You Are My Anime

You Are My Anime
Pengorbanan Ayana


__ADS_3

“Aish, … Manusia lemah sialan! Sebaiknya kau saja yang pertama mati di tempat ini!” umpat Cade yang langsung meraih tubuh Zein dan menancapkan sebuah belati di perutnya.


“ZEIN!!” teriak Ayana dan Ailee bersamaan ketika melihat Cade yang menusukkan sebuah pisau pada perut Zein.


“Arghh, ….” Suara Zein tercekat menahan rasa sakit akibat luka tusukan tersebut.


“Hahahaa, … Aku memang manusia lemah, tapi manusia lemah ini ‘lah yang akan menjadi kekuatan terbesar untuk kekasihku, Ayana! D-dia aku membalas perbuatanmu ini berkali-kali lipat dari yang bisa kau bayangkan!” bisik Zein yang malah tertawa senang ketika Cade melukainya.


“Omong kosong sialan!” Cade kembali mengumpat sembari melempar tubuh Zein ke lantai begitu saja.


Tubuh Zein terlempar tidak jauh dari posisi Ayana terjebak. Pandangan mata Zein dan Ayana akhirnya saling bertemu satu sama lain.


Tubuh Ayana bergetar hebat dengan air matanya yang terus keluar dengan derasnya tanpa bisa dia hentikan. Kemarahannya semakin memuncak ketika melihat Zein mulai memuntahkan darah dari mulutnya.


“Beraninya kalian melukai orang yang aku cintai dan aku sayangi!” geram Ayana penuh dengan kemarahan.


Trackkk, …


Energi jahat yang mengikat tubuh Ayana seketika terputus begitu saja. Kekuatan Ayana menguar memenuhi ruangan itu, bahkan warna matanya kini berubah menjadi biru menyala. Disaat yang bersamaan, gerhana bulan merah juga muncul saat itu juga.


Para gadis remaja malang itu kini sudah berada di ambang kematian. Karena energi kehidupannya yang hampir terserap habis. Semua jantung manusia itu pun mulai berhenti berdetak, begitu juga dengan suara tangis bayi yang sudah mulai terdengar lemah.


Ketika energi kehidupan para korban ritual itu hampir masuk ke dalam tubuh Ailee. Sebuah kilatan petir tiba-tiba menyambar dan memutuskan tali yang mengikat tubuh Ailee. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Ayana yang ingin membebaskan Ailee dari tempat terkutuk itu.


“Ailee, cepat bawa Zein keluar dari tempat terkutuk ini!” perintah Ayana sembari berjalan mendekat ke tengah ritual yang masih berlangsung.


Ailee yang saat itu sangat ketakutan langsung saja menuruti apa yang Ayana katakan. Dengan berjalan tertatih karena tubuhnya yang gemetar ketakutan, Ailee sambil terus menangis berjalan menghampiri Zein yang kini berlumuran darah akibat luka tusukan di perutnya.


“Ze-zein, … Apa kau baik-baik saja! Bertahanlah aku mohon. Hiks, ….” Ailee terus menangis histeris sembari mencoba memegangi luka tusukan di perut Zein.

__ADS_1


“Jangan menangis, aku baik-baik saja, Ailee!” ucap Zein yang berusaha bangkit sembari menahan rasa sakitnya.


Ailee akhirnya hanya bisa membantu Zein untuk berdiri, keduanya menatap pada sosok Ayana yang kini berdiri tepat di depan tiang dimana dirinya terikat di sana berhadapan langsung dengan Zuko dengan Cade yang ada di belakangnya.


Sebuah kilatan yang cukup besar kali ini kembali menyambar hingga membuat tiang itu hancur menjadi berkeping-keping. Akan tetapi, Ayana tetap melindungi ketika bayi yang ada di sekelilingnya.


Energi kehidupan para gadis remaja dan ketika bayi itu seketika kembali ke tubuhnya masing-masing. Sedangkan jantung manusia itu seketika berubah menjadi busuk.


“Kekuatanku! Hanya itu yang kalian inginkan, bukan?” ujar Ayana dengan nada dinginnya dan tatapan matanya yang semakin tajam.


“Sudah aku katakan! Akan aku berikan pada kalian asal jangan sentuh lagi orang-orang yang tidak bersalah, apalagi orang yang aku cintai!” sambung Ayana penuh penekanan.


“Argh, ….”


Tubuh Cade tiba-tiba ambruk sembari memuntahkan darah segar dari mulutnya. Dapat terlihat dengan jelas sebuah tanaman rambat menembus tubuhnya berkali-kali.


“Kau menginginkan kekuatan ini, bukan! Maka terimalah dengan baik, karena aku akan menyerahkan semua kekuatan ini padamu!” ujar Ayana sembari menyalurkan semua kekuatan yang dia miliki langsung ke tubuh Zuko.


“Seperti yang kau lakukan pada manusia malang itu! Segala bentuk keserakahan harus ada pengorbanannya, bukan?” Ayana menatap pedih penuh penyesalan pada manusia yang tidak dapat dia selamatkan.


“Maka adikmu sendiri yang akan menjadi korbannya! Dan aku akan memenuhi semua keserakahan mu itu dengan kekuatan yang sangat kau inginkan ini.”


Ayana semakin mempercepat penyaluran kekuatan yang dia miliki pada tubuh Zuko, sedangkan tubuh Cade kini sudah mulai mengering karena energi kehidupannya mulai terserap oleh tanaman rambat itu.


“Hahahaa, … Apa kau bodoh? Jika kau memberikan kekuatanmu seperti ini, maka bukan hanya adikku saja yang mati tapi kau juga akan ikut bersamanya,” ujar Zuko yang tertawa puas karena sudah berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan tidak peduli jika adiknya menjadi korbannya.


“Bukan hanya aku dan adikmu, tapi aku juga akan membawamu ikut bersama kami!” sahut Ayana semakin menambahkan kekuatannya.


“Lihatlah baik-baik! Seberapa kuat tubuhmu menampung keserakahan ini,” sambung Ayana.

__ADS_1


“Apa, …”


Benar saja, Zuko mulai merasakan ledakan energi di dalam tubuhnya. Kekuatan Ayana dan kekuatan Zuko sebelumnya sangat bertolak belakang.


Di tambah dengan di serapnya energi kehidupan milik Cade yang membuat kekuatannya bercampur menjadi satu dan akan segera terjadi ledakan kekuatan jika Ayana terus memberikan kekuatannya secara langsung seperti itu.


“Yakh, … Hentikan sekarang juga!” teriak Zuko yang mulai panik ketika tubuhnya semakin terasa aneh.


Ayan tidak memperdulikan sama sekali, dia malah semakin melepaskan kekuatannya untuk Zuko. Di saat yang bersamaan gerhana bulan merah terus berlangsung, kekuatan Ayana di dalam tubuh Zuko semakin tak terkendali.


Berbeda dengan Jamie dan Devan yang berhasil membereskan pria berjubah itu. Bahkan kini Jamie berhasil menyusul dan kini berdiri di samping Zein dan Ailee, dia mencoba bertanya tetapi tidak ada satu pun yang mau menjawab pertanyaannya.


“Ayana, aku mohon hentikan!” pinta Zein dengan suara lirihnya, karena dia juga harus menahan sakit dan tubuhnya juga mulai melemah karena kehabisan banyakan darah.


“Maaf, Zein! Kali ini kau tidak bisa membuat goyah dengan keputusanku saat ini,” ujar Ayana yang kini menatap Zein dengan penuh penyesalan.


“Tidak, Ayana! Ini sangat berbahaya untukmu, _...”


“Zein, maafkan aku karena kehadiranku di duniamu jadi menyebabkan semua kekacauan ini! Namun, aku tidak ingin menyesalinya sedikitpun! Karena dengan kehadiranku di duniamu, aku menjadi mengenal apa itu yang namanya cinta dan juga persahabatan yang tulus,” ungkap Ayana dengan tetesan air matanya.


“Ailee! Jamie, terima kasih untuk semuanya! Aku selalu percaya kalian berdua pasti akan selalu berdiri di sisi Zein apapun yang terjadi!”


“Terima kasih sudah mau menjadi sahabat yang terbaik juga untukku selama ini,” ucap Ayana sembari tersenyum dengan sangat tulus.


“Dan Zein, meski kita berbeda! Aku dan dirimu berada di dunia yang berbeda, ….” Ayana menggantung ucapannya.


Bersambung, .....


__ADS_1


__ADS_2