktu yang sama.


Sesuai apa yang dikatakan Zein pada Jamie sebelumnya, Ayana sengaja menguarkan kekuatan untuk membuat batas agar tidak ada orang lain yang merasakan kekuatannya selain mereka yang ada dalam batas wilayah tersebut.

__ADS_1


“Sialan, bagaimana bisa gadis itu mengeluarkan kekuatan elemennya sekaligus hanya untuk membuat batas pelindung dan mengurung kita di sini,” umpat Cade yang sudah mengalami luka, karena terlambat menghindari serangan Ayana sebelumnya.


“Sebelum batasnya yang dia buat semakin kuat, sebaiknya kita harus mematahkannya,” gumam Zuko sembari menahan Cade yang sudah tertatih.


“Jangan katakan kalau kau, _....”


“Kita tidak memiliki banyak waktu, bersiaplah untuk melesat dan menabrak batas pelindung itu,” potong Zuko yang langsung membawa Cade melesat bersamanya.


Tabrakan energi pun tidak bisa di hindari, terlihat Ayana terkejut melihat kenekatan pria berjubah itu yang memaksa mematahkan batas pelindung yang dia buat.


Ayana tidak akan membiarkan dua sosok berjubah itu pergi begitu saja, mengingat sudah banyaknya korban yang jatuh dia harus melenyapkan dua sosok itu.


Energi cahaya dari kekuatan Ayana yang bertubrukan dengan energi jahat dari Zuko dan Cade menghasilkan getaran dan dentuman yang cukup kuat.


Seketika tubuh Ayana terhempas bersamaan melesatnya dua sosok berjubah yang berhasil mematahkan batas pelindung yang Ayana buat.


“Uhuuk, … Uhuukk, …”


“Ayana!” seru Zein dan Jamie pun langsung berlari menghampiri Ayana untuk memastikan keadaannya.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Zein yang kini mendekat tubuh Ayana dengan perasaan khawatir dan Ayana hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Akibat benturan energi tersebut, semua orang berlarian keluar karena mengira telah terjadi gempa. Namun, teriakan histeris malah terdengar dari salah satu wanita yang berdiri tidak jauh dari mayat yang sejak tadi tergeletak di bawah cahaya lampu jalan.


“AAAKHH, …. TOLONG ADA MAYAT DI SINI!” teriak wanita itu histeris.


“Jamie, kau urus dia aku akan membawa Ayana dulu ke apartemenmu,” ujar Zein yang langsung menggendong tubuh Ayana ala bride style.


“Ouh, … Kau tenang saja! Aku akan mengurusnya,” sahut Jamie.


Sementara Jamie menghampiri dan menenangkan wanita yang melihat mayat itu, Zein menggendong Ayana melalui jalan sepi agar tidak ada yang menaruh curiga kepadanya.

__ADS_1


Ailee yang melihat Zein datang dengan menggendong Ayana ingin sekali menghampirinya, tapi dia juga penasaran dengan teriakan wanita tadi.


Sahabatnya lebih penting, Ailee pun bergegas menghampiri Zein yang berjalan masuk menuju apartemen Jamie. Ketika Ailee ingin menanyakan apa yang terjadi, Zein malah menyuruhnya untuk diam lebih dahulu.


“Zein, apa yang terjadi dengan Ayana?” tanya Ailee begitu Zein sudah membaringkan tubuh Ayana di sofa yang ada di ruang tamu apartemen tersebut.


“Bisa tolong ambilkan air hangat lebih dulu,” pinta Zein tanpa mengalihkan tatapan matanya pada sosok Ayana, kekasihnya.


Tidak ada jawaban, tetapi Ailee segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan untuk mengambilkan apa yang Zein minta. Dengan perlahan Zein membersihkan sisa darah yang ada sekitar mulut Ayana.


Ailee kembali bertanya, “Apa yang terjadi pada kalian? Dan dimana Jamie?”


“Aku akan menjelaskan apa yang terjadi nanti. Namun, bisakah kau merawat Ayana karena aku harus membantu Jamie sekarang,” ujar Zein yang menyadari bahwa Jamie tidak bisa dia tinggalkan di sana, apalagi berkaitan dengan tragedi pembunuhan tragis.


“Baiklah, cepatlah kembali bersama dengan Jamie!” pinta Ailee yang harus bersabar untuk menunggu penjelasan dari Zein maupun yang lainnya.


...****************...


Setelah mempercayakan Ayana kepada Ailee, Zein kembali berlari keluar dari apartemen dan menerobos kerumunan yang sudah di pasangi garis polisi. Terlihat Jamie tengah berdebat dengan beberapa polisi, sehingga Zein langsung saja menghampirinya.


“Jamie, apa yang terjadi?” tanya Zein membuat Jamie menghentikan perdebatannya.


“Ini, Zein! Para polisi ini menuduhku yang melakukan pembunuhan itu tanpa adanya bukti sama sekali dan bahkan mau melakukan penahanan tanpa adanya surat perintah resmi,” adu Jamie yang terlihat kesal menatap para polisi di depannya.


“Pak, sebaiknya anda harus melakukan penyelidikan terlebih terdahulu. Jangan hanya menuduh orang yang tidak bersalah hanya karena kami berada di lokasi yang sama saat pembunuhan itu terjadi,” ujar Zein menengahi.


“Kami siap memberikan keterangan terkait kasus ini! Dan jika memang kami terbukti sah bersalah, kalian boleh menahan kami sesuai adanya surat penahanan resmi dan bukti yang kuat,” imbuh Zein menegaskan setiap kalimat yang dia ucapkan.


Bersambung, .......


__ADS_1


__ADS_2