
“Dasar gadis sombong! Baiklah, Ayo kita lihat seberapa besar kemampuanmu itu,” ujar pria itu yang tidak lain adalah Zuko.
Dia merasa nagat marah karena di remehkan oleh seorang gadis yang dia awal pertemuan mereka terlihat begitu rapuh dan lemah, tetapi memang tidak dapat di pungkiri olehnya kalau Ayana memiliki aura kekuatan yang begitu kuat di dalam tubuhnya.
Zuko pun mulai menyerang Ayana dengan kekuatan apinya yang terlihat begitu gelap dan juga terlihat sangat mematikan. Ayana pun tidak tinggal diam saja, dia langsung menghindar dan menyerang secara bersamaan.
Adu kekuatan magis pun tidak dapat terelakan di antara keduanya, hingga bangunan tua itu terlihat tidak mampu menahan kedua kekuatan yang saling bertubrukan itu.
Cade yang sedari tadi hanya menyaksikan, akhirnya ikut turun tangan dan membuat batas pelindung agar bangun itu bisa bertahan lebih lama lagi.
Sebab dia ingin memastikan sampai sejauh mana kekuatan yang berda di dalam diri Ayana. Sementara, Zuko yang bertugas menyulut Ayana agar mengeluarkan semua kekuatannya.
Rencana mereka pun berhasil, awalnya Ayana yang hanya menunjukkan kekuatan anginnya dan berusaha untuk menghindari setiap serangan Zuko. Akhirnya mengeluarkan kekuatan air, tanah dan anginnya secara bersamaan.
“Woah, … Ternyata kekuatan dari gadis yang terlihat lemah itu sangatb luar biasa. Tapi itu belum cukup, karena gadis itu masih menyimpan banyak kekuatan lagi di dalam dirinya,” gumam Cade yang takjub melihat kekuatan yang di miliki Ayana.
“Zuko, kau harus berusaha lebih keras lagi agar membuat gadis itu lebih mengamuk dari ini,” lanjut Cade yang mengirimkan telepati pada Zuko melalui pikiran mereka.
“Sialan, diam ‘lah kau di sana! Kau tidak lihat bagaimana aku sedang terus menacing kekuatannya di sini!” seru Zuko yang membalas pesan telepati pada Cade.
“Hahahaa, … Mudah saja membuatnya mengeluarkan semua kekuatan yang tengah gadis itu simpan. Kau penasaran caranya?” ujar Cade yang malah menggoda Zuko yang tengah fokus melawan Ayana.
“Apa? Cepat katakan!” seru Zuko dengan kesal.
“Gunakan pria itu! Pria yang bernama Zein,” ujar Cade yang menyadari bahwa Ayana sepertinya menaruh hati pada pria yang mengaku sebagai kekasihnya.
Benar, Zuko teringat dengan tatapan Ayana kepada pria yang bernama Zein itu. Jika ingin memastikan seberapa kekuatan yang di miliki oleh Ayana, maka dia harus membuat amarah Ayana meluap hingga sampai batasnya.
Dengan begitu, Ayan akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang Zuko.
“Hay, pria itu! Pria yang bernama Zeinder Marcellino, bolehkah aku menjadikan bahan percobaan jika kau tidak mau menyerahkan kekuatanmu itu!” seru Zuko yang memulai mengatakan sesuatu yang dapat memancing amarah Ayana.
“Sudah aku akan katakan, ambil ‘lah sendiri jika kau memang menginginkan kekuatanku ini! Jangan libatkan orang lain seperti pengecut,” ujar Ayana.
Bukannya Zuko yang berhasil membuat Ayana marah, tetapi malah sebaliknya. Seumur hidupnya, Zuko tidak pernah di permalukan sampai seperti itu. Apalagi oleh seorang wanita yang terlihat sangat lemah seperti Ayana.
__ADS_1
“Beraninya mahluk lemah sepertimu meremehkan diriku! Baiklah, hari ini akan menjadi hari terakhirmu di muka bumi ini. Matilah, wanita sialan!”
Zuko pun menyerang Ayana dengan kekuatan penuhnya secara membabi buta, kobaran api yang berwarna biru kehitaman terus Zuko tunjukkan ke arah Ayana.
Hal itu membuat Cade harus lebih memperkuat batas pelindungannya agar bangun tua itu tidak cepat runtuh akibat benturan kekuatan yang cukup besar dari kekuatan Zuko dan Ayana.
Sebab Ayana tidak mau membiarkan pria itu menjadi ancaman untuk keselamatan Zein kedepannya.
Karena itulah, Ayana melawan pria itu dengan sepenuh kemampuannya. Melihat pria itu yang mengeluarkjan segenap kekuatannya, Ayana pun menggunakan kesempatan itu untuk menghabisinya dengan kekuatan yang selama ini di sembunyikan.
“Aku mempertaruhkan kesempatan ini untuk menyelamatkanmu, Zein!” batin Ayana yang memulai mengeluarkan seluruh kekuatan elemennya sekaligus tanpa pria itu sadari.
“Sial, gadis itu sepertinya ingin membunuh Zuko!”
Namun, Cade langsung menyadari tujuan dari serangan tiba-tiba yang akan Ayana lancarkan itu. Sontak saja, Cade langsung menyerang Ayana dengan telak.
Akibat serangan tidak terduga dari Cade, Ayana mengalami luka dalam yang cukup serius. Sementara bangunan tua itu mulai runtuh, karena kekuatan pembatasnya yang tadi dilakukan oleh Cade seketika menghilang.
“Aakhh, … Mreka benar-benar sangat pengecut.. aku tidak menyangka ada yang bersembunyi dari tadi di sini!” gumam Ayana sembari memegangi dadanya yang terasa, dia bahkan samapi muntah darah akibat serangan itu.
“Sial, dia berhasil melarikan diri,” umpat Cade yang sebenarnya mau menangkap paksa Ayana. Apalagi melihatnya terluka cukup parah seperti itu.
“Sial, kenapa kau ikut campur pertarunganku dengannya, Hah!” seru Zuko yang sangat marah karena Cade ikut campur dan bersikap layaknya pengecut dengan menyerang Ayana secara tiba-tiba.
“Hay, kau tadi hampir saja mati ditempat oleh serangan yang sedang dia kumpulkan. Seharusnya kau berterima kasih padaku, bukannya marah-marah tidak jelas,” ujar Cade yang juga kesal terhadap sikap Cade.
“Apa maksudmu sebenarnya?” ujar Zuko yang sama sekali tidak menyadari bahwa Ayana menyiapkan serangan yang cukup mematikan saat pertarungan itu berlangsung.
“Apa kau benar-benar tidak menyadarinya tadi?” Cade bertanya memastikan.
“Tidak sama sekali,” jawab Zuko dengan jujur.
“Sudahlah yang terpenting kita sudah mengetahui takar kekuatannya. Melihat betapa percaya dirinya tadi, sudah dapat di pastikan bahwa kita tidak bisa melawannya secara langsung seperti barusan. Kita harus mendapatkan sampel darahnya agar bisa menciptakan senjata yang bisa mengalahkannya.“
Bukannya menjelaskan yang yang dipertanyakan oleh Zuko, Cade malah menyarankan untuk tidak melakukan cara ini lagi kedepannya.
__ADS_1
“Hay, bukan itu yang kutanyakan kau tahu persis, bukan?” ujar Zuko dengan kesal.
“Sudahlah, lebih baik kita pulang sekarang! Aku jelaskan nanti sambil minum the dan mekan camilan. Tempat ini tidak cocok untuk itu!” sahut Cade yang langsung melesat pergi dari sana.
Mau tidak mau Zuko pun harus mengikutinya, karena bangunan tua itu memang sudah tidak terbentuk lagi.
Sementara itu, Ayana berjalan menyusuri jalan dengan langkah tertatih, akibat lukanya itu. Hingga tiba di sebuah pemukiman yang cukup ramai orang berlalu Lalang disana, tapi tidak ada satu orang pun yang berniat untuk membantunya.
Ayana terus berjalan sambil menahan sakit di dadanya, hingga dia hampir tidak sadarkan diri seorang pria langsung menangkap tubuhnya.
“Ayana! Apa yang terjadi denganmu?” tanya pria itu yang terlihat buram di mata Ayana.
“To-to-tolong, ….” ucap Ayana di sisa kesadaran dirinya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1