
Disisi lain, Jamie juga mengalami hal yang hampir sama dengan Zein. Meskipun Jamie sebelumnya menolak dengan keras untuk membantu Ailee. Pada akhirnya dia sendirian yang membantu Ailee untuk kembali pulang kerumahnya.
Ternyata keadaan mabuk Ailee lebih parah dari Ayana. Jamie bahkan kesulitan untuk mambawa wanita itu menuju ke mobilnya. Layaknya anak kecil yang tidak mau pulang, karena sedang asyik bermain.
Menangis dan mengguling-gulingkan tubuhnya kelantai tepat didepan restaurant, itulah yang dilakukan Ailee saat Jamie berniat membawanya pulang kembali kerumahnya.
“Aku tidak mau pulang! Aku masih mau minum lagi, Jamie. Aku tidak mau pulang, Hikss, … Hikss, ….” Ailee terus menangis layaknya anak kecil yang tengah merajuk pada papahnya.
“Ailee, kau harus segera pulang! Kau tidak boleh bersikap seperti anak kecil begini,” ujar Jamie dengan geramnya melihat kelakuan Ailee yang sangat bertolak belakang dengan Ailee yang selalu dia temui saat di salon.
“Aku masih mau minum dan bermain,”
Ailee terus saja merengek agar Jamie tidak membawanya pulang.
“Maaf, Ailee!aku terpaksa melakukan ini dari pada kau mempermalukan dirimu sendiri disini,” ucap Jamie.
Setelah itu, dia langsung mengangkat tubuh Ailee ke atas pundaknya dan membawa paksa Ailee untuk segera masuk kedalam mobil seperti sedang membawa karung goni berisi beras saja.
Bukan Ailee namanya kalau tidak menimbulkan masalah, dia pun mencoba memberontak dan meminta diturunkan.
Mulai dari memukul, menjambak rambut dan bahkan menggigit tangan Jamie. Semua Ailee lakukan dibawah pengaruh alcohol yang dia minum saat bersama dengan Ayana tadi.
Dengan dipenuhi amarah dan frustasi, akhirnya Jamie berhasil mengemudikan mobilnya sampai di halaman rumah Ailee.
Sejenak Jamie berdiam diri masih didalam mobilnya, mencoba menghirup banyak udara segar agar dia bisa membawa Ailee sampai didalam rumah itu dengan jiwa dan raganya yang masih selamat.
“Hay, Ailee! Cepat bangun, kita sudah sampai di depan rumahmu.”
Jamie mencoba membangunkan Ailee. Namun, percuma wanita itu tidak bergerak sedikitpun. Sehingga terpaksa Jamie harus kembali turun tangan lagi untuk memindahkan gadis itu ddari mobilnya ke dalam rumah Ailee.
Akan tetapi, disaat Jamie sedang membantu Ailee turun dari mobilnya. Tiba-tiba Ailee terbangun dan memuntahkan semua isi perutnya tepat di tubuh Jamie.
“Huwk, … huwkk, … Howekk, … Howekk,… ”
“Aaah, … Sekarang jauh lebih lega,” ujar Ailee yang malah menunjukkan senyuman manisnya, setelah muntah ditubuh Jamie.
“Astaga, AILEEEEEE, ….” teriak Jamie yang telah mencapai batas kesabarannya dalam menghadapi Ailee.
“Ouh, … Jamie! Kenapa wajahmu ada satu, … Dua, … Waahhh, … Wajah tampanmu ada lima!” seru Ailee yang masih sangat mabuk, meskipun sudah muntah tadi.
__ADS_1
“Hnggghh, … Rasanya ingin aku telan saja kau hidup-hidup, Ailee!” geram Jamie yang ingin sekali memukul Ailee agar cepat sadar, tapi Jamie tidak setega itu untuk melakukannya.
Pada akhirnya Jamie mengurus Ailee sampai masuk kedalam rumahnya. Beruntung, Ailee pernah memberitahukan kata sandi rumahnya, sehingga Jamie tidak kesulitan untuk membawa masuk Ailee kedalam.
Begitu masuk, Jamie pun membaringkan tubuh Ailee didalam kamar. Sementara dia meminjam kamar mandi untuk membersihkan bajunya yang terkena banyak muntahan dari Ailee tadi.
Disaat Jamie sedang sibuk membersihkan bajunya, Ailee pun mulai bangun lagi.
Dengan langkah yang masih sempoyongan Ailee masuk kedalam kamar mandi dan menghampiri Jamie di sana. Jamie pun bingung sekaligus terkejut melihat keberadaan Ailee di sana.
“Ada apa? Apa kau mau menggunakan kamar mandi ini? Kalau begitu aku pinjam kamar mandi yang ada di dapur untuk membersihkan akibat ulahmu ini,” ujar Jamie yang berniat untuk keluar dari kamar mandi itu sembari dengan membawa bajunya yang belum selesai dia bersihkan itu.
“Jamie, jangan pergi!” pinta Ailee dengan raut wajah memelas, sementara tangannya menggenggam tangan Jamie dengan erat.
“Hah?”
Jamie pun merasa bingung dengan permintaan Ailee dan juga tatapan yang tidak biasa itu kepadanya.
“Hay, lepaskan tanganku, Ailee! Aku harus pergi sekarang!” ujar Jamie yang merasa tidak nyaman dengan situasi mereka sekarang.
“Jamie, kau sebenarnya tahu ‘kan perasaanku selama ini padamu?” tanya Ailee dengan tatapan mata yang sudah berkaca-kaca.
Jamie pun menjadi buat salah tingkah dengan pertanyaan Ailee. Sebab sejak awal Jamie tahu kalau sebenarnya Ailee menaruh hati padanya sejak lama.
Tapi Jamie selalu berpura-pura tidak tahu dan bersikap biasa seperti layaknya kepada temannya agar persahabatan mereka tetap terjaga.
“Jamie, aku menyukaimu bahkan sekarang aku sangat mencintaimu.”
Ailee akhirnya mengungkapkan perasaannya yang selama ini dia pendam seorang diri.
“Ailee, jangan bercanda! Ini tidak lucu tahu, sepertinya kau masih mabuk. Sebaiknya, _....”
“Aku tidak mabuk, Jamie!” seru Ailee yang langsung membantah perkataan Jamie yang hanya ingin mengalihkan perhatiannya.
“A-aku sungguh mencintaimu sudah sejak lama aku memendam perasaan ini seseorang diri. Tapi sekarang tidak lagi, Hiks, ….” Sambung Ailee dengan air mata yang mulai berjatuhan, Jamie hanya terdiam menatap lekat wajah cantik Ailee yang tengah menangis itu.
“Selama ini aku bisa menahannya, perasaanku dan juga hatiku. Namun, tidak dengan hari!” seru Ailee.
“Saat kau datang bersama dengan Ayana, hatiku terasa sangat sakit tapi begitu kau menjelaskan bahwa dia kekasih Zein. Kau tahu, … betapa leganya aku mendengar itu darimu! Tidak bisakah kau menerima perasaanku sekarang, Jamie?” pinta Ailee dengan raut wajah memohon.
__ADS_1
Jamie pun terpaku mendengar Ailee mengatakan perasaannya dengan jujur kepadanya. Melihat Jamie yang diam saja, perlahan Ailee pun mendekatkan wajahnya pada Jamie dan perlahan mulai merasakan betapa manisnya bibir Jamie yang selama ini dia idamkan dalam angan dan mimpinya.
Jamie pun semakin terpaku melihat keberanian Ailee yang langsung menciumnya begitu saja.
Sesaat Jamie ikut terhayut dalam perasaan Ailee, tetapi kemudian dia tersadar bahwa dia melewati batas ini maka persahabatan mereka akan dipertaruhkan dalam hubungan yang tidak pasti itu.
Jamie pun mencoba menjaga jarak dengan berkata, “Ailee, kita hentikan sampai disini. Aku akan berpura-pura tidak mendengar apapun darimu hari ini. Jadi, kita hentikan sekarang!”
“Kalau begitu lupakan soal ini juga. Karena malam ini, aku tidak akan berhenti dan bisakah kau membalas perasaanku juga walaupun hanya untuk malam ini? Jika itu yang kau mau, aku akan melupakannya,” ujar Ailee yang membuat Jamie serasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
“Ailee, …”
Jamie menatap lekat mata wanita itu, mencoba mencari sebuah kebohongan melalui matanya tapi dia tidak menemukan kebohongan apapun melainkan ketulusan dan cinta yang begitu dalam yang mencoba wanita itu tunjukkan kepadanya.
Note : Hay, Teman-teman maaf 'yah kemarin enggak bisa Up selama dua hari. Soalnya di tempatku sedang ada hajatan.🙏🙏🙏😓
Ouhya, ini ilustrasi dari Ailee 'yah!
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru antara Zein si Ceo tampan dengan tokoh animasi ciptaannya yang berubah menjadi manusia. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
__ADS_1
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘