
Perempuan itu benar-benar tidak pantang menyerah, beberapa kali Ikmal menolaknya tapi dengan penuh kepercayaan diri dia masih saja berusaha mendekatinya.
Pernah dia sampai menangis saat Ikmal memarahinya agar dia tidak berharap lagi kepadanya, tapi itu tidak membuat Ikmal jadi merasa bersalah, Ikmal jadi teringat kepada Airin yang awalnya terlihat seperti benar-benar tulus mengejarnya, tapi setelah tau kalau Ikmal jatuh miskin dia malah berselingkuh dengan laki-laki lain. Ikmal tidak akan pernah terpengaruh lagi dengan tipe-tipe perempuan seperti itu.
Ikmal mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, memikirkan nasib percintaannya yang sama sekali kurang beruntung. Sampai kapan dia akan terus berharap dengan cinta yang semu ini, pasti dia terlihat seperti orang yang paling menyedihkan dimata Peira dan Fajar.
Apalagi sebentar lagi mereka akan segera menikah, apa iya saat itu datang nanti Ikmal akan menangis dipojokkan sambil memeluk lututnya, Ikmal juga tidak ingin itu sampai terjadi, diapun ingin mendapat kebahagiaan sendiri tanpa mengusik kebahagiaan orang lain.
Hanya saja kebahagiaan itu seperti enggan menghampirinya, hatinya sulit terbuka untuk perempuan lain, takut jika pasangannya nanti tidak sesetia Peira kepada Fajar, yang akan meninggalkannya saat dia terpuruk dan tidak memiliki apa-apa.
"Mal, daripada bengong mendingan loe ajak Gio main nih, gue mau dinner sama paksu (pak suami)." Velisa menyerahkan Gio kearah Ikmal, terlihat kakaknya sudah rapi dengan balutan dress hitam.
"Kenapa nggak dibawa aja sekalian?" Menolak secara halus, sedikit kesal karena acara galau-galauannya diganggu Velisa.
"Ini udah malam, nanti takut masuk angin Gionya." Jawab Velisa, Ikmal tidak menjawab.
"Ya udah, mama pergi dulu ya sayang, kamu main sama om Ikmal, papa udah nunggu mama diluar. Daaa." Velisa berjongkok untuk mencium Gio lalu pergi sambil melambaikan tangan.
"Daa mama, pulangnya jangan lupa bawa oleh-oleh yaa." Gio membalas lambaian tangan Velisa, dari kecil bocah itu memang sering ditinggal Velisa berkerja, hingga sampai sekarang dia sudah terbiasa ditinggal pergi orangtuanya.
Ikmal kembali terbang ke alam khayalannya, merangkai kembali kata-kata galau didalam benaknya, bersajak lagi tentang perempuan yang dia cintai tapi tidak bisa dia miliki. Menopang dagu diatas meja, mengabaikan Gio yang merengek minta ditemani main.
Acara melamunnya seketika ambyar, konsentrasinya pecah saat Gio menarik-narik kaosnya.
"Om, ayo dong kita main!" Gio terus merengek.
"Gio main sendiri ya, om lagi galau memikirkan cewe orang." Ikmal malah curhat pada bocah yang tidak mengerti apa-apa.
"Ayo dong om. Ayo, nanti Gio aduin kemama kalau om nggak mau main sama Gio, biar nanti mama cariin Gio om baru yang bisa diajak main."
Ikmal terkekeh geli mendengar perkataan bocah kecil di hadapannya itu, dapat dari mana coba dia kalimat ancaman seperti itu, pasti Velisa sudah mencuci otak anaknya ini dengan kata-kata ancaman sehingga dia bisa sepandai mamanya saat mengancam.
Yang sebenarnya terjadi adalah, Velisa selalu mengancam Gio, dia akan mencari anak baru yang baik sebagai pengganti Gio yang nakal. Cara itu cukup berhasil membuat Gio ketakutan jika dirinya akan dibuang setelah mamanya mendapatkan anak baru.
__ADS_1
"Ya udah, kita mau main apa sekarang?" Tanya Ikmal akhirnya.
"Kita maik kuda-kudaan!" Jawab Gio dengan semangatnya.
"Ha, apaa?" Ikmal ingin pingsan saja rasanya, selalu saja dia yang dijadikan Velisa tumbal untuk menjaga anaknya ini.
***
Fajar tidak bisa menghindari gerak-gerik Peira yang mencurigakan saat memainkan ponselnya dibawah meja saat di restoran tadi, nalurinya mengatakan jika ada sesuatu yang tidak beres diantara kekasih dan sahabatnya itu.
Kecurigaannya semakin bertambah kuat saat ponsel Ikmal berdering, pada saat itu pula Fajar dengan ekor matanya melihat Peira melakukan panggilan melalui ponselnya.
Bukan hanya sekali, hal itu kembali terjadi sampai berkali-kali. Fajar hanya membiarkan itu terjadi, menunggu sampai Peira bercerita sendiri kepadanya, tapi sampai berpisah tadipun kekasihnya itu masih tidak membicarakan masalah ini.
Fajar sengaja memasang rekaman melalu ponselnya yang lain saat menerima panggilan telfon dari Gilang, dia baru bisa membuka hasil rekaman itu tadi, saat menepikan motornya dipinggir jalan. Dan hasilnya memang positif, apa yang di takutkannya selama ini terjadi juga. Ikmal kembali menyatakan cintanya kepada Peira.
Tapi jawaban yang Peira berikan kepada Ikmal cukup membuat hatinya puas, tidak ada tanda-tanda kalau Peira mengkhianatinya, Fajar tersenyum kecut memikirkan kebodohan Ikmal yang masih saja mencintai kekasihnya itu.
Saat melintasi persimpangan, dia tidak mengurangi sedikitpun kecepatan motornya karena lampu yang menyala berwarna hijau.
Dari arah persimpangan sebelah timur, lampu menyala berwarna merah menandakan pengguna jalan harus bersabar menunggu giliran lampu berubah warna.
Sebuah truk tak bermuatan melaju dengan kecepatan tinggi, jalanan yang sedikit menurun membuat si supir tidak bisa mengendalikan kendaraan yang di kendarainya.
Ternyata remnya blong, sedangkan jarak beberapa meter di depannya ada sebuah mobil avanza yang sedang menunggu lampu hijau menyala.
Tidak bisa dihindari lagi, mobil avanza yang menghalangi jalannya truk menjadi korban hantaman, saat itu pula Fajar melintas di persimpangan tepat di depan mobil avanza yang dihantam truk itu.
BRAK !!
BRAK !!
Kecelakaan beruntunpun tidak bisa terhindarkan, motor Fajar dihantam mobil avanza yang ditabrak truk tak bermuatan. Fajar terpental beberapa meter kearah barat akibat hantaman keras itu, saat itupula dari jalur sebelah barat beberapa kendaraan sedang melaju dengan kencang.
__ADS_1
Kejadian itu terjadi dalam waktu singkat sehingga mobil pick up yang sedang melaju anteng di jalurnya tidak siap berhenti saat tubuh Fajar tiba-tiba tergeletak di jalurnya.
'Astagfirulloh, apa harus begini akhirnya' Fajar masih bisa melihat ban mobil pick up yang berputar dengan cepat, tapi tubuhnya terlalu lemah untuk bisa sekedar bangun.
'Kalau gue mati sekarang gimana sama Peira?'
"Ah!"
Tubuh Fajar terlindas mobil pick up, seketika darah berceceran dimana-mana, masih memiliki sedikit kesadaran, Fajar menitihkan air mata menahan rasa sakit pada seluruh tubuhnya.
'Sesakit inikah rasanya saat dicabut nyawa Tuhan?' Rasanya teramat sakit, tubuh Fajar yang terlindas pick up terbujur kaku diatas aspal, bermandikan darah segar, bau amis menyeruak disekitar.
Dalam kesakitannya, Fajar masih bisa mengingat Peira, apa yang akan terjadi kepadanya kalau Fajar sampai tiada. Penglihatan Fajar mulai kabur, sampai akhirnya semua menjadi gelap, akhirnya tidak sadarkan diri karena tidak sanggup lagi menahan rasa sakit di tubuhnya.
Mobil truk tak bermuatan itu seketika berhenti sesaat setelah menabrak mobil avanza, mobil avanza mengalami keruksakan yang sangat parah pada bagian belakang. Satu penumpangnya tewas ditempat.
Mobil pick up juga berhenti setelah melindas tubuh Fajar, lutut si supir langsung bergetar hebat saat melihat kondisi orang yang di tabraknya sangat mengenaskan, sampai author tidak bisa menjelaskan secara rinci seberapa parah keruksakan pada tubuh Fajar setelah dilindas mobil pick up itu.
Warga sekitar berbondong-bondong melihat ketika menyadari terjadi kecelakaan, merekapun membantu dengan mendahulukan korban selamat.
Beberapa orang bergidik ngeri saat melihat tubuh Fajar, enggan untuk membantu karena merasa takut juga jijik. Juga bau amis yang mereka cium, membuat nyali semakin menciut.
Tak berselang lama, mobil polisi datang bersamaan dengan ambulance. Petugas dengan sigap membawa korban kecelakaan beruntun itu menuju rumah sakit terdekat.
Sedangkan polisi mengamankan supir dan kernet mobil truk juga supir puck up yang selamat dari kecelakaan tapi mengalami luka cukup serius.
Polisi memberi tanda police line di tempat kejadian perkara untuk menyelidiki lebih lanjut tentang kejadian naas yang memakan korban jiwa ini. Seketika lalu lintas menjadi kacau apalagi saat polisi memblokir total jalanan pusat kota, banyak pengendara mobil yang turun untuk melihat secara langsung bagaimana peristiwa itu terjadi, begitupun pengguna motor.
Bulu kuduk orang-orang yang melihat seketika berdiri melihat kecelakaan ini, ada yang mengutuki supir truk dan pick up yang ugal-ugalan, banyak juga yang mendo'akan agar korban tewas bisa dilapangkan alam kuburnya.
Jangan lupa like, komen dan rate bintang 5 yaa...
__ADS_1