
“Tentu saja, bisa di makan! Semua bahannya berasal dari duniamu, aku hanya menumbuhkannya lebih cepat dari biasanya saja,” jelas Ayana masih dnegan wajah polosnya.
“Kau yakin? Aku tidak akan mati setelah memakan ini ‘kan?” Zein masih saja merasa tidak yakin dengan makanan yang di tumbuhkan oleh Ayana secara instant itu.
“Lupakan, kalau kau masih tetap tidak percaya sebaiknya tidak usah di makan,” ujar Ayana yang akhirnya merajuk.
“Hahahaa, … Ayolah, Ayana! Aku hanya ingin menggodamu saja tadi. Jangan merajuk seperti ini ‘yah?” Zein mencoba membujuknya.
Namun, sampai makan malam selesai. Ayana masih saja merajuk padanya, hingga Zein bingung sendiri bagaimana harus menghadapi kemarahan gadisnya. Saat sedang memikirkan cara untuk membujuk Ayana, tanpa sadar Zein malah tertidur di sofa ruang tamunya.
“Zein, kau dimana?”
“Apakah dia datang lagi ke sini dan membawa Zein? Tidak, aku harus segera menemukan Zein sekarang!”
Menyadari Zein tidak masuk ke dalam kamar, Ayana pun mencoba untuk mencarinya dengan perasaan khawatir. Sebab Ayana masih takut kejadian sebelumnya akan terulang kembali. Dan betapa leganya perasaan Ayana ketika melihat keberadaan Zein yang ternyata tertidur di sofa.
“Haah, … Syukurlah, ternyata Zein baik-baik saja,” gumam Ayana yang hampir menangis ketika menemukan keberadaan Zein yang ternyata tengah tertidur di sofa.
Ayana pun mengambilkan selimut untuk menutupi tubuh Zein. Kemudian, Ayana duduk di sebelahnya sembari memperhatikan wajah tampan Zein hingga tanpa sadar dia juga ikut tertidur di sana.
“Kenapa kau tidur di sini, Zein?” tanya Ayana pada Zein yang masih terlelap dalam tidurnya.
“Apa kau tahu bagaimana khawatirnya aku saat mengetahui kau tidak berada di sampingku? Aku sangat takut, dia datang lagi untuk melukaimu kali ini,” ujar Ayana sembari membelai rambut Zein dengan lembut.
“Jangan menghilang tanpa mengatakan apapun padaku agar aku bisa selalu melindungimu, Zein!” lanjutnya yang terdengar sangat khawatir dan putus asa dengan apa yang harus di hadapinya di masa depan.
...****************...
Disisi lain, terlihat di sebuah bioskop terbesar di daerah tersebut sedang melakukan penayangan perdana film animasi milik Zein. Dimana Ayana yang menjadi tokoh animasi utamanya. Sebagian besar orang yang menonton film itu adalah anak remaja, apalagi film animasi itu menceritakan tentang dunia fantasi dan kekuatan super yang di miliki oleh Ayana.
Selama film di putar, semua masih berjalan dengan aman dan lancar. Bahkan sampai film tersebut selesai semuanya masih sama. Namun, siapa sangka saat tiga anak remaja itu berniat untuk kembali pulang ke rumah masing-masing ada seseorang yang terus mengikuti mereka sejak di bioskop.
Suasana pada malam itu entah kenapa terasa begitu mencekam dan menegangkan. Dua remaja laki-laki dan satu remaja perempuan itu pun langsung mempercepat langkah mereka begitu menyadari ada orang yang sedang mengikuti mereka.
“Apa kalian merasakannya juga?” tanya remaja laki-laki yang bernama Dave.
__ADS_1
“Iya, sepertinya ada yang terus mengikuti kita sejak di bioskop,” jawab remaja laki-laki yang satunya yang bernama Evan.
“Kak, aku takut!” ujar remaja perempuan yang bernama Lisa dengan raut wajah yang terlihat sangat ketakutan.
Lisa merupakan adik perempuan dari Evan yang selalu saja ingin mengikuti kemanapun kakaknya pergi. Sementara Dave dan Evan merupakan teman sekolah sekaligus teman dekat semenjak mereka masih di bangku taman kanak-kanak.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Evan pada Dave.
“Kita harus lari,” jawab Dave yang tidak bisa memikirkan cara lain selain lari secepat yang mereka bisa.
“Lisa, dengarkan Kakak! Begitu hitungan ketiga, kau larilah secepat yag kau bisa. Mengerti?” ujar Evan pada adik perempuannya.
“Kenapa kita tidak menelpon kantor polisi saja, Kak! Lisa sangat takut,” rengek Lisa yang mulai menangis karena ketakutan.
Baru saja berniat untuk melarikan diri, tapi siapa sangka orang yang mengikuti mereka kini sudah berada tepat di depan mereka. Seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam dengan wajah yang tertutup oleh hoddie yang pria itu kenakan.
“Hay, apa kalain bertiga sedang membicarakan tentang diriku?” ujar Pria itu dengan santainya.
“Aaaaaa, …!!” Lisa berteriak sekencang-kencangnya karena terkejut sekaligus ketakutan.
“Evan! Lisa, cepat kita harus lari!” seru Dave yang menyuruh mereka untuk lari, sementara dia sendiri sudah lari duluan.
Tanpa Dave duga, ternyata dalam kedipan mata Pria itu sekarang sudah tepat berdiri ke arah dia sedang berlari. Cahaya maram lampu jalan dapat sedikit mempelihatkan wajah dari pria tersebut yang tenyata adalah Zuko.
“Siapa yang mengijinkanmu untuk lari?” tanya Zuko dengan nada dan tatapan dinginnya.
“Si-siapa kau? Apa yang kau inginkan dari kami, Hah?” tanya Dave dengan suara gemetar karena ketakutan.
“Jantungmu, yang aku inginkan hanya jantung yang saat ini berada di dalam tubuhnya,” jawab Zuko masih dengan nada dan tatapan dinginnya.
“Ja-jangan bunuh aku! Aa-aku mohon, jangan bunuh aku!” pinta Dave memohon untuk tetap di biarkan tetap hidup.
“Tidak bisa! Kau harus mati agar aku bisa memiliki jantungmu,” ujar Zuko dengan dinginnya.
Seketika Zuko mulai mengelurkan sebilah pedang dari tangan kosongnya. Sontak saja, Dave pun langsung refleks berlari untuk menyelamatkan diri. Namun, lagi-lagi Zuko berpindah tempat hanya dalam kedipan mata saja.
__ADS_1
Saat itu juga, Zuko langsung menancapkan pedangnya dan mengeluarka jantung Dave dengan mudahnya. Evan dan Lisa yang menyaksikan kejadian pembunuhan itu pun langsung berteriak histeris.
“Kau juga harus memberikan jantungmu padaku,” ujar Zuko pada Evan.
“Aaakhhh, …” Lisa hanya bisa berteriak dan berteriak ketika Zuko menusukan pedang itu di dada kakaknya dan seketika dia pun tak sadarkan diri.
Dan tanpa buang waktu lagi, Zuko langsung berpindah tepat di hadapan Evan dan Lisa dengan satu tangannya memegang jantung Dave yang berlumuran darah. Tanpa basa basi, Zuko pun langsung membunuh Evan dan mengambil jantungnya.
“Cade, keluarlah sekarang!” perintah Zuko yang mengetahui bahwa sejak awal Cade memperhatikan aksinya.
“Pertunjukan yang cukup seru! Tapi apakah kau benar-benar akan akan melakukan ritual ini?” tanya Cade yang akhirnya memperlihatkan keberadaannya di sana.
“Tentu saja! Untuk menaklukan seorang mahluk fantasi dengan kekuatan yang lebih besar dariku, maka pengorbanan pun harus di lakukan,” jawab Zuko dengan dinginnya.
“Kau, bawalah gadis ini ke tempat yang sudah kita siapkan!” lanjut Zuko memberikan perintah pada Cade. Kemudian, Zuko pun langsung menghilang dengan membawa kedua jantung yang berhasil di dapatkannya itu.
^^^^^^Bersambung, .... ^^^^^^
...****************...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1