You Are My Anime

You Are My Anime
20. Tidur bersama!


__ADS_3

Ailee kembali menyatukan bibirnya pada bibir Jamie. Kali Jamie membalasnya dengan lembut, mereka terus berciuman hingga tanpa sadar mereka sudah berbaring di ranjang dengan Jamie yang berada di atas tubuh Ailee.


Pada saat Ailee akan membuka kancing celana yang di kenakan Jamie, tangan Jamie pun segera menghentikannya.


Terjadi saling menatap antara Jamie dan Ailee, terdengar nafas mereka seakan tengah kehabisan nafas akibat ciuman tadi.


“Tidak, Ailee! Aku tidak mau melakukannya seperti ini, apalagi denganmu,” ujar Jamie dengan tatapan yang tidak lepas dari mata Ailee.


“Kenapa? Apakah aku benar-benar sangat menjijikkan di matamu?”


Dengan mata yang berlinang airmata, Ailee ingin mendengar alasannya langsung darii Jamie.


“Tidak, bukan karena itu! Aku hanya tidak ingin merusak diirimu seperti ini. Jika suatu hari nanti kau menikah, entah itu denganku atau orang lain. Aku ingin suamimu kelak yang akan mendapatkan dirimu untuk pertama kalinya.”


Jamie menjelaskan alasannya dan dia berharap Ailee akan mengerti maksud perkataannya. Sehingga wanita itu tidak berpikir macam-macam mengenai alasannya.


Terlihat airmata Ailee berhenti mengalir, itu artinya dia mengerti apa yang Jamie coba jelaskan tadi.


“Gadis yang baik! Sekarang tidurlah, aku akan menemanimu malam ini. Kita saling berpelukkan saja. Okay?” ujar Jamie yang langsung membaringkan tubuhnya di samping Ailee.


Dengan cepat Ailee pun langsung mendekap didalam pelukkan Jamie. Deru nafas Ailee terasa mulai teratur, sepertinya gadis itu sudah terlelap didalam alam mimpinya.


Sementara Jamie, tidak bisa memejamkan matanya sama sekali karena terus memikirkan kejadian tadi.


“Apakah setelah kejadian ini, besok aku bisa bersikap biasa saj terhadapmu, Ailee! Kenapa kau harus meruntuhkan pertahanku selama ini? Aku tidak takut hubungan lebih dari sekadar teman ini, tapi aku takut kau akan meninggalkan diriku jika hubungan kita ini tidak berhasil? Apakah kau pernah berpikir tentang ketakutanku ini?” ujar Jamie dengan suara lirihnya agar tidak membangunkan Ailee.


Di apartemen Zein, ….


Ayana yang menyadari kemarahan Zein, akhirnya memutuskan untuk menjaga jarak sementara waktu.


Sedangkan Zein yang baru saja selesai mandi merasa sedikit aneh karena gadis pengacau itu begitu tenang setelah mendapat bentakkan darinya.


Karena merasa penasaran, Zein pun keluar dari kamarnya. Pemandangan yang dia lihat pertama kali adalah ruang tamunya hancur berantakkan. Kemudian, bola matanya menangkap sosok Ayana yang tengah tertidur di atas sofa.


“Ternyata ruangan ini terasa tenang, karena dia sudah tertidur lagi. Baguslah kalau begitu, aku tidak perlu khawatir lagi,” gumam Zein yang tersenyum tipis saat menatap Ayana.


Setelah itu, Zein pun kembali kedalam kamarnya. Tidak lama kemudian, dia keluar lagi dengan membawa sebuah selimut yang cukup tebal.


Lalu menyelimuti seluruh tubuh Ayana, sebelum kembali ke kamarnya Zein mengelus lembut rambut Ayana dan berkata, “Selamat tidur, pengacau kecil! Semoga mimpi indah.”

__ADS_1


Begitu Zein kembali kedalam kamarnya, Ayana pun seketika membuka kedua matanya dengan lebar.


Ayana tersenyum karena mengira Zein sudah tidak merasa marah lagi kepadanya. Dengan langkah perlahan, Ayana berjalan menuju ke kamar Zein.


“Sepertinya Zein sudah tidak marah lagi denganku. Jadi, aku sudah boleh tidur bersamanya ‘dong!” gumam Ayana yang hanya memikirkannya saja sudah merasa sangat bahagia.


Sebelum masuk, Ayana memastikan apakah Zein tertidur atau belum. Serasa sudah aman, Ayana pun langsung ke kamar itu.


Lagi-lagi Ayana harus memastikan kalau Zein benar-benar sudah terlelap di alam mimpi agar dia bisa menyusup dibawah selimutnya.


“Sepertinya Zein sudah terlelap. Kalau begitu selamat tidur, pangeran tampanku! Semoga mimpi indah.”


Ucapan yang tadi Zein berikan pada Ayana dikembalikan lagi padanya, tapi Ayana tidak mengelus rambut Zein melainkan mengecup bibirnya sekilas.


Ayana kemudian ikut terlelap sembari memeluk tubuh Zein dan menjadikan lengan kanan Zein sebagai bantalnya.


...****************...


Keesokan paginya, mentari bersinar dnegn cerahnya. Sehingga cahayanya masuk melalui celah jendela kaca yang ada di kamar salah satu apartemen mewah.


Zein mulai mengedipkan kedua matanya, karena terpaan dari sinar sang mentari.


Namun tidak lama kemudian, Zein menyadari kalau lengan kanannya terasa kram dan juga sangat berat.


“AYANAAAAAAAA, ….” teriak Zein yang kembali membuat kehebohan di pagi hari .


Dengan cepat Zein menarik tangan kanan dan menarik selimut untuk menutupi bagian depan tubuhnya.


Padahal tanpa perlu ditutupi, di sebenarnya sudah memakai baju tidur dengan lengan yang panjang dan juga tidak ada kejadian apapun di antara mereka berdua semalam.


“Zein, kau sudah bangun? Selamat pagi, Zein. Hoamm, ….” ucap Ayana yang akhirnya harus ikut terbangun karena kehebohan Zein.


“Selamat pagi, nenekmu! Kenapa kau berada disini, hah? Kenapa kau berada didalam kamarku? Dan kenapa kau memelukku, Hah?”


Zein langsung mencecar Ayana dengan berbagai pertanyaan. Sungguh kelakuan Zein sudah seperti seorang perjaka yang telah kehilangan kesuciannya saja.


Sementara Ayana terus bersikap tenang dan masih tetapi dengan wajah polos tidak bersalahnya.


“Tunggu, bukankah semalam kau sudah tidur di sofa tapi kenapa pagi ini kau berada disini? Dikamarku?” lanjut Zein yang ingat dengan jelas kalau Ayana sudah tidur di sofa saat dia mengeceknya semalam.

__ADS_1


“Aku tidak bisa tidur di sana, makanya aku pindah ke sini lagi. Apa Zein marah lagi kepadaku?”


Ayana menjelaskan dengan raut wajah sedihnya sembari menundukkan kepalanya. Sehingga membuat Zein tidak tega memarahinya ataupun membentaknya lagi seperti semalam yang tersisa dia hanya merasa frustasi dengan dirinya sendiri.


“Haah, … Sudahlah lupakan saja,” sahut Zein yang tidak mau meributkan lagi soal itu.


“Ouh, … Kau bisa saja tidur disampingku tapi kenapa kau malah memelukku?” tanya Zein yang masih mempersalahkan tubuhnya terus di sentuh oleh Ayana.


“Bukankah Zein juga memelukku? Bahkan Zein yang memelukku duluan?” ujar Ayana dengan wajah polosnya, sehingga membuat Zein tidak dapat berkata apapun lagi.


“Be-benarkah? Aku tidak ingat soal itu,” gumam Zein yang sebenarnya merasa malu sendiri dengan kebodohannya itu.


“Lalu kenapa kau menjadikan lenganku sebagai bantalan. Bahkan kramnya samapi sekarang masih terasa di lenganku,” ujar Zein lagi.


“Soal itu aku juga tidak ingat. Kenapa lenganmu ada dibawah kepalaku ‘yah?” ujar Ayana lagi yang tidak pandai berbohong.


“Kau pasti sengaja, bukan? Menjadikan lenganku yang berharga ini sebagai bantalan tidurmu. Dasar kau ini sudah di kasih hati mintanya jantung!”


Zein dengan mudahnya menyadari kebohongan Ayana, karena Zein tahu persis karakter buatannya itu.


Ayana pun hanya menanggapinya dengan senyumannya berharap Zein tidak marah lagi atas perbuatannya itu.


Bersambung,.......


...****************...


Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗


Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍


Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰


Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.


Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓


Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!

__ADS_1


Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!


Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘


__ADS_2