
“Aku Ayana! Sudah aku bilang dari tadi, bukan?” ujar Ayana dengan wajah polosnya, sehingga sulit bagi Zein untuk tidak mempercayainya.
Sesaat Zein terdiam, dia berusaha mencerna semua yang terjadi. Namun, kepalanya malah terasa seperti akan meledak semakin dia memikirkannya.
Zein mengacak-acak rambutnya dengan frustasi, sedangkan Ayana hanya menatapnya dengan bingung.
“Aaakhh, … Ini sungguh membuatku gila!”
Zein pun berjalan masuk kedalam mobilnya sambil terus menggerutu. Zein langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan penuh meninggalkan Ayana begitu saja.
Ayana dengan wajah sedihnya terus memperhatikan mobil Zein yang semakin menjauh meninggalkannya.
Namun, kesedihan itu tidak berlangsung lama. Karena Ayana mempunyai ide yang lebih baik daripada bersedih, dia akan mengikutinya kemana pun Zein akan pergi.
“Benar juga, aku bisa mengikutinya kemana pun dia pergi dengan cara itu!” seru Ayana yang kembali menggunakan kekuatannya.
Kali ini, Ayana menggunakan kekuatan angin untuk menerbangkan tubuh mungilnya. Dengan mengerahkan sedikit kekuatannya, Ayana langsung saja meledsat keluar dari ruang parkir dan mencari keberadaan Mobil Zein yang sudah dia ingat dengan jelas.
“Woahhh, … Dunia ini sangat menakjubkan sekali! Semua orang bebas menggunakan kekuatannya tanpa perlu mengkhawatirkan apapun. Aku sangat suka dunia ini!” seru Ayana yang takjub dengan semua yang dilihatnya.
Gemerlap lampu kota, mobil dan kendaraan lain yang berlalu Lalang. Sebuah papan iklan yang berukuran sangat besar membuat Ayana sesaat melupakan tentang niatnya untuk mengikuti Zein.
Beruntung suara klakson truck container segera menyadarkan Ayana dari rasa takjubnya itu.
“Aahh, … Aku lupa kalau sekarang aku harus mengikuti orang itu. Dimana dia ‘yah? Apakah aku harus terbang lebih tinggi lagi untuk menemukannya?” ujar Ayana yang bertanya pada dirinya sendiri.
Sementara kedua matanya terus mencari keberadaan mobil Zein di antara begitu banyaknya mobil yang terus berlalu Lalang.
Hingga matanya menangkap sosok Zein yang baru saja keluar dari sebuah toko makanan cepat saji yang tidak jauh dari kantornya.
“Ketemu! Akhirnya aku menemukanmu,”
Ayana tersenyum senang begitu melihat wajah tampan Zein lagi, meski hanya dari kejauhan.
Namun, Zein kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Sehingga membuat Ayana harus mengeluarkan sedikit kekuatannya lagi bila ingin berhasil mengikutinya. Ayana terus mengikutinya, hingga Zein masuk ke sebuah kawasan apartement mewah.
Melihat mobil Zein yang memasuki basement, Ayana pun berhenti mengikutinya. Dia hanya kembali menatap Zein dari kejauhan dengan raut wajah sedihnya.
Ayana pun menyimpan kekuatannya kembali dan hanya berdiam diri menatap bangunan mewah yang menjulang tinggi ke langit itu.
“Dia takut padaku!”
__ADS_1
“Dia tidak mempercayai perkataanku!”
“Dan dia juga menginginkan diriku!
“Tapi aku tidak tahu apapun tentang dunia ini. Hanya dia orang pertama yang aku temui setelah berada disini. Apa yang harus aku lakukan sekarang?”
Ayana bergumam sendiri, dia teringat lagi betapa takutnya Zein saat pertama mereka bertemu. Dan bagaimana Zein meninggalkan dirinya begitu saja di sana.
Ayana sendiri juga bingung dirinya mau kemana, sebab dunia itu terasa sangat asing baginya. Sangat jauh berbeda dengan dunia yang selama ini dia tinggali.
Cukup lama Ayana menatap Gedung itu, hingga pada saat dia ingin pergi dari sana sebuah lampu disalah satu jendela yang berjejer menyala dengan terangnya.
Kemudian, sosok Zein kembali terlihat dari sana yang sepertinya baru memasuki apartement itu.
“Ternyata dia disana. Aku akan menemui sekarang juga!” ujar Ayana yang kembali bersemangat.
Seketika senyuman Ayana pun merekah dibibirnya, dia kembali menggunakan kekuatan dan langsung terbang menuju ke jendela di mana dia melihat Zein tadi.
Penglihatan Ayana memang tidak pernah salah, dibalik jendela kaca itu memang ada Zein yang mau memakai bajunya setelah dia selesai mandi.
Sementara itu, Zein masih merasa frustasi dengan apa yang baru saja di alaminya itu. Dia sudah melakukan berbagai macam cara agar pikirannya kembali fokus dan melupakan gadis yang mengaku keluar dari poster itu.
Namun, diantara banyak cara yang dia lakukan tidak ada satu pun yang berhasil mengalihkan pikirannya tentang gadis itu. Zein pun akhirnya memutuskan untuk mandi agar bisa sedikit merilekskan otaknya yang stress itu.
“Aaaaakhhh, ….”
Zein berteriak sekencang-kencangnya begitu menyadari keberadaan Ayana.
“Hay, ….”
Sementara, Ayana malah tersenyum sembari melambaikan tangannya pada Zein yang tengah merasa kerakutan setengah mati itu.
“Kau? Kenapa kau bisa tahu kalau aku tinggal disini, Hah?”
Dengan wajah paniknya, Zein bertanya pada Ayana dengan setengah berteriak. Namun, dia melupakan bahwa Apartementnya itu kedap suara.
Sehingga sudah jelas bahwa Ayana tidak akan mendengar apapun yang dikatakannya, meskipun Zein berteriak hingga hampir mati.
“Waahh, … Ternyata bukan wajahnya yang sangat tampan, tapi dia juga memiliki tubuh yang sangat bagus,”
Disaat yang bersamaan, Ayana malah memuji penampilan Zein yang masih belum memakai bajunya itu.
__ADS_1
Sehingga dada Zein yang bidang dan perut yang berotot itu menjadi pemandangan terindah yang di lihat oleh Ayana, setelah datang ke dunia itu.
Beruntung, burung Zein sudah terlindungi oleh handuk kecil yang melingkar di pinggangnya.
“Hay, kau mendengarkan aku atau tidak, Hah?”
Zein kembali berteriak, sesaat kemudian dia tersadar bahwa apartementnya kedap akan suara apapun.
“Ouh, … Benar juga, dia tidak mendengarkan aku yang dari tadi terus meneriakinya. Seluruh ruangan ini ‘kan sudah aku pasang alat kedap suara. Aish, … Bodoh sekali aku ini!” gumam Zein yang sedikit mengutuki kebodohannya sendiri.
“Tunggu dulu! Apa yang sedang dia lihat sampai matanya seperti itu?”
Kali ini, Zein juga menyadari bahwa cara menatap gadis itu terlihat berbeda dari sebelumnya. Kelihatan sedang menganggumi sesuatu dan juga terlihat sangat menginginkannya. Perlahan, Zein menatap tubuhnya sendiri.
Betapa terkejutnya Zein, begitu menyadari bahwa sejak tadi gadis itu sedang menatap tubuhnya yang hampir telanjang sepenuhnya. Maka terjawab sudah rasa penasarannya yang tadi dia rasakan.
Detik berikutnya Zein kembali berteriak, “Dasar penguntit kecil! Apa yang sedang kau lihat dari tadi, Hah?”
“Aishh,…”
Dengan cepat, Zein langsung menutup jendela kamarnya dan segera mengenakan pakaiannya. Bukan hanya perasaan kesal dan marah yang Zein rasakan pada saat itu, tetapi perasaan malu yang lebih mendominasi perasaan yang dia rasakan saat itu.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
__ADS_1
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘