
"Hay, bagaimana bisa kau ada di sini, Hah?” bentak Zein pada Ayana.
“Bukankah kau sendiri yang memperbolehkan aku di sini,” ujar Ayana dengan wajah polosnya.
“What! Zein, _....”
“Iya, aku memang mengijinkanmu untuk menginap di sini tapi bukankah aku sudah menegaskan pada untuk tidak berkeliaran dan tidur di sofa dengan tenang. Tapi kenapa malah di sini? Di kamarku? Dan tidur di sampingku, Hah?”
Jamie ingin mencoba untuk menyela dan meminta penjelasan dari Zein, tetapi Zein tidak memperdulikannya.
Zein malah terus berdebat dengan Ayana seakan mengabaikan keberadaan dirinya di sana.
“Aku tidak bisa tidur di sana, maka dari itu aku mengikutimu dan tidur di sini,” jelas Ayana dengan jujur.
“Haish, … Kenapa kau terus mengikuti aku ‘sih? Kenapa kau tidak mengikuti Jamie saja sana!” seru Zein dengan frustasi sembari menunjuk ke arah Jamie yang masih berdiri di sana memperhatikan.
“Dan, Dan kenapa kau masih di atas kasurku, Hah? Cepat pergi sana!”
Begitu sadar mereka masih berada di atas ranjang yang sama, Zein pun langsung menendang Ayana. Namun, baik Zein maupun Ayana malah sama-sama terjatuh dari ranjang secara bersamaan.
Brukkk, ….
“Auwh, … Auwh, ….” Ayana merintih sakitan.
“Auwh, … Auwh, … Sakit sekali bokongku ini,”
Begitu juga dengan Zein yang mengeluhkan tentang bokongnya.
“Astaga, … Kalian mengejutkanku saja! Zein, kau baik-baik saja?” ujar Jamie yang berniat membantu tapi dia bingung mau menolong siapa dulu.
Disatu sisi ada sahabatnya dan disisi lain ada gadis cantik yang terlihat sangat lemah disana, sesaat Jamie mengalami dilema yang cukup besar sampai teriakkan Zein menyadarkannya.
“Jamie! Kenapa kau melah bengong seperti patung, Hah?” bentak Zein dengan kesalnya.
“Ouh, …” Jamie pun tersentak tapi matanya masih terpaku pada gadis itu.
“Hay, cepat bantu aku berdiri!” teriak Zein dengan ketusnya.
“Iya, Iya dasar pemarah sekali kau ini.”
Pada akhirnya Jamie membantu Zein terlebih dahulu. Disaat Jamie ingin membantu gadis itu, ternyata gadis itu menolaknya uluran tangannya dengan ramah. Sedangkan Zein terlihat tidak peduli sama sekali.
“Tidak usah, aku bisa berdiri sendiri,” ucap Ayana dengan lembut.
“Ouh, baiklah,” sahut Jamie dengan canggung.
Dengan langkah cepat, Jamie kembali menghampiri Zein yang tengah sibuk memeriksa ponselnya. Namun, semua pertanyaannya tidak ada satu pun yang mendapatkan jawaban dan Zein malah terus mengabaikannya.
__ADS_1
“Zein, siapa gadis itu? Apakah benar kau menghabiskan malam panas dengannya?”
Pertanyaan Jamie yang satu ini, tentu saja langsung mendapat tatapan tajam dari Zein.
“Kau sudah gila ‘yah!” bentak Zein dengan penuh emosi.
“Aku ‘kan hanya bertanya saja, tapi sepertinya itu memang mustahil kau lakukan ‘sih! Hehehee, ….” Jamie pun segera meralat perkataannya.
“Aish, … Sial sekali aku pagi ini!” umpat Zein yang berlalu pergi menuju ke kamar mandinya.
“Hay, tunggu dulu! Setidaknya kau jelaskan siapa gadis itu, Zeinder!” seru Jamie yang masih meminta penjelasan.
“Tanyakan saja langsung padanya. Kau punya mulut untuk berteriak seperti itu, pasti mulutmu itu bisa digunakan untuk bertanya juga, bukan?” ujar Zein tidak peduli sama sekali, setelah itu dia menutup pintu kamar mandinya dengan kasar.
“Haish, … Dasar bocah gila itu!” umpat Jamie, tapi dia memang sudah terbiasa dengan sikap Zein yang seperti itu.
Saat Jamie berbalik, tatapan matanya langsung bertemu dengan mata gadis itu. Dengan canggung, Jamie pun menghampirinya dan menunjukkan senyumannya semanis mungkin. Tanpa disangka Ayana memablas senyumannya itu dengan lembut.
“Hay, kenalkan namaku Jamie Easton. Kau bisa memanggilku Jamie saja!” ucap Jamie yang memperkenalkan dirinya terlebih dahulu sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
“Ouh, … Senang berkenalan denganmu, Jamie! Namaku Ayana Skyler, kau bisa memanggilku Ayana!”
Ayana pun menerima jabat tangan dari Jamie dan memperkenalkan namanya sendiri.
“Senang berkenalan denganmu juga, Ayana!” sahut Jamie singkat.
“Ehmm, … Aku sahabat baiknya, Zein. Kalau kau?” tanya Jamie mencoba mencairkan suasana di antara mereka.
“Mmmm, … Aku tidak tahu,” sahut Ayana sambil tertunduk sedih.
“Kalian sudah tidur bersama tapi dia tidak memberikan kepastian apapun padamu?” ujar Jamie yang tidak percaya Zein melakukan hal seburuk itu pada gadis yang lugu seperti Ayana.
Ayana yang polos dan tidak mengerti arah pembicaraan Jamie hanya bisa menganggukan kepalanya saja sebagai jawaban.
“Haish, … Dasar bocah sialan itu,” umpat Jamie yang tiba-tiba merasa kesal dengan Zein.
“Kau tenang saja, Ayana! Apapun yang terjadi, aku pastikan Zein akan bertanggung jawab penuh terhadapmu, Okay?” ujar Jamie lagi.
“Terima kasih,” ucap Ayana disertai senyuman manisnya.
Setelah itu, Jamie dan Ayana pun saling mengobrol dengan akrab. Hingga Zein muncul dengan setelan jas barunya yang membuat sosoknya semakin terlihat tampan dan menawan.
Zein terlihat sangat buru-buru, karena ada beberapa pekerjaannya yang harus dia lakukan sebelum acara peluncuran film animasi terbarunya di mulai.
“Hay, sedang apa kau? Kenapa hanya duduk saja di sana?” ujar Zein dengan acuh.
“Kau tidak lihat kalau aku sedang duduk bersama dengan Ayana sekarang?” sahut Jamie.
__ADS_1
“Kau pikir aku buta. Tentu saja, aku dapat melihatnya dengan sangat jelas. Dasar bodoh!” umpat Zein yang tidak ada mood untuk berdebat.
“Aishh, … Dasar bocah sialan!” umpat Jamie dengan geramnya.
“Kalau kau tidak mau pergi kekantor sekarang ‘yah sudah aku pergi sendiri, Bye!” ujar Zein dengan gaya santainya, dia mengambil kunci mobil dan tas kerja. Kemudian berlalu begitu saja.
“Hay, kau harus menjelaskan tentang hubunganmu dengan Ayana terlebih dahulu sebelum kau pergi, Zein!” seru Jamie yang masih meminta penjelasan.
“Ayana? Jadi kalian berdua sudah dekat sekarang?” ujar Zein.
“Ahh, … Lupakan perkataanku yang barusan. Aku tidak ada waktu untuk menjelaskan itu sekarang! Aku pergi dulu ‘yah, Bye!” sambung Zein yang langsung pergi begitu melihat jam ditangannya.
Ayana dan Jamie pun hanya bisa menatap kepergian Zein, tanpa bisa menghentikannya. Mereka berdua bingung harus berbuat apa setelah Zein pergi.
Jamie hanya bisa mendengus kesal dengan kelakuan sahabatnya itu, sedangkan Ayana menjadi sedih karena sikap Zein masih saja tidak peduli tentangnya.
“Jangan sedih! Hari ini adalah hari terpenting untuknya, maka dari itu Zein pasti akan sangat sibuk di kantor.” Jamie mencoba untuk menghibur Ayana.
“Aku tidak sedih ‘kok, aku cuma merasa sedikit kehilangannya saja,” ucap Ayana dengan lirih.
Bersambung,.......
Ouhya, ... Siapa tahu ada tertarik mencari bacaan lain sambil menunggu Willea dan You are my anime update, author ada rekomendasi karya nih! Kisah bagus dan menarik, silahkan kunjungi yah!
Jangan lupa dukung karya ini juge dengan cara like, Favorit dan bijaklah dalam berkomentar yah!🤗🥰
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘
__ADS_1