
Zein benar-benar membuktikan ucapannya, dimana dia menggunakan semua uang yang dia miliki untuk menyewa banyak pengawal. Begitu juga dengan Jamie dan Ailee yang ingin ikut membantu, tetapi Zein menolaknya.
Bahkan perusahaan yang dia rintis dari nol dia biarkan begitu saja dan lebih mengutamakan kasus pembunuh berantai dan penculikan yang belum kunjung menemukan titik terang.
Seperti yang Ayana perintahkan, sebagian dari pengawal yang berhasil Zein sewa mereka perintahkan untuk mencari keberadaan sebuah rumah tua atau Gedung yang berdiri di tengah hutan ataupun tempat-tempat yang di anggap jarang di kunjungi manusia biasa.
...****************...
Sudah tiga hari lamanya, akan tetapi mereka tidak kunjung mendapatkan informasi apapun. Begitu juga dengan pria berjubah itu yang seolah menghilang begitu saja, karena tidak terjadi pembunuhan berantai seperti sebelumnya.
Namun pada kenyataannya, Zuko dan Cade bukan berhenti untuk menemukan sisa persembahan ritual yang di butuhkan. Hanya saja keduanya kesulitan menemukan kriteria yang dia butuhkan untuk ritual persembahan yang akan segera mereka lakukan.
“Bagaimana? Apa kau menemukannya?” tanya Zuko begitu melihat adiknya kembali dari perburuannya.
“Tidak sama sekali! Akan tetapi, aku menemukan tiga calon bayi yang cocok untuk kita gunakan untuk persembahannya, hanya tersisa menemukan wadah yang tepat untuk menyimpan kekuatan dahsyat itu untuk sementara,” terang Cade sembari mendudukkan tubuhnya di sofa empuk yang ada di sana.
“Berapa lama lagi waktu yang tersisa saat gerhana bulan merah itu di mulai?” tanya Cade memastikan batas waktu yang mereka miliki untuk menemukan wadah persembahannya yang masih berusaha mereka cari.
“Satu hari lagi! Besok malam gerhana bulan merah itu akan muncul, jadi hari ini kita harus menemukannya. Apapun yang terjadi kita harus mendapatkannya,” jawab Zuko dengan raut wajah seriusnya.
Setelah mengatakan itu, Zuko mulai beranjak dari tempat duduknya dan bersiap untuk pergi. Cade yang melihatnya langsung saja ikut beranjak dan mulai mengikutinya. Zuko tidak peduli lagi,dia sudah hampir kehabisan waktu untuk segala persiapannya karena Cade yang bersikap terlalu santai.
“Kau mau kemana?” Pertanyaan Cade tidak berhasil membuat Zuko menghentikan langkah kakinya.
“Mendapatkan wadah yang sesuai, sebelum gerhana itu di mulai!” jawab Zuko yang terus berlalu pergi begitu saja dengan melakukan teleportasi.
__ADS_1
Tampak Cade hanya menghela napas panjang akan sikap saudaranya. Namun karena tidak ingin di anggap terlalu bersantai, Cade pun memutuskan untuk kembali memastikan tempat ritual itu akan di laksanakan.
...****************...
Sementara Zein dan Ayana di temani oleh Jamie serta Ailee, mereka berempat memutuskan untuk kembali ke apartemen Zein untuk mengambil beberapa barang yang perlu mereka ambil.
Sebab sepertinya mereka akan cukup lama menumpang hidup di rumah Ailee yang di anggap aman. Setidaknya sampai pembunuh berantai dan penculik itu berhasil mereka tangkap.
“Ay, apakah kau hanya ingin membawa pakaian ini saja! Sebaiknya bawa lebih banyak saja, siapa tahu kita akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menangkap para bajingan itu,” ujar Ailee yang kini tengah membantu Ayana mengemasi barang-barang milik Ayana.
“Tidak, sepertinya ini sudah cukup!” balas Ayana yang merasa bahwa sebentar lagi dia bisa menangkap para pembunuh itu.
“Apa kau yakin?” tanya Ailee kembali memastikan.
“Aku sangat yakin, Ailee! Sudahlah, sepertinya Zein dan Jami sudah menunggu kita terlalu lama,” jawab Ayana sembari mengalihkan topik pembicaraan.
Terlihat Zein dan Jamie yang memang tengah menunggunya sambil menelpon seseorang. Nada bicaranya terdengar sangat serius, sehingga baik Ayana maupun Ailee tidak mau mengganggunya dan lebih memilih untuk menunggu sampai keduanya selesai bicara di telepon.
“Ouh, … Kalian sudah selesai membereskan barangnya?” tanya Jamie yang pertama kali menyadari bahwa Ayana dan Ailee sudah selesai dengan urusan mereka.
Alhasil, Zein pun ikut berbalik badan menatap kekasihnya dan tak lama kemudian dia juga menyudahi urusan di teleponnya. Zein langsung menghampiri Ayana dan memeluknya, Ailee pun tidak mau kalah dan segera menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Jamie.
“Emm, … Kau tadi bicara dengan siapa?” tanya Ailee dengan nada posesifnya.
“Para pengawal yang kita sewa, mereka masih belum bisa menemukan tempat persembunyian para bajingan itu,” jelas Jamie.
__ADS_1
“Sudah pasti mereka akan menggunakan sihir agar tidak terlihat oleh manusia biasa,” ujar Ayana memberitahukan alasannya.
“Sudah, jangan bicarakan mereka lagi! Sebaiknya kita kembali sekarang dan bicarakan di rumah saja,” sela Zein menyudahi pembicaraan sensitive tersebut karena merasa apartemennya sudah snagat tidak nyaman.
Ayana pun merasakan hal yang sama, sehingga dia tidak menolak ketika Zein membawanya keluar dari apartemen mereka. Jamie dan Ailee pun segera menyusul, kedua koper itu sudah di ambil alih oleh Zein dan Jamie sambil memeluk pasangannya masing-masing.
Siapa sangka kepergian mereka terus di perhatikan oleh seseorang dari kejauhan. Siapa lagi kalau bukan Zuko, dia yang awalnya hanya berniat untuk mengambil sesuatu di apartemennya malah mendapatkan sebuah kebetulan atau peluang emas menemukan seseorang yang bisa dia jadikan wadah persembahan yang dia cari.
“Kebetulan ini sungguh menarik! Siapa sangka peluang emas berada tepat di depan mataku. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui,” gumam Zuko disertai seringainya.
“Selain mendapatkan wadah yang sangat cocok untuk menyimpan kekuatan itu sementara, aku juga tidak perlu memikirkan cara untuk memaksa gadis itu datang. Dia akan melangkahkan kakinya sendiri datang ke tempat ritual untuk menyelamatkan wanita itu,” sambungnya yang menatap puas akan temuannya itu.
“Hahahaa, … Andai saja, malam itu aku berhasil mencabut jantung kedua pria itu! Maka semuanya akan lebih semakin menarik,” imbuhnya.
“Ayana, aku akan pastikan kau akan bertekuk lutut padaku ketika gerhana bulan merah berada di puncaknya! Kau hanya akan menjadi butiran abu dan di lupakan oleh semua orang. Kau juga akan kehilangan orang yang paling kau sayangi di dunia, karena aku akan membunuh mereka semua tanpa tersisa sedikitpun.”
Zuko benar-benar menaruh dendam pada Ayana, sebab sudah dua kali di kalahkan oleh Ayana dalam setiap pertarungan mereka.
Bagaimana Zuko tidak merasa senang ketika melihat tubuh Ailee yang kini memiliki sebuah janin yang masih berukuran sebiji kacang kedelai. Namun memiliki energi yang bisa menampung kekuatan Ayana untuk sementara ketika pemindahan itu berlangsung.
Ya, benar! Sepertinya Ayana kini tengah mengandung anak Jamie. Akan tetapi, baik Ailee belum menyadari akan keberadaan janin di tubuhnya.
Namun sikapnya belakangan ini yang selalu berubah-ubah, sangat posesif dan manja sudah seperti layaknya wanita hamil dan Zuko memastikannya sendiri.
Bersambung, .....
__ADS_1